Bonsai Beringin Koleksi Thaib Irawan, Ada Kimeng di Atas Batu hingga Beringin Jenggot

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 21:45 WIB
Bonsai beringin koleksi Thaib Irawan punya banyak jenis, dari kimeng di atas batu hingga beringin jenggot berusia 15 tahun.(pinterest)
Bonsai beringin koleksi Thaib Irawan punya banyak jenis, dari kimeng di atas batu hingga beringin jenggot berusia 15 tahun.(pinterest)

JAKARTA - Bonsai beringin menjadi salah satu tanaman yang memiliki banyak variasi karakter, mulai dari bentuk daun, warna pucuk, batang, hingga akar. Koleksi Thaib Irawan memperlihatkan keragaman tersebut. Selama puluhan tahun, kolektor ini merawat berbagai jenis bonsai beringin, termasuk beringin kimeng, beringin Korea, beringin Arjuna, dolar, bunut merah, bunut putih, dan beringin jenggot.

Koleksi tersebut tidak hanya dibedakan berdasarkan jenis tanaman. Usia dan teknik pembentukan juga membuat setiap pohon memiliki tampilan berbeda. Sejumlah bonsai bahkan telah berusia lebih dari 10 tahun dan dikembangkan dengan teknik khusus untuk menonjolkan akar serta karakter batang.

Kimeng Bisa Dibentuk di Atas Batu

Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah beringin kimeng atau beringin Taiwan. Tanaman ini memiliki daun berukuran kecil dengan ujung yang cenderung lancip. Koleksi yang ditunjukkan Thaib telah dirawat hampir 10 tahun.

Salah satu kimeng juga dibentuk dengan konsep bonsai di atas batu atau bonsai on the rock. Akar tanaman dibuat memanjang mengikuti batu sebelum kemudian dibentuk sehingga menciptakan tampilan yang menjadi bagian dari karakter bonsai.

Untuk mendapatkan bentuk seperti itu, proses tidak dilakukan secara cepat. Akar dibentuk sejak tanaman masih dalam tahap awal pertumbuhan dan kemudian diarahkan secara bertahap.

Harga beringin kimeng di pasaran juga disebut dapat mencapai jutaan rupiah, tergantung kondisi dan bentuk tanaman.

Beringin Korea hingga Arjuna

Selain kimeng, terdapat beringin Korea yang masih berusia sekitar lima tahun. Tanaman tersebut dirawat sejak berukuran kecil hingga perlahan dikembangkan menjadi bahan bonsai.

Baca Juga: Suzuki Vanguard 160 Muncul dengan Gaya Gahar, Honda ADV Disebut Jadi Lawan

Koleksi berikutnya adalah beringin Arjuna yang berusia sekitar tujuh tahun. Karakter daunnya disebut berbeda dengan beringin benjamina. Perbanyakan beringin Arjuna dapat dilakukan melalui stek maupun cangkok. Dalam kondisi tertentu, tanaman juga dapat berasal dari biji.

Ada pula beringin dolar yang menjadi bagian dari koleksi. Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa jenis beringin yang digunakan sebagai bahan bonsai tidak hanya berasal dari satu karakter tanaman.

Bunut Merah Punya Pucuk Berwarna Khas

Koleksi lainnya adalah bunut merah yang disebut berasal dari Bangkok. Tanaman tersebut memiliki ciri pucuk berwarna merah dan telah berusia lebih dari 10 tahun.

Bunut merah dapat diperbanyak melalui biji, stek, maupun cangkok. Karena usia dan bentuknya, tanaman tersebut disebut memiliki nilai yang cukup tinggi dan bisa mencapai jutaan rupiah.

Baca Juga: Samsung Galaxy A07s Segera Masuk Indonesia? Ini Spesifikasi dan Harga Rumornya

Thaib juga memperlihatkan bunut putih. Jenis ini memiliki perbedaan pada daun dan batang. Jika bunut merah memiliki karakter pucuk yang menonjol, bunut putih justru terlihat dari karakter batangnya yang lebih terang.

Beringin Jenggot Andalkan Akar Gantung

Salah satu koleksi paling tua yang diperlihatkan adalah beringin jenggot. Tanaman tersebut disebut telah berusia sekitar 15 tahun dan memiliki akar yang menjadi daya tarik utamanya.

Beringin jenggot secara alami dapat menghasilkan banyak akar gantung. Akar tersebut kemudian dipelihara dan dibiarkan berkembang hingga semakin besar sehingga memberikan kesan kokoh pada bagian bawah tanaman.

Untuk membentuk bonsai beringin dengan karakter akar seperti itu, proses harus dimulai sejak awal. Pergantian pot secara berkala dapat digunakan untuk mengatur perkembangan akar. Seiring pertumbuhan tanaman, akar dapat dinaikkan secara perlahan.

Perawatan Menentukan Bentuk Akhir

Selain pemilihan jenis, perawatan menjadi bagian penting dalam mempertahankan kualitas bonsai. Penyiraman koleksi Thaib dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore.

Media tanam juga perlu diganti secara berkala. Tanaman muda dapat membutuhkan pergantian media sekitar setahun sekali, sedangkan tanaman yang lebih tua dapat diganti sekitar dua tahun sekali, tergantung kondisinya.

Pengawatan dilakukan untuk mengarahkan cabang. Kawat perlu diganti secara berkala, sekitar tiga bulan sekali, agar tidak meninggalkan bekas pada batang atau cabang.

Dengan perawatan tersebut, berbagai jenis bonsai beringin dapat terus dikembangkan sesuai karakter masing-masing. Dari kimeng di atas batu hingga beringin jenggot dengan akar gantung, setiap tanaman membutuhkan proses panjang sebelum mencapai bentuk yang diinginkan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Bonsai Beringin beringin kimeng Thaib Irawan bunut merah beringin jenggot