Cara Merawat Anggrek Dendrobium agar Subur, Jangan Salah Atur Cahaya dan Media Tanam

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 21:10 WIB
Cara merawat anggrek dendrobium ternyata bergantung pada asal tanaman. Simak aturan cahaya, media tanam, dan pupuknya.(pinterest)
Cara merawat anggrek dendrobium ternyata bergantung pada asal tanaman. Simak aturan cahaya, media tanam, dan pupuknya.(pinterest)

JAKARTA - Cara merawat anggrek dendrobium perlu disesuaikan dengan asal dan habitat tanaman. Anggrek yang berasal dari kultur jaringan, jenis jadul, hutan, hingga luar negeri memiliki kebutuhan cahaya, kelembapan, dan media tanam yang berbeda. Kesalahan dalam menempatkan anggrek, terutama soal intensitas cahaya dan air, bisa membuat pertumbuhan terhambat hingga tanaman membusuk.

Perawatan anggrek dendrobium sebenarnya tidak selalu sulit. Kunci utamanya adalah memahami agroklimat atau kondisi lingkungan yang dibutuhkan tanaman. Hal itu mencakup cahaya, kelembapan, penyiraman, media tanam, serta pemupukan.

Anggrek Kultur Jaringan Butuh Adaptasi

Anggrek dendrobium hasil kultur jaringan atau hibrida umumnya dibesarkan di greenhouse dengan kondisi yang sudah disesuaikan. Tanaman mendapatkan cahaya dan kelembapan yang terkontrol sehingga pertumbuhannya terlihat subur.

Baca Juga: Suzuki Vanguard 160 Bawa Gaya Adventure, Suspensi Tabung dan Mesin 160 cc Disorot

Ketika dibawa ke rumah, kondisinya bisa berubah drastis. Pemilik perlu menyesuaikan cahaya secara bertahap. Dalam transkrip disebutkan, anggrek yang biasa berada di greenhouse umumnya mendapatkan sekitar 40 hingga 70 persen cahaya.

Terlalu banyak cahaya secara tiba-tiba dapat membuat daun terbakar. Sebaliknya, kekurangan cahaya bisa membuat batang lemah, pertumbuhan lambat, sulit berbunga, bahkan meningkatkan risiko jamur dan pembusukan.

Karena itu, pemilik disarankan menanyakan kondisi cahaya di tempat anggrek dibeli. Penyesuaian di rumah sebaiknya dilakukan perlahan agar tanaman memiliki waktu untuk beradaptasi.

Selain cahaya, media tanam juga penting. Dendrobium menyukai air, tetapi tidak menyukai media yang terlalu lama menyimpan air. Arang dan pakis dapat digunakan sebagai pilihan media yang lebih porous. Penggunaan moss secara berlebihan justru berisiko membuat akar terlalu lama basah dan akhirnya membusuk.

Anggrek Jadul Cenderung Lebih Tahan

Jenis dendrobium yang disebut sebagai anggrek jadul, seperti Bantimurung, Superbum, dan Larat, cenderung lebih mudah dirawat dan lebih tahan terhadap perubahan kondisi.

Baca Juga: iQOO 16 Resmi Meluncur, Flagship Baru Ini Bawa Baterai 8.400 mAh

Tanaman tersebut dapat menerima cahaya lebih banyak. Bahkan, kondisi yang terlalu teduh justru dapat membuat bunga lebih sedikit, batang lemah, dan warna bunga kurang maksimal. Namun, cahaya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi awal tanaman agar daun tidak terbakar.

Untuk media tanam, prinsipnya sama. Gunakan media yang tidak terlalu lama menahan air, seperti arang dan pakis. Anggrek juga dapat ditempel pada media kayu. Pemupukan secara berkala, misalnya sebulan sekali, dapat dilakukan sesuai kebutuhan tanaman.

Anggrek Hutan Harus Dilihat Habitat Asalnya

Untuk dendrobium yang berasal dari hutan, hal pertama yang perlu diketahui adalah habitat asalnya. Anggrek dari dataran rendah umumnya lebih mampu menerima cahaya tinggi, sedangkan jenis dari dataran tinggi cenderung menyukai kondisi teduh dan sejuk.

Informasi tersebut dapat dicari berdasarkan nama spesiesnya. Beberapa jenis dendrobium dari dataran rendah dapat beradaptasi dengan cahaya lebih banyak, sementara spesies tertentu membutuhkan cahaya pagi atau sore saja.

Media tanam tetap harus porous. Anggrek dapat ditempel pada kayu atau ditanam menggunakan arang agar akar tidak terlalu lama terendam air.

Anggrek Luar Negeri Perlu Disesuaikan

Untuk anggrek yang berasal dari luar negeri, kondisi habitat asal menjadi perhatian utama. Jika tanaman berasal dari negara dengan iklim subtropis atau lebih sejuk, jangan langsung ditempatkan di lokasi panas.

Sebelum membeli dan merawat anggrek, pemilik sebaiknya mencari informasi mengenai habitat, kebutuhan cahaya, dan kondisi lingkungan asalnya. Dengan memahami karakter tanaman, risiko daun terbakar, akar busuk, hingga kematian dapat dikurangi.

Pada akhirnya, cara merawat anggrek dendrobium bukan sekadar menyiram dan memberi pupuk. Penyesuaian cahaya, media tanam, serta pemahaman terhadap habitat menjadi kunci agar tanaman tumbuh sehat dan rajin berbunga.

Editor : Maylanni Diana Fitri
cara merawat anggrek Dendrobium anggrek Dendrobium perawatan anggrek anggrek hutan anggrek kultur jaringan