JAKARTA - Memulai hobi akuarium tidak harus langsung memilih ikan dengan perawatan rumit. Ada banyak ikan hias mudah dipelihara yang memiliki warna menarik, aktif bergerak, serta mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan. Guppy, molly, cupang, neon tetra, hingga corydoras menjadi beberapa jenis yang dapat dipertimbangkan oleh penghobi pemula.
Daftar tersebut dibahas dalam sebuah video YouTube yang memberikan rekomendasi 10 jenis ikan hias dengan karakter berbeda. Selain penampilan, beberapa ikan memiliki keunggulan dalam kemampuan beradaptasi dan kemudahan perawatan sehingga cocok bagi orang yang baru mulai memelihara ikan.
Guppy dan Molly Mudah Beradaptasi
Guppy menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk pemula. Ukurannya kecil dengan sirip yang menjuntai dan pilihan warna beragam. Tubuhnya dapat ditemukan dalam warna merah, biru, kuning hingga perpaduan warna menyerupai pelangi.
Keunggulan lain guppy adalah kemampuan beradaptasi terhadap berbagai kondisi air. Ikan ini juga mudah berkembang biak. Sepasang guppy bahkan dapat menghasilkan banyak anakan dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Apresiasi Eduwisata Agrotechnopark SMKN 1 Kademangan di Blitar
Molly juga termasuk ikan yang dikenal tahan terhadap berbagai kondisi air. Bentuk tubuhnya ramping dengan variasi warna hitam, kuning keemasan hingga pola marble.
Ikan tersebut juga aktif berenang dan biasanya dapat hidup bersama ikan hias lainnya. Karakter tersebut membuat molly menjadi salah satu pilihan bagi penghobi yang masih belajar menjaga kondisi akuarium.
Platy juga memiliki ukuran kecil dan gerakan yang aktif. Warna tubuhnya cukup beragam, mulai merah, oranye, kuning hingga kombinasi beberapa warna. Perawatannya disebut sederhana selama kebersihan air dan pemberian pakan tetap diperhatikan.
Cupang hingga Zebra Danio Bikin Akuarium Lebih Hidup
Cupang menjadi ikan yang tidak kalah populer. Dikenal sebagai ikan petarung, cupang memiliki sirip lebar dengan warna yang beragam.
Salah satu kelebihannya adalah dapat dipelihara dalam wadah kecil tanpa aerator. Namun, cupang jantan tidak boleh ditempatkan dalam satu wadah karena berpotensi saling menyerang.
Berbeda dengan cupang, neon tetra justru menarik ketika dipelihara secara berkelompok. Ikan mungil ini memiliki garis biru menyala dan warna merah di bagian bawah tubuh. Gerakannya secara berkelompok dapat menciptakan tampilan menarik di dalam akuarium.
Zebra danio juga merupakan ikan yang aktif. Ciri paling mudah dikenali adalah garis horizontal pada tubuhnya yang menyerupai zebra. Karena suka hidup berkelompok, ikan ini disarankan dipelihara minimal lima ekor.
Goldfish atau ikan mas koki juga masuk dalam daftar. Tubuhnya yang bulat serta ekor yang menjuntai membuatnya mudah dikenali. Namun, ikan ini membutuhkan akuarium yang cukup luas karena menghasilkan kotoran lebih banyak dibandingkan ikan berukuran kecil.
Ada Swordtail, Gurami, dan Corydoras
Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Apresiasi Eduwisata Agrotechnopark SMKN 1 Kademangan di Blitar
Swordtail mempunyai ciri khas ekor panjang menyerupai pedang. Pejantan biasanya memiliki ekor yang lebih menonjol. Selain memiliki bentuk menarik, ikan ini juga mudah dikembangbiakkan sehingga dapat menjadi pilihan bagi penghobi yang ingin mencoba breeding.
Gurami memiliki karakter relatif damai dan dapat dicampur dengan berbagai ikan hias. Ikan ini juga mempunyai organ labirin yang memungkinkannya mengambil oksigen langsung dari udara.
Sementara itu, corydoras merupakan penghuni dasar akuarium yang aktif mengais pasir menggunakan kumis kecilnya. Ikan ini juga sering memakan sisa pakan di dasar akuarium.
Corydoras sebaiknya dipelihara secara berkelompok agar lebih aktif dan tidak mudah merasa malu. Kehadirannya tidak hanya menambah variasi penghuni akuarium, tetapi juga memberikan aktivitas menarik di bagian dasar.
Dari 10 pilihan tersebut, penghobi pemula dapat menyesuaikan ikan dengan ukuran akuarium, kondisi air, serta karakter ikan yang ingin dipelihara. Setiap jenis memiliki kebutuhan dan daya tarik berbeda, sehingga pemilihan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tempat pemeliharaan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Hasil Daya