Wisata Purwokerto 2 Hari 1 Malam, Kuliner Legendaris hingga Alam Baturaden

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 15:45 WIB
Wisata Purwokerto menghadirkan kuliner legendaris, Baturaden, Limpakuwus, Tirto Widodari dan Menara Teratai. (Pinterest)
Wisata Purwokerto menghadirkan kuliner legendaris, Baturaden, Limpakuwus, Tirto Widodari dan Menara Teratai. (Pinterest)

JAKARTA - Wisata Purwokerto menawarkan pengalaman perjalanan yang memadukan kuliner, suasana kota, dan keindahan alam di kawasan Baturaden. Dalam perjalanan dua hari satu malam, sejumlah destinasi dikunjungi, mulai dari Pasar Manis dan Es Krim Brazil hingga Hutan Pinus Limpakuwus serta Tirto Widodari di kaki Gunung Slamet.

Perjalanan ini dimulai dari Bandung. Rombongan berangkat dari Stasiun Kiaracondong pada pukul 23.00 menggunakan kereta api Serayu. Tiket perjalanan disebut seharga Rp63.000 dengan waktu tempuh sekitar 6 jam 30 menit.

Setelah tiba di Purwokerto, perjalanan langsung dilanjutkan dengan menikmati suasana pagi dan kuliner khas.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Indonesia yang Mendunia, dari Wakatobi hingga Bali

Pasar Manis dan Es Krim Brazil

Destinasi pertama adalah Pasar Manis, salah satu pasar tradisional yang cukup dikenal di Purwokerto. Pasar tersebut menjadi tempat untuk melihat aktivitas masyarakat pada pagi hari sekaligus mencari sarapan dan berbagai jajanan.

Setelah sarapan, perjalanan kuliner dilanjutkan ke Es Krim Brazil. Tempat ini disebut telah berdiri sejak 1968 dan menjadi salah satu kuliner legendaris yang digemari warga Purwokerto dari generasi ke generasi.

Nama Brazil ternyata memiliki cerita tersendiri. Dalam perjalanan tersebut dijelaskan bahwa nama Brazil bukan diambil dari negara Brazil. Nama tersebut berasal dari kata “berhasil”, yang menjadi harapan sang pendiri ketika memulai usaha.

Setelah puas menikmati kuliner, rombongan menuju Nava Hotel Purwokerto. Hotel ini dipilih sebagai tempat beristirahat selama perjalanan.

Dalam video, Nava Hotel disebut sebagai hotel terbaru yang ada di Purwokerto. Pembukaannya berlangsung pada 18 Februari 2026. Hotel tersebut menawarkan desain modern dan suasana yang nyaman.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Bayan Village di kawasan Baturaden. Tempat ini memadukan alam, kuliner, dan penginapan dalam satu kawasan.

Suasana hijau, udara sejuk, serta suara aliran sungai menjadi bagian dari pengalaman di Bayan Village. Rombongan juga mencoba sejumlah makanan seperti gorengan, mendoan, gurame, dan bebek.

Menjelajahi Kuliner Malam

Setelah menikmati berbagai kuliner dari pagi hingga sore, malam harinya rombongan mampir ke Alun-Alun Purwokerto. Salah satu makanan yang dicoba adalah sroto kacang khas Banyumas.

Kuliner tersebut disantap di Raja Soto Lama Haji. Ciri khas sroto yang dicoba adalah penggunaan sambal kacang sebagai pelengkap utama.

Sambal kacang kemudian dicampurkan ke dalam kuah sroto. Rasa kuahnya disebut manis dan gurih, sedangkan tambahan sambal kacang membuat rasa keseluruhan menjadi lebih seimbang.

Setelah itu, rombongan menuju Desa Wisata Baturaden. Kawasan tersebut banyak menawarkan street food, seperti sate kelinci dan sate ayam. Ada pula jahe serta wedang ronde yang cocok dinikmati ketika udara terasa dingin.

Perjalanan kuliner malam kemudian berlanjut ke Bebek Goreng Kang Barada. Rombongan memesan bebek rica-rica basah dengan nasi. Harga yang disebut dalam video sekitar Rp30.000 termasuk nasi.

Mendoan kembali menjadi pendamping makanan. Kuliner tersebut memang beberapa kali muncul selama perjalanan di Purwokerto dan Baturaden.

Baca Juga: Tempat Wisata Indonesia yang Mendunia, Ini 10 Destinasi yang Jadi Incaran Dunia

Menikmati Suasana Kaki Gunung Slamet

Hari kedua dimulai sejak pukul 05.00. Rombongan menuju Hutan Pinus Limpakuwus di Baturaden, tepatnya di kaki Gunung Slamet.

Hutan pinus ini disebut berjarak sekitar 30 menit dari Purwokerto. Pepohonan yang menjulang tinggi dan udara pegunungan menciptakan suasana yang tenang.

Perjalanan menuju Limpakuwus menjadi salah satu bagian yang paling menonjol karena rombongan dapat melihat Gunung Slamet dari dekat. Kawasan hutan tersebut juga disebut cocok dimasukkan dalam daftar perjalanan ketika berkunjung ke Purwokerto.

Setelah menikmati hutan pinus, rombongan sarapan di warung pinggir jalan. Dalam video disebutkan nasi goreng tersedia mulai Rp2.000, sementara nasi goreng spesial dibanderol Rp15.000. Ada pula makanan lain yang tersedia dengan harga terjangkau.

Tujuan selanjutnya adalah Bumi Bambu dan Tirto Widodari. Telaga tersebut disebut memiliki kedalaman sekitar 3,5 meter dan memiliki cerita sebagai tempat pemandian bidadari.

Untuk mencapai air terjun, pengunjung perlu melakukan tracking sekitar delapan menit dari pintu masuk. Jalurnya disebut tidak memiliki rintangan yang berat.

Air Tirto Widodari terasa segar dan jernih. Tiket masuk disebut mulai Rp25.000, belum termasuk parkir motor sekitar Rp2.000. Pengunjung yang membutuhkan pelampung dapat menyewanya dengan harga sekitar Rp10.000.

Menjelang sore, rombongan mengunjungi Menara Teratai yang disebut memiliki tinggi sekitar 114 meter dan menjadi salah satu ikon baru Purwokerto.

Perjalanan kemudian ditutup dengan kuliner malam di Lemprakan Lik Surip. Istilah lemprakan berarti lesehan, sedangkan Lik atau Lilik berarti om. Makanan yang tersedia memberikan nuansa masakan rumahan khas Jawa.

Dari perjalanan tersebut, wisata Purwokerto terlihat menawarkan kombinasi pengalaman yang cukup lengkap. Alam Baturaden dan kaki Gunung Slamet berpadu dengan kuliner tradisional serta suasana kota, sehingga perjalanan dua hari satu malam dapat diisi dengan berbagai aktivitas.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : cholis majid
Purwokerto Es Krim Brazil Bayan Village Menara Teratai Hutan Pinus Limpakuwus