Kuliner Blok M Jadi Ajang Kenalkan Makanan Indonesia ke Teman dari Kanada

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 19:25 WIB
Kuliner Blok M mempertemukan makanan Indonesia dan street food sambil mengungkap cerita mahasiswa Indonesia di Kanada.(gemini AI)
Kuliner Blok M mempertemukan makanan Indonesia dan street food sambil mengungkap cerita mahasiswa Indonesia di Kanada.(gemini AI)

JAKARTA - Kuliner Blok M menjadi bagian dari pertemuan tiga kreator yang tidak sekadar berburu makanan. Dalam perjalanan tersebut, mereka mencicipi beragam makanan Indonesia dan jajanan kaki lima, mulai dim sum, nasi cumi, nasi Tegal, cilok, tahu gejrot, telur gulung hingga ceker ayam. Obrolan juga mengarah pada upaya mengenalkan cita rasa Indonesia kepada masyarakat internasional.

Luna dan Marina, dua mahasiswa Indonesia yang tinggal di Vancouver, Kanada, ikut dalam perjalanan tersebut. Keduanya sudah lama menempuh pendidikan di luar Indonesia sehingga momen menikmati makanan Nusantara di Jakarta menjadi kesempatan untuk kembali mencicipi berbagai hidangan yang familiar.

Perjalanan kuliner itu sekaligus memperlihatkan bagaimana makanan Indonesia dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan budaya Nusantara kepada orang dari negara lain.

Dim Sum Jadi Tujuan Awal

Perjalanan dimulai dengan mendatangi sebuah tempat dim sum yang sedang ramai. Antrean terlihat cukup panjang hingga nomor mereka masih terpaut cukup jauh dari antrean yang sedang dilayani.

Baca Juga: Makanan Khas Daerah Indonesia dari Aceh hingga Papua, Ini Daftar 38 Provinsi

Agar tidak terlalu lama menunggu, rombongan memutuskan membawa makanan untuk disantap kemudian. Ceker ayam menjadi salah satu menu yang dibeli, selain dim sum dengan isian udang.

Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat kuliner lain yang disebut sedang populer. Namun, lokasi tersebut ternyata sedang tutup karena waktu istirahat.

Perjalanan akhirnya berlanjut ke Uma Oma, tempat makan dengan suasana yang dibuat seperti rumah. Konsep tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian karena terasa berbeda antara area lantai bawah dan lantai atas.

Nasi Cumi dan Nasi Tegal

Berbagai menu makanan Indonesia tersedia di Uma Oma. Rombongan kemudian memesan nasi cumi, nasi Tegal, dan nasi pedas Bali.

Nasi cumi menjadi salah satu menu yang langsung dicicipi. Cumi yang disajikan mendapat respons positif karena teksturnya dinilai enak dan tidak terlalu berminyak.

Nasi Tegal juga menjadi perhatian. Di sela makan, mereka membahas istilah warteg yang ternyata baru diketahui salah satu anggota rombongan sebagai singkatan dari warung Tegal.

Pembicaraan tersebut menunjukkan bagaimana istilah makanan yang sudah umum bagi sebagian masyarakat Indonesia ternyata masih bisa menjadi pengetahuan baru bagi orang yang lama tinggal di luar negeri.

Dari Makanan ke Cerita Pendidikan

Selain membahas makanan, obrolan berkembang ke kehidupan Luna dan Marina selama tinggal di Vancouver. Mereka menceritakan pengalaman kuliah di Kanada, kehidupan di lingkungan kampus, hingga alasan memilih negara tersebut.

Luna juga bercerita mengenai aktivitas membuat konten memasak. Konten tersebut bermula dari video piknik dan berkembang menjadi konten makanan Indonesia.

Menurut ceritanya, salah satu alasan terus membuat konten adalah keinginan memperkenalkan makanan Indonesia kepada audiens yang lebih luas.

Jajanan Kaki Lima Jadi Penutup

Perjalanan kuliner Blok M kemudian dilanjutkan dengan mencicipi sejumlah street food. Cilok menjadi salah satu jajanan yang dibeli.

Mereka juga membahas berbagai makanan berbahan dasar aci, seperti cireng dan cimol. Penjelasan sederhana mengenai nama makanan tersebut menjadi bagian dari percakapan selama mencicipi jajanan.

Tahu gejrot kemudian ikut dicoba. Rasa asam, bumbu, dan saus yang menyertainya menjadi perhatian saat mereka mendeskripsikan makanan tersebut dalam bahasa Inggris.

Telur gulung juga masuk daftar jajanan yang dicicipi. Setelah itu, rombongan kembali menikmati dim sum dengan isian udang serta ceker ayam.

Bagi salah satu anggota rombongan, ceker merupakan makanan yang baru pertama kali dicoba. Cara menyantap tulang ceker bahkan menjadi pengalaman tersendiri.

Makanan Indonesia Dinilai Punya Potensi Global

Obrolan kemudian mengarah pada makanan Indonesia di luar negeri. Luna menilai makanan Indonesia sebenarnya memiliki cita rasa yang kuat, tetapi belum semudah makanan Thailand, Vietnam, atau India ditemukan di Vancouver.

Ia menyebut nasi Padang, lele goreng, dan gado-gado sebagai beberapa makanan yang mendapat respons positif dari teman-temannya ketika diperkenalkan.

Baginya, mengenalkan makanan Indonesia tidak selalu harus dilakukan melalui kampanye besar. Mengajak satu orang mencoba makanan Nusantara dan kemudian menyukainya sudah menjadi pencapaian tersendiri.

Editor : Maylanni Diana Fitri
kuliner Blok M Blok M Jakarta makanan Indonesia street food Jakarta makanan nusantara