Bonsai Beringin Bisa Tembus Jutaan Rupiah, Usia dan Bentuk Jadi Penentu Nilainya

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 21:50 WIB
Bonsai beringin bisa bernilai jutaan rupiah. Usia, akar, bentuk, dan proses perawatan menjadi penentu harga koleksi.(pinterest)
Bonsai beringin bisa bernilai jutaan rupiah. Usia, akar, bentuk, dan proses perawatan menjadi penentu harga koleksi.(pinterest)

JAKARTA - Bonsai beringin tidak hanya menarik karena bentuk batang dan daunnya, tetapi juga memiliki nilai yang dapat mencapai jutaan rupiah. Kolektor bonsai Thaib Irawan memperlihatkan sejumlah koleksinya yang memiliki usia berbeda, mulai dari sekitar lima tahun hingga lebih dari 15 tahun. Semakin lama dirawat dan semakin matang bentuknya, tanaman membutuhkan proses pembentukan yang panjang, termasuk pengaturan akar, pergantian media, hingga pengawatan cabang.

Bagi Thaib, merawat bonsai beringin merupakan kegiatan yang sudah dilakukan selama puluhan tahun. Koleksinya terdiri atas berbagai jenis, baik beringin lokal maupun tanaman yang berasal dari luar Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah beringin kimeng, beringin Korea, beringin Arjuna, beringin dolar, bunut merah, bunut putih, dan beringin jenggot.

Usia Puluhan Tahun Membentuk Nilai Bonsai

Nilai sebuah bonsai beringin tidak hanya ditentukan oleh jenis tanaman. Usia dan bentuk yang sudah terbentuk juga menjadi bagian penting.

Baca Juga: Samsung Galaxy A07s Bawa Android 16 dan Update 6 Tahun, Harga Rp2 Jutaan

Salah satu koleksi yang ditunjukkan Thaib memiliki usia sekitar 10 tahun dengan harga sekitar Rp3,5 juta. Ada pula jenis lain yang disebut dapat mencapai jutaan rupiah, tergantung kondisi tanaman dan hasil pembentukannya.

Bonsai yang telah lama dirawat membutuhkan proses panjang. Bentuk akar dan cabang tidak muncul begitu saja, tetapi diarahkan sejak tanaman masih muda.

Salah satu metode yang digunakan adalah pergantian pot secara bertahap. Melalui proses tersebut, akar dapat dinaikkan sehingga bagian pangkal pohon terlihat lebih kuat dan memiliki karakter bonsai yang lebih jelas.

Kimeng Dibentuk Menjadi Bonsai di Atas Batu

Beringin kimeng atau beringin Taiwan menjadi salah satu koleksi yang memiliki karakter tersendiri. Daunnya kecil dengan ujung yang cenderung lancip. Salah satu tanaman yang diperlihatkan telah berusia hampir 10 tahun.

Baca Juga: iQOO 16 Resmi Meluncur, Flagship Baru Ini Bawa Baterai 8.400 mAh

Kimeng tersebut juga dikembangkan dengan teknik bonsai on the rock. Akar tanaman diarahkan mengikuti batu sehingga menghasilkan tampilan yang berbeda dari bonsai yang tumbuh langsung di media.

Teknik tersebut membutuhkan proses sejak tanaman masih kecil. Akar yang akan digunakan sebagai bagian dari desain harus diarahkan dan dipelihara hingga ukurannya berkembang.

Bunut Merah dan Beringin Jenggot Punya Karakter Khas

Koleksi Thaib juga mencakup bunut merah yang disebut berasal dari Bangkok. Ciri yang mudah dikenali adalah bagian pucuknya yang berwarna merah. Tanaman tersebut telah berusia lebih dari 10 tahun dan nilainya disebut dapat mencapai sekitar jutaan rupiah.

Sementara itu, beringin jenggot menjadi salah satu tanaman dengan usia paling tua dalam koleksi yang diperlihatkan. Usianya disebut sekitar 15 tahun atau lebih.

Daya tarik beringin jenggot terletak pada akar gantung yang tumbuh dari tanaman. Akar tersebut kemudian dipelihara agar semakin besar sehingga menghasilkan kesan kokoh pada bagian bawah bonsai.

Kawat Harus Diganti agar Tak Merusak Tanaman

Pembentukan bonsai juga membutuhkan pengawatan. Kawat dipasang untuk mengarahkan cabang agar mengikuti desain yang diinginkan.

Namun, kawat tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Thaib menyebut pergantian kawat dilakukan sekitar tiga bulan sekali agar tidak meninggalkan bekas pada batang maupun cabang.

Perawatan harian juga menjadi bagian penting. Bonsai disiram dua kali sehari, yakni pagi dan sore. Media tanam yang terdiri dari tanah, pasir, dan humus perlu diperhatikan kondisinya.

Pergantian media dilakukan secara berkala. Tanaman yang masih muda dapat diganti medianya sekitar setahun sekali, sedangkan tanaman yang lebih tua dapat membutuhkan pergantian sekitar dua tahun sekali.

Gulma juga harus dibersihkan karena dapat mengambil nutrisi dari media. Pemberian pupuk disesuaikan dengan kondisi tanah, dengan frekuensi sekitar dua minggu hingga satu bulan sekali.

Pada akhirnya, harga bonsai beringin tidak terlepas dari proses panjang di baliknya. Usia, jenis, bentuk akar, struktur cabang, dan ketelatenan perawatan menjadi bagian yang membuat setiap koleksi memiliki karakter serta nilai berbeda.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Harga Bonsai Bonsai Beringin beringin kimeng Thaib Irawan beringin jenggot