JAKARTA - Teknik mancing seretan menjadi salah satu cara yang bisa dicoba ketika ikan tidak mau naik ke permukaan, tetapi masih terlihat berada di rata-rata air. Teknik ini dipraktikkan menggunakan tegek, senar berukuran kecil, mata kail yang disesuaikan dengan ukuran ikan, serta umpan yang tidak terlalu besar. Dalam praktiknya, teknik tersebut berhasil menghasilkan beberapa ekor ikan meski cuaca mulai tidak kondusif.
Teknik mancing seretan diperagakan untuk menjawab pertanyaan pemancing mengenai setting piranti dan cara melakukan tarikan. Kondisi utama yang menjadi pertimbangan adalah ketika ikan menyambar umpan bom di bagian rata-rata air, tetapi tidak aktif naik ke permukaan.
Baca Juga: Budidaya Ikan Hias Depok Tembus Pasar Ekspor, Pakan Jadi Kunci agar Ikan Cepat Besar
Setting Piranti Disesuaikan Ukuran Ikan
Piranti yang digunakan terdiri dari mata kail Marusode merek Maguro ukuran 0,5 dan senar berukuran 0,06 milimeter. Pemilihan ukuran kecil dilakukan karena ikan di lokasi tersebut rata-rata berukuran sekitar tiga jari.
Senar tipis digunakan agar gerakan dan respons saat ikan menyambar lebih sensitif. Sementara mata kail kecil dipilih agar sesuai dengan ukuran ikan yang menjadi target.
Dalam praktik tersebut juga digunakan dua tegek, yakni Super 360 dan Rawit 300. Untuk Rawit 300, panjang senar diatur sekitar 80 sentimeter hingga satu meter. Panjang tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi spot dan target ikan.
Jarak antara timah dan mata kail juga diperhatikan. Dalam setting yang digunakan, jaraknya sekitar lima sentimeter. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari teknik yang biasa diterapkan pemancing ketika menggunakan metode seretan.
Kunci Utama Ada pada Senar
Teknik seretan digunakan ketika ikan terlihat menyambar umpan bom di rata-rata air, tetapi tidak mau naik ke permukaan. Umpan kemudian dilempar dan ditarik perlahan ke belakang atau ke samping.
Hal penting yang ditekankan adalah kondisi senar. Senar harus dijaga tetap kencang dan tidak kendor. Ketika senar dalam kondisi tegang, ikan yang menyambar dapat langsung tersambung dengan mata kail sehingga peluang ikan terkena kail menjadi lebih besar.
Sebaliknya, jika senar terlalu kendur, pemancing mungkin perlu melakukan hentakan ketika ikan menarik umpan. Kondisi tersebut membuat teknik seretan membutuhkan refleks yang cukup baik.
Karena itu, pemancing pemula disarankan memperhatikan ketegangan senar selama umpan diseret.
Berhasil Mendapat Sejumlah Ikan
Dalam praktiknya, teknik seretan menghasilkan beberapa ikan. Hasil tangkapan antara lain wader berukuran sekitar dua hingga tiga jari, termasuk beberapa ikan dengan ukuran yang lebih kecil.
Salah satu tangkapan juga disebut memiliki ukuran sekitar tiga jari. Selain itu, terdapat ikan terbang dan beberapa jenis ikan lainnya yang berhasil didapatkan selama proses memancing.
Total tangkapan yang diperoleh mencapai tujuh ekor. Jumlah tersebut tetap disyukuri meskipun kondisi cuaca mulai kurang bersahabat.
Pemancing akhirnya memutuskan mengakhiri aktivitas karena langit mulai mendung dan kondisi dianggap tidak lagi kondusif. Menurutnya, keselamatan lebih penting daripada memaksakan diri melanjutkan kegiatan.
Baca Juga: Budidaya Ikan Hias Depok Tembus Pasar Ekspor, Pakan Jadi Kunci agar Ikan Cepat Besar
Teknik Seretan Perlu Menyesuaikan Kondisi
Dari praktik tersebut, teknik mancing seretan bukan digunakan pada setiap kondisi. Teknik ini lebih tepat dijadikan alternatif ketika ikan menyambar umpan bom di rata-rata air, tetapi tidak mau naik ke permukaan.
Pemancing dapat menyeret umpan secara perlahan ke belakang maupun ke samping. Namun, ketegangan senar tetap menjadi perhatian utama agar respons terhadap sambaran ikan dapat terasa lebih cepat.
Selain setting piranti, ukuran mata kail dan senar juga perlu disesuaikan dengan ukuran ikan di spot. Dengan begitu, perlengkapan yang digunakan tidak berlebihan dan tetap sensitif terhadap sambaran.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Newbie Mancing