JAKARTA - Sambal Belut Ibu Sumarni menjadi salah satu menu yang paling disorot dalam tayangan kuliner tersebut. Seporsi belut goreng crispy dibanderol Rp35 ribu dan disajikan bersama sambal serta aneka sayuran seperti daun telo, kemangi, tauge, terong, timun, dan kacang panjang. Belut yang digunakan disebut masih segar sebelum diolah.
Menu tersebut menjadi pilihan favorit karena belut digoreng hingga menghasilkan tekstur renyah. Proses pengolahan dilakukan menggunakan kayu bakar, sementara sejumlah bahan makanan disiapkan langsung di dapur sebelum dibawa untuk disajikan kepada pelanggan.
Belut Digoreng hingga Crispy
Dalam tayangan, proses pengolahan ikan diperlihatkan mulai dari dapur. Salah satu bahan yang digunakan adalah ikan patin yang dicuci sebelum dimasak. Selain patin, tempat makan tersebut juga menyediakan berbagai pilihan lauk seperti ayam, bebek, lele, udang, hingga belut.
Baca Juga: Pantai Trenggalek: 7 Destinasi Populer, dari Prigi hingga Karanggongso
Belut disebut sebagai salah satu menu yang paling banyak diminati. Belut kemudian digoreng hingga lebih renyah. Proses tersebut menghasilkan tekstur crispy yang menjadi daya tarik ketika disantap bersama sambal.
Seporsi Sambal Belut Ibu Sumarni berisi belut goreng dengan berbagai pelengkap. Ada daun telo, kemangi, tauge, terong, timun, dan kacang panjang. Kombinasi tersebut membuat satu porsi tidak hanya berisi lauk utama, tetapi juga sayuran pendamping.
Ketika dicicipi, belut mendapatkan respons positif. Teksturnya disebut crunchy dengan rasa gurih. Sambal yang menjadi pendamping juga mendapat pujian karena memberikan rasa pedas dan memperkuat cita rasa belut goreng.
Sambal Disiapkan untuk Berbagai Menu
Sambal menjadi bagian penting dari sajian di tempat tersebut. Dalam tayangan terlihat proses pembuatan sambal terasi dengan bahan-bahan yang disiapkan sebelum disajikan.
Baca Juga: Pantai Trenggalek: 7 Destinasi Populer, dari Prigi hingga Karanggongso
Selain sambal belut, tersedia pula sambal mentah yang bisa menjadi pendamping sejumlah menu. Konsep tersebut membuat pelanggan dapat menikmati lauk goreng dengan sambal sebagai pelengkap.
Tidak hanya belut, terdapat pula udang crispy atau udang Kentucky, ikan patin, lele, ayam, dan bebek. Pilihan lauk yang beragam membuat pelanggan memiliki banyak alternatif ketika memilih menu.
Kayu Bakar hingga Pete Bakar
Proses memasak juga menggunakan kayu bakar. Penggunaan bahan bakar tersebut menjadi salah satu hal yang diperlihatkan dalam tayangan ketika melihat aktivitas dapur.
Selain lauk utama, pete bakar turut tersedia. Dalam tayangan disebutkan harga pete bakar mencapai Rp10 ribu per biji dengan jumlah minimal tertentu. Kebutuhan bahan baku yang cukup besar juga terlihat dari keterangan bahwa belut yang digunakan dapat mencapai sekitar 15 kilogram dalam sehari. Udang yang disiapkan disebut sekitar 2 kilogram.
Harga beberapa paket makanan juga disebut dalam tayangan. Menu ayam atau bebek dengan nasi dan minuman berada di kisaran Rp40 ribu, sedangkan patin disebut Rp35 ribu. Harga tersebut menjadi pilihan bagi pelanggan yang ingin mendapatkan lauk lengkap bersama nasi dan minuman.
Rp35 Ribu Sudah Dapat Sajian Lengkap
Sambal Belut Ibu Sumarni seharga Rp35 ribu menjadi salah satu menu yang dinilai layak karena porsinya dilengkapi beragam sayuran. Belut goreng yang renyah dipadukan dengan sambal menjadi sajian utama.
Dalam tayangan, rasa belut disebut gurih dan teksturnya crunchy. Sambalnya juga mendapat respons positif hingga suapan terakhir.
Perpaduan belut segar, proses penggorengan hingga crispy, sambal, dan sayuran membuat menu tersebut menjadi salah satu sajian yang paling menonjol dalam kunjungan kuliner tersebut.
Editor : Maylanni Diana Fitri