JAKARTA - Bonsai langka dan mahal menjadi daya tarik tersendiri bagi penghobi tanaman karena bentuknya yang unik, usia panjang, hingga nilai seni yang tinggi. Beberapa jenis bahkan memiliki harga fantastis setelah dirawat selama puluhan hingga ratusan tahun. Mulai dari asam jawa, serut, beringin kimeng, cemara udang, azalea, bougenville, hingga pinus silvervise masuk dalam daftar bonsai yang memiliki keistimewaan tersendiri.
Bonsai pada dasarnya merupakan tanaman yang dibentuk dan dirawat agar memiliki ukuran mini dengan karakter menyerupai pohon berusia tua. Nilai sebuah bonsai tidak hanya ditentukan jenis tanaman, tetapi juga bentuk batang, akar, usia, keunikan, serta tingkat kesulitan perawatannya.
Asam Jawa hingga Asam Londo
Asam jawa yang selama ini dikenal sebagai pohon peneduh ternyata dapat dibentuk menjadi bonsai. Setelah melalui proses pembentukan, ukuran tanaman menjadi jauh lebih kecil dengan daun yang juga mengecil. Salah satu keunikannya, daun bonsai asam jawa dapat menguncup ketika malam tiba.
Baca Juga: iPhone 16e Kembali Diburu, Harga Turun di Bawah Rp10 Juta Jadi Alasan
Batangnya yang tampak tua dan terbelah membuat tanaman ini memiliki karakter kuat. Bonsai asam jawa juga disebut cocok ditempatkan di dataran rendah.
Jenis lainnya adalah asam londo yang berasal dari wilayah Amerika tropis. Bonsai ini memiliki batang besar dan kokoh dengan warna daun lebih tua. Kelangkaannya dipengaruhi proses budidaya yang tidak mudah serta tanaman yang didatangkan dari luar negeri.
Sementara itu, bonsai serut dikenal memiliki batang putih bertekstur keras dan daun kecil berwarna hijau. Harganya disebut bisa berada di kisaran Rp2 juta hingga Rp6 juta per pohon, bahkan dapat mencapai puluhan juta rupiah. Usia juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan nilai bonsai serut.
Kelapa dan Beringin Bisa Bernilai Fantastis
Bonsai kelapa menjadi salah satu tanaman yang menarik karena pohon kelapa secara alami tumbuh tinggi. Tidak semua kelapa dapat dibentuk menjadi bonsai sehingga proses pembuatannya membutuhkan teknik khusus.
Baca Juga: Samsung Galaxy A07s Segera Masuk Indonesia? Ini Spesifikasi dan Harga Rumornya
Dalam transkrip disebutkan terdapat bonsai kelapa berusia hingga 800 tahun yang berada di Jepang. Bonsai tersebut bahkan pernah ditawar perdana menteri Jepang sebanyak empat kali dengan nilai USD90 ribu.
Beringin kimeng juga memiliki daya tarik tersendiri. Pohon yang dikenal kokoh dan rindang itu dapat diubah menjadi bonsai berukuran kecil. Daun hijau mengilap, batang dengan akar yang menonjol, serta karakter tanaman yang kuat membuatnya memiliki nilai estetika tinggi.
Cemara Udang hingga Azalea
Cemara udang menjadi salah satu bonsai yang dinilai mahal karena memiliki daya tahan terhadap hama, kekeringan, dan penyakit. Batangnya memiliki alur yang indah, sementara daun kecil dan bonggol berlekuk membuat tampilannya semakin eksotis.
Semakin tua usia bonsai cemara udang, nilai tanaman tersebut juga dapat meningkat. Faktor usia menjadi bagian penting dalam menentukan harga bonsai karena proses pembentukannya membutuhkan waktu panjang.
Ada pula azalea yang berasal dari tanaman perdu di Jepang dan China. Tanaman ini umumnya tumbuh di dataran tinggi dan lembap. Ketika dibentuk menjadi bonsai, azalea mampu menghasilkan bunga berwarna merah hingga ungu yang membuat tampilannya terlihat mencolok.
Bougenville dan Pinus Silvervise
Bougenville atau bunga kertas juga dapat dijadikan bonsai. Jenis yang banyak ditanam di Indonesia antara lain bougenville glabra. Bunganya yang tipis tetapi lebat membuat bonsai ini cocok menjadi tanaman hias di halaman rumah.
Selain itu, terdapat pinus silvervise yang memiliki bentuk menyerupai awan. Bonsai milik Stefano Frisoni tersebut awalnya dikoleksi sebagai tanaman rumah. Namun, melalui perawatan dan pembentukan yang tepat, tampilannya menjadi semakin artistik hingga dikenal sebagai salah satu bonsai dengan nilai tinggi.
Beragam jenis tersebut menunjukkan bahwa bonsai langka dan mahal tidak hanya mengandalkan harga jual. Usia, karakter batang, bentuk akar, keindahan tajuk, kelangkaan, serta keterampilan perawatan menjadi bagian yang menentukan nilai sebuah bonsai.
Editor : Maylanni Diana Fitri