JAKARTA - Anggrek Dendrobium memenuhi kebun dengan beragam warna, bentuk kelopak, ukuran bunga, hingga karakter berbeda. Koleksi tersebut tidak hanya terdiri dari tanaman hybrid, tetapi juga sejumlah Dendrobium spesies yang rutin berbunga. Sebagian tanaman bahkan mampu mempertahankan bunga dalam waktu cukup lama, sementara lainnya memiliki aroma lembut yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penghobi anggrek.
Koleksi itu diperlihatkan dalam sebuah video saat pemilik kembali berkeliling kebun setelah cukup lama tidak melakukan perawatan secara rutin. Momen tersebut justru menjadi kejutan karena banyak anggrek sedang berbunga hampir bersamaan.
Ratusan Corak dan Warna Dendrobium
Salah satu hal yang mencolok dari koleksi tersebut adalah banyaknya variasi warna dan corak. Pemilik menyebut terdapat lebih dari 100 corak dan warna berbeda di kebunnya. Beberapa tanaman memiliki kelopak membulat, sementara lainnya memperlihatkan bentuk keriting atau garis-garis khas.
Baca Juga: Suzuki Vanguard 160 Muncul dengan Gaya Gahar, Honda ADV Disebut Jadi Lawan
Beberapa Dendrobium yang diperlihatkan antara lain Elda, Blue Angel, Blue Twister, Popeye, Sonia, Buttercup, hingga sejumlah jenis lain yang masih berupa kuncup. Ada pula tanaman yang sudah beberapa kali berbunga dan meninggalkan bekas tangkai bunga pada batangnya.
Dendrobium Sonia menjadi salah satu yang mendapat perhatian karena daya tahan bunganya. Menurut pengalaman pemilik, bunga jenis tersebut dapat bertahan hingga sekitar dua sampai tiga bulan dalam kondisi tertentu. Ketahanan bunga membuatnya juga kerap digunakan sebagai tanaman dekorasi di perkantoran.
Tidak semua Dendrobium memiliki masa berbunga sepanjang itu. Dendrobium mentangai, misalnya, disebut hanya mampu mempertahankan bunga sekitar beberapa pekan. Namun, tanaman tersebut dinilai rajin menghasilkan bunga karena terdapat beberapa calon tangkai bunga baru.
Dendrobium Spesies hingga Hybrid
Kebun tersebut tidak hanya berisi Dendrobium hybrid. Ada pula Dendrobium spesies yang memiliki karakter berbeda. Salah satunya Dendrobium mentangai yang disebut sebagai tanaman spesies dari Indonesia.
Baca Juga: Suzuki Vanguard 160 Disebut Jadi Penantang Honda ADV, Desain Adventure Jadi Sorotan
Selain itu, terdapat Dendrobium dengan karakter keriting hasil persilangan yang menghasilkan bentuk bunga unik. Sejumlah tanaman memiliki kelopak besar dan jumlah kuntum yang cukup banyak dalam satu tangkai.
Pemilik juga memperlihatkan Dendrobium yang ditempelkan pada kayu ulin dan disandarkan pada pohon ketapang. Cara tersebut memanfaatkan karakter anggrek sebagai tanaman epifit yang dapat tumbuh dengan menempel pada media atau permukaan tertentu.
Perawatan Mengandalkan Kondisi Kebun
Menariknya, sebagian anggrek tetap berbunga meski kebun sempat tidak terawat selama lebih dari sebulan. Daun kering dan sisa dedaunan masih terlihat di sekitar tanaman. Kondisi cuaca yang sering hujan disebut membantu memenuhi kebutuhan air sekaligus membuat udara lebih sejuk.
Ada pula Dendrobium yang justru menunjukkan pertumbuhan baik setelah ditempatkan di area dengan paparan matahari lebih kuat. Pemilik menceritakan salah satu tanaman sempat mengalami daun seperti terbakar setelah dipindahkan ke tempat yang lebih panas. Namun, tunas baru kemudian tumbuh lebih kuat dan tanaman akhirnya kembali menghasilkan bunga.
Hal tersebut menjadi salah satu pengalaman menarik dari koleksi di kebun tersebut. Setiap jenis Dendrobium ternyata dapat menunjukkan respons berbeda terhadap kondisi lingkungan.
Sebagian tanaman masih berupa kuncup, ada yang baru mengeluarkan tangkai bunga, sementara lainnya sudah mekar sempurna. Kondisi itu membuat kebun selalu memiliki bunga yang bisa dinikmati meski waktu mekarnya berbeda-beda.
Bagi penghobi anggrek, keragaman tersebut menjadi daya tarik utama. Tidak hanya mengejar bunga yang sedang mekar, koleksi Dendrobium juga memberikan kejutan ketika tanaman yang lama tidak terlihat tiba-tiba menghasilkan bunga dengan warna dan bentuk yang berbeda.
Editor : Maylanni Diana Fitri