JAKARTA - Bonsai sianci menjadi salah satu bahan bonsai yang menarik perhatian karena pertumbuhannya relatif cepat, mudah berbuah, dan memiliki karakter batang yang keras. Dalam perawatannya, pembentukan sejak dini menjadi kunci agar cabang tidak sulit diarahkan. Maestro bonsai Ujang dalam sebuah sesi bersama Lambe Melali membagikan teknik menanam sianci di ground, memilih cabang dominan, melakukan cutting, hingga memasang kawat secara bertahap.
Bagi penghobi bonsai, proses membentuk pohon tidak cukup hanya mengandalkan keindahan bahan awal. Setiap cabang perlu direncanakan agar nantinya menghasilkan komposisi yang seimbang. Kesalahan memotong atau terlambat mengarahkan cabang bisa membuat proses pembentukan jauh lebih sulit.
Bonsai Sianci Lebih Cepat Tumbuh di Ground
Salah satu teknik yang diterapkan adalah memindahkan tanaman dari pot ke ground ketika akar sudah memenuhi media. Menurut Ujang, akar tidak perlu dibongkar atau dibersihkan secara berlebihan ketika tanaman dipindahkan.
Baca Juga: iQOO 16 Bawa Baterai 8.400 mAh dan Layar 165 Hz, Harga Rp16 Jutaan
Media lama yang menempel pada akar dibiarkan agar tanaman tidak mengalami gangguan besar. Setelah berada di area ground dengan ruang tumbuh yang lebih luas, tanaman dapat berkembang lebih cepat dibandingkan ketika berada di dalam pot dengan media terbatas.
Untuk membantu arah pertumbuhan, cabang-cabang yang masih kecil dapat disangga menggunakan ajir atau bambu. Cabang diarahkan ke atas agar pertumbuhannya lebih cepat mengejar cahaya.
Media tanam yang digunakan untuk sianci tersebut terdiri dari campuran kompos bambu, pasir Malang, dan sekam. Area penanaman juga sebelumnya merupakan lokasi bekas kandang sapi sehingga terdapat bahan organik dari kotoran sapi di dalam tanah.
Jangan Terburu-buru Memotong Cabang
Pembentukan bonsai sianci membutuhkan perencanaan. Ujang menyarankan agar penghobi tidak terburu-buru memotong cabang yang belum terlihat jelas arahnya.
Baca Juga: Suzuki Vanguard 160 Muncul dengan Gaya Gahar, Honda ADV Disebut Jadi Lawan
Jika masih ragu, cabang sebaiknya dipertahankan terlebih dahulu sambil melihat perkembangan tanaman. Cabang yang sudah jelas mengganggu komposisi atau terlalu menumpuk baru dapat dipangkas.
Teknik yang digunakan juga mengandalkan konsep cut and grow. Cabang yang terlalu besar atau tidak sesuai arah dapat dipotong, kemudian pertumbuhan baru diarahkan untuk membangun struktur berikutnya.
Pemotongan tidak dilakukan sembarangan. Posisi mata tunas perlu diperhatikan karena titik tumbuh baru umumnya akan berkembang pada bagian yang mendapatkan cahaya. Arah potongan dapat menentukan ke mana cabang baru nantinya tumbuh.
Bentuk Mahkota Harus Mengikuti Alur Batang
Salah satu prinsip penting dalam membentuk bonsai adalah menjaga ruang kosong. Ujang tidak ingin seluruh mahkota ditarik ke bagian depan karena dapat membuat tampilan pohon terlalu penuh dan kehilangan kedalaman.
Jika terdapat batang yang berada di belakang, mahkotanya juga sebaiknya dipertahankan di area belakang. Dengan begitu, terdapat ruang antara bagian depan dan belakang sehingga struktur pohon terlihat lebih natural.
Cabang dominan menjadi fokus utama, sedangkan cabang berukuran kecil dapat digunakan sebagai aksen. Cara tersebut membuat bonsai tidak terlihat terlalu simetris atau kaku.
Kawat Dipasang Bertahap
Selain cutting, kawat digunakan untuk mengarahkan cabang. Namun, teknik ini lebih mudah dilakukan ketika cabang masih muda. Sianci memiliki batang yang keras sehingga cabang berukuran besar sulit ditekuk jika terlambat diarahkan.
Karena itu, pembentukan sejak tanaman masih kecil sangat disarankan. Jika sudah terlanjur besar, penghobi bisa mengandalkan pemotongan secara bertahap daripada memaksakan kawat.
Kawat juga perlu dipilih sesuai ukuran cabang. Pada cabang besar digunakan kawat yang lebih besar agar mampu menahan arah, sementara pemasangan dilakukan bertahap. Cabang dapat dinaikkan terlebih dahulu, kemudian setelah struktur mulai seimbang baru dipendekkan atau diarahkan kembali.
Perawatan bonsai sianci pada akhirnya membutuhkan kesabaran. Pohon harus dipastikan sehat dan pertumbuhannya maksimal sebelum terlalu banyak dikerjakan. Dengan memahami karakter batang, memilih cabang dominan, serta melakukan cutting dan pengawatan secara bertahap, bahan sianci dapat berkembang menjadi bonsai dengan bentuk yang lebih natural dan berkarakter.
Editor : Maylanni Diana Fitri