Wisata Purwokerto 2 Hari 1 Malam, Ada Hutan Pinus hingga Tirto Widodari

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 15:35 WIB
Wisata Purwokerto 2 hari menghadirkan Baturaden, Limpakuwus, Tirto Widodari, kuliner khas, hingga Menara Teratai. (Pinterest)
Wisata Purwokerto 2 hari menghadirkan Baturaden, Limpakuwus, Tirto Widodari, kuliner khas, hingga Menara Teratai. (Pinterest)

JAKARTA - Wisata Purwokerto bisa menjadi pilihan perjalanan yang memadukan suasana kota, kuliner tradisional, dan panorama alam pegunungan. Dalam perjalanan selama dua hari satu malam, sejumlah tempat dikunjungi mulai dari Pasar Manis, Es Krim Brazil, kawasan Baturaden, Hutan Pinus Limpakuwus, hingga Tirto Widodari. Perjalanan juga diisi dengan mencicipi sroto kacang, mendoan, bebek rica-rica, dan makanan khas lainnya.

Perjalanan menuju Purwokerto dimulai dari Stasiun Kiaracondong, Bandung. Rombongan berangkat pukul 23.00 menggunakan kereta api Serayu. Tiket perjalanan disebut seharga Rp63.000 dengan waktu tempuh sekitar 6 jam 30 menit.

Setibanya di Purwokerto, perjalanan wisata langsung dimulai pada pagi hari.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Indonesia yang Mendunia, dari Wakatobi hingga Bali

Pasar Tradisional dan Kuliner Legendaris

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Pasar Manis. Pasar tradisional ini menjadi lokasi untuk melihat aktivitas masyarakat pada pagi hari sekaligus mencari sarapan dan jajanan.

Setelah sarapan, perjalanan kuliner berlanjut ke Es Krim Brazil. Tempat tersebut disebut sebagai salah satu kuliner legendaris di Purwokerto karena telah berdiri sejak 1968.

Es Krim Brazil juga disebut telah menjadi favorit warga Purwokerto dari generasi ke generasi. Nama Brazil ternyata bukan diambil dari nama negara Brazil. Dalam perjalanan tersebut dijelaskan bahwa nama itu berasal dari kata “berhasil”, yang menjadi harapan pendirinya ketika memulai usaha.

Setelah menikmati kuliner, rombongan menuju Nava Hotel Purwokerto. Hotel tersebut dipilih sebagai tempat menginap dan dalam video disebut sebagai hotel terbaru di Purwokerto.

Nava Hotel disebut baru dibuka pada 18 Februari 2026. Hotel tersebut menawarkan desain modern, suasana nyaman, dan lokasi yang dinilai cukup strategis.

Setelah beristirahat, perjalanan dilanjutkan menuju Bayan Village yang berada di kawasan Baturaden. Destinasi ini memadukan suasana alam, kuliner, dan penginapan.

Udara yang sejuk, aliran sungai, dan pemandangan hijau menjadi bagian dari pengalaman di Bayan Village. Di kawasan tersebut, rombongan mencicipi berbagai menu seperti gorengan, mendoan, gurame, dan bebek.

Sroto Kacang hingga Bebek Rica-Rica

Malam hari menjadi waktu untuk kembali menjelajahi kuliner Purwokerto. Rombongan mengunjungi Alun-Alun Purwokerto sebelum mencoba sroto kacang khas Banyumas.

Kuliner tersebut dicicipi di Raja Soto Lama Haji. Hal yang membedakannya dari soto pada umumnya adalah penggunaan sambal kacang sebagai pelengkap utama.

Sambal kacang kemudian dicampurkan ke dalam kuah. Saat pertama dicicipi, sroto tersebut disebut memiliki rasa manis dan gurih. Setelah ditambahkan sambal kacang, rasanya dianggap menjadi lebih seimbang.

Setelah itu, perjalanan berlanjut ke Desa Wisata Baturaden. Kawasan ini menawarkan berbagai pilihan makanan lokal. Sate kelinci, sate ayam, dan wedang ronde menjadi beberapa kuliner yang disebut dalam perjalanan.

Udara dingin di dataran tinggi Baturaden juga membuat minuman hangat seperti wedang ronde menjadi pilihan. Setelah berkeliling, rombongan kembali mencari makanan dan memilih Bebek Goreng Kang Barada.

Menu yang dipesan adalah bebek rica-rica basah dengan nasi. Harga yang disebut dalam video sekitar Rp30.000 termasuk nasi. Mendoan kembali menjadi makanan pendamping yang dicicipi.

Baca Juga: Tempat Wisata Indonesia yang Mendunia, Ini 10 Destinasi yang Jadi Incaran Dunia

Menyusuri Hutan Pinus dan Tirto Widodari

Hari kedua dimulai sejak pukul 05.00. Tujuan pertama adalah Hutan Pinus Limpakuwus di Baturaden yang berada di kaki Gunung Slamet.

Hutan pinus tersebut disebut berjarak sekitar 30 menit dari Purwokerto. Pepohonan pinus yang tinggi dan suasana pegunungan membuat kawasan tersebut terasa tenang. Udara segar menjadi salah satu daya tarik yang dirasakan selama berada di lokasi.

Setelah menikmati hutan pinus, rombongan sarapan di warung pinggir jalan di Baturaden. Dalam video disebutkan nasi goreng tersedia dengan harga mulai Rp2.000, sedangkan nasi goreng spesial seharga Rp15.000. Ada pula menu makanan lain yang ditawarkan di warung tersebut.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Bumi Bambu dan Tirto Widodari. Telaga ini disebut memiliki kedalaman sekitar 3,5 meter. Menurut cerita yang disampaikan dalam perjalanan, tempat tersebut dikaitkan dengan pemandian bidadari.

Untuk menuju lokasi, pengunjung perlu berjalan sekitar delapan menit dari pintu masuk. Jalurnya disebut tidak memiliki rintangan yang berat.

Air Tirto Widodari menjadi salah satu daya tarik karena terasa segar dan jernih. Dalam perjalanan tersebut, tiket masuk disebut mulai dari Rp25.000. Pengunjung juga membayar parkir motor sekitar Rp2.000, sementara pelampung tersedia dengan harga sekitar Rp10.000.

Pemandangan pelangi juga sempat terlihat di kawasan tersebut. Waktu pagi disebut menjadi salah satu waktu yang baik untuk menikmati pantulan cahaya matahari di air.

Menjelang sore, perjalanan dilanjutkan ke Menara Teratai yang disebut memiliki tinggi sekitar 114 meter dan menjadi salah satu ikon baru Purwokerto.

Malam terakhir diisi dengan menikmati makanan di Lemprakan Lik Surip. Istilah lemprakan berarti lesehan, sedangkan “Lik” atau “Lilik” berarti om. Menu yang tersedia disebut menghadirkan nuansa masakan rumahan khas Jawa.

Perjalanan dua hari satu malam tersebut akhirnya memperlihatkan berbagai sisi Purwokerto. Selain wisata alam di kawasan Baturaden, perjalanan ini juga menghadirkan pengalaman menikmati pasar tradisional, kuliner legendaris, makanan khas Banyumas, serta suasana kota.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : cholis majid
Purwokerto Tirto Widodari Es Krim Brazil Bayan Village Menara Teratai