Makanan Khas Indonesia, dari Bubur Manado hingga Martabak Sagu Papua

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 18:25 WIB
Makanan khas Indonesia punya cita rasa beragam, dari rendang dan pempek hingga martabak sagu khas Papua.(gemini AI)
Makanan khas Indonesia punya cita rasa beragam, dari rendang dan pempek hingga martabak sagu khas Papua.(gemini AI)

JAKARTA - Makanan khas Indonesia memiliki keragaman yang mencerminkan kekayaan budaya dan bahan pangan dari berbagai daerah. Mulai dari bubur Manado yang kaya sayuran, rendang khas Minangkabau, pempek Palembang, hingga martabak sagu dari Fakfak, setiap hidangan mempunyai karakter dan cita rasa tersendiri.

Kuliner tradisional Indonesia tidak hanya dikenal karena rasanya, tetapi juga karena cara pengolahan dan bahan yang digunakan. Beberapa makanan bahkan memiliki nama serta bentuk yang berbeda dari sajian yang selama ini umum ditemukan di daerah lain.

Bubur Manado dan Nasi Kuning

Salah satu makanan khas Indonesia yang disebut dalam tayangan tersebut adalah bubur Manado atau tinutuan. Makanan ini berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Tinutuan dikenal sebagai sajian berbahan dasar bubur yang dipadukan dengan berbagai bahan, terutama sayuran.

Baca Juga: Sate Kambing Pak Pur Tawangmangu Ramai Terus, Antrean Bisa 2 Jam

Ada pula nasi kuning yang dapat ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam tayangan disebutkan nasi kuning dikenal di Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, Manado, hingga Banjar. Perbedaan daerah membuat sajian nasi kuning dapat hadir dengan pelengkap dan karakter masing-masing.

Ragam tersebut menunjukkan bagaimana satu jenis makanan dapat berkembang dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat di berbagai wilayah.

Rendang dan Sate Jadi Kuliner Populer

Rendang Padang menjadi salah satu makanan yang memiliki identitas kuat dalam kuliner Indonesia. Hidangan tradisional masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat ini dikenal dengan cita rasa bumbu yang kaya.

Selain rendang, ada sate yang juga sangat populer. Sate umumnya dibuat menggunakan daging ayam atau kambing yang ditusuk menggunakan tusuk bambu atau lidi, kemudian dibakar dan disajikan bersama saus kacang.

Kombinasi bahan, bumbu, dan teknik memasak membuat sate memiliki banyak variasi di Indonesia. Meski bentuk dasarnya serupa, penyajiannya dapat berbeda sesuai kebiasaan masyarakat setempat.

Pempek hingga Coto Makassar

Dari Sumatera Selatan, ada pempek yang menjadi salah satu kuliner khas Palembang. Makanan ini dibuat dari ikan yang dicampur dengan tepung sagu. Perpaduan tersebut menghasilkan tekstur khas yang menjadi ciri pempek.

Sementara dari Sulawesi Selatan terdapat coto Makassar atau coto Mangasara. Hidangan tersebut merupakan makanan tradisional yang berasal dari Makassar dan menjadi bagian dari kekayaan kuliner daerah.

Keberagaman makanan tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki banyak sajian tradisional dengan karakter yang berbeda-beda, baik dari bahan maupun cara pengolahannya.

Ada Kue Rangi dan Martabak Sagu

Kuliner tradisional juga hadir dalam bentuk makanan ringan. Kue rangi atau sagu rangi merupakan salah satu kue tradisional Betawi.

Sementara itu, terdapat martabak sagu yang berbeda dari martabak yang banyak dikenal masyarakat. Jika martabak pada umumnya menggunakan tepung dan telur, martabak sagu dibuat menggunakan sagu yang berasal dari Fakfak, Papua Barat.

Keunikan bahan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana sumber pangan lokal dapat diolah menjadi makanan tradisional dengan identitas tersendiri.

Keragaman makanan khas Indonesia akhirnya tidak hanya soal banyaknya jenis hidangan, tetapi juga tentang cerita daerah, bahan lokal, serta kebiasaan masyarakat yang diwariskan melalui makanan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
makanan khas Indonesia rendang Padang pempek Palembang coto Makassar martabak sagu