JAKARTA - Wisata Purwokerto menawarkan perpaduan antara keindahan alam, udara sejuk, hingga kuliner khas yang menarik untuk dijelajahi. Dalam perjalanan selama 2 hari 1 malam, sejumlah destinasi di Purwokerto dan kawasan Baturaden dikunjungi, mulai dari pasar tradisional, tempat kuliner legendaris, hutan pinus, telaga, air terjun, hingga wisata kuliner malam.
Perjalanan tersebut dimulai dari Bandung menuju Purwokerto menggunakan kereta api Serayu. Keberangkatan dilakukan dari Stasiun Kiaracondong pada pukul 23.00 dengan harga tiket Rp63.000. Perjalanan menggunakan kereta memakan waktu sekitar 6 jam 30 menit.
Setibanya di Purwokerto, perjalanan dilanjutkan dengan menjelajahi sejumlah tempat yang menjadi bagian dari pengalaman wisata selama berada di kota tersebut.
Baca Juga: Tempat Wisata Indonesia yang Mendunia, Ini 10 Destinasi yang Jadi Incaran Dunia
Menikmati Kuliner Purwokerto
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Pasar Manis. Pasar tradisional ini menjadi tempat untuk melihat aktivitas warga pada pagi hari sekaligus berburu berbagai makanan dan jajanan.
Setelah sarapan, perjalanan kuliner dilanjutkan menuju Es Krim Brazil. Tempat tersebut disebut sebagai salah satu kuliner legendaris di Purwokerto karena telah berdiri sejak 1968 dan menjadi favorit warga dari generasi ke generasi.
Nama Brazil ternyata bukan berasal dari nama negara Brazil. Dalam perjalanan tersebut dijelaskan bahwa nama itu berasal dari kata “berhasil”, yang menjadi harapan pendiri ketika memulai usaha.
Setelah menikmati kuliner, perjalanan dilanjutkan menuju Nava Hotel Purwokerto sebagai tempat menginap. Hotel tersebut disebut sebagai hotel terbaru di Purwokerto dalam video. Pembukaannya berlangsung pada 18 Februari 2026.
Hotel ini menawarkan suasana dengan desain modern dan lokasi yang dinilai cukup strategis. Tempat tersebut dipilih sebagai penginapan selama perjalanan di Purwokerto.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Bayan Village yang berada di kawasan Baturaden. Destinasi ini memadukan suasana alam, kuliner, dan penginapan dalam satu kawasan. Udara yang sejuk, aliran sungai, dan pemandangan hijau menjadi bagian dari suasana tempat tersebut.
Di Bayan Village, wisatawan juga dapat menikmati makanan seperti gorengan, mendoan, gurame, dan bebek.
Menjelajah Baturaden hingga Tirto Widodari
Malam hari diisi dengan perjalanan menuju Alun-Alun Purwokerto dan berburu kuliner. Salah satu makanan yang dicoba adalah sroto kacang khas Banyumas.
Berbeda dari soto pada umumnya, sroto menggunakan sambal kacang sebagai pelengkap. Sambal tersebut dicampurkan ke dalam kuah dan memberikan perpaduan rasa manis serta gurih.
Perjalanan kuliner berlanjut ke kawasan wisata Baturaden. Di kawasan ini terdapat berbagai pilihan makanan, seperti sate kelinci, sate ayam, dan wedang ronde. Suasana Baturaden yang dingin membuat makanan dan minuman hangat menjadi pilihan yang cocok.
Salah satu kuliner yang dicoba adalah bebek rica-rica di Bebek Goreng Kang Barada. Dalam perjalanan tersebut, menu bebek rica-rica basah disajikan bersama nasi dan mendoan. Harga yang disebut dalam video sekitar Rp30.000 untuk menu tersebut bersama nasi.
Pada hari kedua, perjalanan dimulai sejak pukul 05.00 menuju Hutan Pinus Limpakuwus di Baturaden, tepatnya di kaki Gunung Slamet.
Hutan pinus tersebut menghadirkan suasana sejuk dengan pepohonan yang menjulang tinggi. Lokasinya disebut berjarak sekitar 30 menit dari Purwokerto. Suasana tenang dan udara pegunungan menjadi daya tarik utama.
Setelah menikmati kawasan hutan pinus, perjalanan dilanjutkan dengan sarapan di warung pinggir jalan di Baturaden. Dalam video disebutkan nasi goreng tersedia mulai dari Rp2.000, sedangkan nasi goreng spesial seharga Rp15.000.
Baca Juga: Tempat Wisata Indonesia yang Mendunia, 10 Destinasi Ini Bikin Takjub
Menikmati Air Terjun dan Kuliner Malam
Perjalanan berikutnya membawa rombongan menuju kawasan Bumi Bambu dan Tirto Widodari. Telaga Tirto Widodari disebut memiliki kedalaman sekitar 3,5 meter.
Tempat tersebut dikaitkan dengan cerita sebagai lokasi pemandian bidadari. Di kawasan tersebut juga terdapat batu yang licin dan air yang jernih.
Untuk mencapai lokasi air terjun, pengunjung harus melakukan tracking sekitar delapan menit dari pintu masuk. Perjalanan tersebut disebut tidak memiliki rintangan yang terlalu berat.
Air Tirto Widodari menjadi salah satu pengalaman yang berkesan karena terasa segar dan jernih. Tiket masuk yang disebut dalam video mulai dari Rp25.000, sementara tiket parkir motor sekitar Rp2.000. Pengunjung yang belum bisa berenang juga dapat menyewa pelampung dengan harga sekitar Rp10.000.
Menjelang sore, perjalanan berlanjut menuju Menara Teratai. Menara tersebut disebut memiliki ketinggian sekitar 114 meter dan menjadi salah satu ikon baru di Purwokerto.
Malam harinya, perjalanan kuliner ditutup dengan mengunjungi Lemprakan Lik Surip. Istilah “lemprakan” dijelaskan sebagai lesehan dalam bahasa Jawa, sementara “Lik” atau “Lilik” berarti om. Menu yang disajikan menghadirkan makanan dengan nuansa masakan rumahan khas Jawa.
Perjalanan selama dua hari satu malam tersebut memperlihatkan sisi lain Purwokerto. Tidak hanya menjadi kota persinggahan, Purwokerto dalam perjalanan ini menawarkan alam Baturaden, hutan pinus, air terjun, wisata kota, serta beragam kuliner khas yang dapat menjadi bagian dari pengalaman berwisata.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : cholis majid