Anggur Gospi Bisa Berbuah Lebat, Ternyata Ini Kunci Perawatannya

Difa'un Nadhiroh • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 10:00 WIB
Anggur Gospi bisa berbuah lebat dengan perawatan tepat. Simak rahasia media tanam, pemupukan, pemangkasan, penyiraman hingga penjarangan buah.(PINTEREST)
Anggur Gospi bisa berbuah lebat dengan perawatan tepat. Simak rahasia media tanam, pemupukan, pemangkasan, penyiraman hingga penjarangan buah.(PINTEREST)

BLITAR KAWENTAR - Anggur Gospi menjadi perhatian setelah mampu menghasilkan buah dalam jumlah cukup banyak. Menariknya, keberhasilan budidaya anggur Gospi tersebut tidak hanya bergantung pada pupuk, tetapi juga dipengaruhi media tanam, pemangkasan, pencahayaan matahari hingga pengaturan jumlah buah.

Merawat anggur Gospi sejak penanaman bibit hingga memasuki masa panen. Tanaman itu ditanam dalam pot berkapasitas sekitar 300 liter, tetapi media yang digunakan hanya sekitar 150 liter.

Tanaman anggur Gospi tersebut ditanam pada 27 Maret dan mulai dibuahkan ketika berusia sekitar enam bulan. Setelah kurang lebih sembilan bulan, buah mulai memasuki fase pematangan. Beberapa buah bahkan sudah berwarna hitam dan diperkirakan siap dinikmati dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu.

Media Tanam Jadi Salah Satu Kunci

Media tanam menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan anggur. Campuran yang digunakan terdiri atas tanah merah, sekam bakar, sekam mentah, pasir, pupuk kandang kambing, kapur dolomit, serta cacahan batang pisang.

Media tersebut difermentasi terlebih dahulu. Karena pupuk kandang yang digunakan sudah lapuk, proses fermentasi hanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu sebelum bibit ditanam.

Baca Juga: Cara Merawat Anggrek Dendrobium agar Subur, Jangan Salah Atur Cahaya dan Media Tanam

Setelah penanaman, pemupukan dilakukan secara berkala. Pada fase awal, tanaman diberikan NPK 16-16 dengan dosis sekitar satu sendok makan yang dilarutkan dalam enam liter air. Pemupukan dilakukan sekitar dua hingga tiga minggu sekali, tergantung kondisi tanaman.

Perawatan juga dilengkapi pupuk organik cair dari air cucian beras dan molase. Selain itu, terdapat penggunaan pupuk mikro serta asam humat untuk membantu kondisi media tanam dan penyerapan nutrisi oleh akar.

Matahari dan Pemangkasan Tak Boleh Diabaikan

Pupuk bukan satu-satunya penentu tanaman anggur tumbuh subur. Paparan sinar matahari yang cukup juga sangat penting.

Pemangkasan tunas air dilakukan secara bertahap. Tunas tidak langsung dibuang seluruhnya karena menurut pengalaman Om Rodi, hal tersebut dapat membuat pertumbuhan ke atas lebih cepat, tetapi pembesaran batang menjadi kurang optimal.

Tunas air biasanya dipelihara sekitar dua hingga tiga daun sebelum dikontrol kembali. Cabang tersier kemudian diarahkan dan ditata agar pertumbuhan tanaman lebih merata.

Baca Juga: Media Tanam Anggrek Dendrobium, Pemula Perlu Tahu Cara Pilih dan Merawatnya

Ketika batang sudah cukup matang dan berwarna cokelat, tanaman mulai memasuki persiapan pembuahan. Pada fase ini, pupuk yang digunakan antara lain MKP dan SOP dengan total dosis sekitar 4 gram per liter air.

Jumlah Buah Perlu Dikendalikan

Tanaman tersebut sempat menghasilkan sekitar 70 kluster bunga. Setelah dilakukan penjarangan, jumlahnya berkurang menjadi sekitar 60 kluster. Seiring waktu, sebagian buah kembali dipetik sehingga tersisa sekitar 35 hingga 40 kluster.

Buah yang berukuran kecil dapat menjadi tanda bahwa jumlah buah terlalu banyak sehingga kemampuan tanaman menyuplai nutrisi tidak lagi merata.

Karena itu, penjarangan buah menjadi bagian penting dalam perawatan anggur Gospi. Tanaman tidak cukup hanya dibuat menghasilkan banyak buah, tetapi juga harus mampu mendukung pembesaran buah hingga matang.

Setelah buah berubah menjadi berry, pola pemupukan kembali disesuaikan. NPK 16-16 digunakan untuk membantu pertumbuhan daun, kemudian pupuk dengan kandungan fosfat dan kalium lebih tinggi diberikan ketika buah mulai mengalami perubahan warna.

Baca Juga: Cara Merawat Anggrek Bulan agar Rajin Berbunga, Ternyata Ada Triknya

Penyiraman pun harus disesuaikan dengan fase tanaman. Saat bunga belum mekar, air berlebihan perlu dihindari karena dapat memicu kerontokan. Namun, setelah buah menjadi berry, kebutuhan air meningkat sehingga media tidak boleh dibiarkan terlalu kering.

Keberhasilan menghasilkan anggur dalam jumlah banyak merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor. Mulai dari varietas, media tanam, sinar matahari, pemupukan, pemangkasan, penyiraman hingga pengendalian jumlah buah.

Dengan demikian, budidaya anggur Gospi tidak bisa hanya mengandalkan pupuk. Perawatan yang konsisten dan pengamatan kondisi tanaman menjadi kunci agar tanaman dapat tumbuh sehat sekaligus menghasilkan buah yang optimal.

Editor : Difa'un Nadhiroh
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Anggur Gospi Budidaya anggur Cara merawat anggur Pemupukan anggur Pemangkasan anggur