TAWANGMANGU - Sate Kambing Pak Pur Tawangmangu menjadi salah satu kuliner yang diburu wisatawan saat berkunjung ke kawasan wisata lereng Gunung Lawu. Warung sederhana di tepi jalan raya Tawangmangu itu dikenal dengan potongan daging kambing yang tebal, rasa gurih dan manis, serta harga yang relatif terjangkau. Bahkan pada hari libur, pengunjung disebut harus menunggu hingga dua jam untuk mendapatkan pesanan.
Keramaian tersebut tidak hanya terjadi saat akhir pekan. Dalam tayangan kuliner, warung Sate Kambing Pak Pur tetap dipadati pengunjung meski didatangi pada hari kerja. Antrean sekitar satu hingga satu setengah jam juga masih mungkin terjadi.
Sate Kambing Rp20 Ribu Jadi Buruan
Salah satu daya tarik utama Sate Kambing Pak Pur adalah harganya. Dalam tayangan tersebut, satu porsi berisi 10 tusuk sate kambing dibanderol Rp20 ribu.
Baca Juga: Tempat Wisata Indonesia yang Mendunia, 10 Destinasi dengan Pesona Berbeda
Daging kambing dipotong dengan ukuran cukup tebal kemudian dibakar menggunakan arang hingga mengeluarkan aroma khas sate. Setelah matang, sate disajikan dengan bumbu kecap, irisan bawang merah, kol, dan tomat.
Tekstur dagingnya disebut empuk dan juicy. Cita rasanya cenderung manis dan gurih sehingga cocok disantap bersama nasi hangat. Potongan daging yang cukup tebal juga menjadi salah satu ciri yang membuat sate tersebut berbeda dari sejumlah sajian sate lainnya.
Selain sate kambing, tersedia pula sate ayam. Pengunjung juga dapat memilih menu seperti tongseng. Dalam tayangan, tengkleng disebut sedang habis ketika pesanan dilakukan.
Tongseng yang tersedia menggunakan campuran daging dan jeroan, termasuk kikil serta babat. Kuahnya memberikan sensasi hangat yang cocok dengan kondisi udara Tawangmangu yang dingin.
Antrean Panjang Saat Hari Libur
Popularitas Sate Kambing Pak Pur membuat waktu tunggu menjadi bagian yang perlu diperhitungkan calon pembeli. Pengelola menyebut antrean pada hari biasa dapat mencapai sekitar satu jam hingga satu setengah jam.
Baca Juga: Tempat Wisata Indonesia yang Mendunia, Ini 10 Destinasi yang Jadi Incaran Dunia
Sementara ketika hari libur, waktu tunggu bisa lebih panjang. Pengunjung bahkan disebut perlu mempersiapkan waktu sekitar dua jam untuk mendapatkan pesanan.
Pembelinya juga datang dari berbagai daerah. Dalam percakapan dengan pemilik, disebutkan pelanggan berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Solo dan Madiun.
Keramaian tersebut menunjukkan bahwa sate kambing menjadi salah satu kuliner yang melekat dengan perjalanan wisata ke Tawangmangu. Pengunjung tidak sekadar mencari makanan untuk mengisi perut, tetapi juga menjadikan kuliner lokal sebagai bagian dari pengalaman berwisata.
Kuliner Pendamping Wisata Tawangmangu
Tawangmangu sendiri dikenal sebagai kawasan wisata dengan udara pegunungan yang sejuk dan panorama hijau. Kondisi tersebut membuat makanan berkuah maupun sajian bakaran seperti sate kambing cocok dinikmati setelah wisatawan beraktivitas.
Selain mencicipi Sate Kambing Pak Pur, tayangan tersebut juga menampilkan sejumlah kuliner dan tempat menginap di Tawangmangu. Salah satunya sop iga yang disantap pada pagi hari serta ayam ingkung di sebuah restoran hotel.
Namun, Sate Kambing Pak Pur menjadi salah satu kuliner yang mendapat perhatian karena harga, ukuran daging, dan antreannya.
Bagi wisatawan yang berencana mencicipinya, datang pada hari kerja belum tentu membuat antrean hilang. Pengunjung tetap disarankan menyediakan waktu lebih karena warung tersebut bisa ramai meski bukan akhir pekan.
Dengan harga Rp20 ribu untuk 10 tusuk berdasarkan informasi dalam tayangan, potongan daging tebal, serta cita rasa manis dan gurih, Sate Kambing Pak Pur menjadi salah satu pilihan kuliner yang patut masuk daftar saat menjelajahi Tawangmangu.
Editor : Maylanni Diana Fitri