Cara Menanam Anggrek agar Sehat dan Rajin Berbunga, Ini 7 Langkahnya

Difa'un Nadhiroh • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
Cara menanam anggrek ternyata mudah. Simak 7 langkah penting mulai dari media tanam, penyiraman, pupuk, hama hingga pemindahan pot.(PINTEREST)
Cara menanam anggrek ternyata mudah. Simak 7 langkah penting mulai dari media tanam, penyiraman, pupuk, hama hingga pemindahan pot.(PINTEREST)

BLITAR KAWENTAR - Cara menanam anggrek ternyata tidak cukup hanya dengan menaruh tanaman di pot dan rutin menyiramnya. Pemilihan media tanam, pencahayaan, penyiraman hingga pemupukan menjadi sejumlah faktor penting agar anggrek tumbuh sehat dan rajin berbunga.

Panduan cara menanam anggrek ada tujuh langkah perawatan anggrek dari awal hingga tanaman berbunga. Panduan ini cocok bagi pemula yang ingin mencoba budidaya anggrek di rumah tanpa harus memiliki peralatan khusus.

Cara menanam anggrek dimulai dari memilih media tanam yang tepat. Tanaman anggrek membutuhkan media yang memiliki porositas tinggi agar air tidak menggenang dan menyebabkan akar terserang jamur.

1. Pilih Media Tanam yang Poros

Ada banyak pilihan media tanam yang dapat digunakan. Di antaranya arang kayu, cacahan pakis, pecahan genteng, pecahan batu bata, hingga moss.

Media juga bisa menggunakan potongan kayu yang tidak mudah lapuk apabila anggrek ingin ditanam secara gantung. Untuk anggrek dendrobium, kombinasi arang, cacahan pakis dan pecahan genteng dinilai cocok. Sabut kelapa yang telah dipotong juga dapat ditambahkan. Intinya, media harus mampu mengalirkan air dengan baik sekaligus tetap menyediakan ruang bagi akar untuk bernapas.

Baca Juga: Cara Menanam Bugenvil dari Stek di Kap Plastik, Begini Langkahnya

2. Perhatikan Sinar Matahari dan Sirkulasi Udara

Penempatan menjadi faktor berikutnya. Setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni kelembapan, sirkulasi udara dan paparan sinar matahari.

Kelembapan sekitar 50 persen disebut cukup ideal bagi anggrek. Jika lokasi terlalu panas, kelembapan dapat ditambah dengan menyediakan genangan atau kolam kecil di sekitar tanaman.

Sirkulasi udara juga penting. Anggrek menyukai tempat dengan aliran udara yang baik. Untuk paparan cahaya, sekitar 50 persen sinar matahari dapat menjadi patokan awal.

Daun menjadi indikator sederhana. Daun yang kuning dan kering menandakan cahaya terlalu kuat. Sebaliknya, daun hijau tua dapat menunjukkan tanaman kekurangan cahaya. Daun hijau cerah menjadi salah satu tanda kondisi pencahayaan lebih ideal.

3. Jangan Asal Menyiram

Penyiraman harus disesuaikan dengan media tanam. Media seperti arang, pakis dan pecahan genteng yang cepat kering membutuhkan penyiraman lebih sering. Sementara moss dapat menyimpan air lebih lama.

Baca Juga: Cara Menanam Aglonema agar Cepat Beradaptasi, Media Tanam Jadi Kunci

Jika tanaman berada di luar ruangan dan terkena hujan, penyiraman tambahan tidak selalu diperlukan. Waktu penyiraman yang dianjurkan adalah pagi sekitar pukul 07.00-09.00 atau sore pukul 16.00-18.00.

Akar juga dapat menjadi indikator. Akar putih kecokelatan dan kering menandakan kekurangan air, sedangkan akar hitam dapat menjadi tanda terlalu banyak air atau serangan jamur.

4. Berikan Pupuk Sesuai Fase Pertumbuhan

Pemupukan menjadi langkah penting berikutnya. Pupuk seperti Gandasil D dapat digunakan untuk membantu pertumbuhan tanaman, sedangkan Gandasil B digunakan ketika anggrek sudah dewasa dan memasuki fase pembungaan.

Pupuk padat seperti Dekastar juga dapat menjadi pilihan bagi pemilik tanaman yang tidak ingin terlalu sering melakukan pemupukan cair. Dosis tetap harus mengikuti petunjuk pada kemasan agar tidak menyebabkan tanaman kelebihan nutrisi.

5. Kendalikan Hama

Anggrek dapat diserang berbagai hama, mulai kutu putih, kutu perisai, kumbang, belalang hingga semut. Selain itu, serangan jamur juga perlu diwaspadai.

Baca Juga: Cara Menanam Bonsai untuk Pemula, 5 Tahap agar Tanaman Tumbuh dan Terbentuk

Pengendalian dapat dilakukan menggunakan insektisida dan fungisida sesuai kebutuhan. Untuk pemilik yang memilih metode organik, ekstrak daun mimba atau neem oil dapat menjadi alternatif.

6. Lakukan Pemangkasan

Bagian tanaman yang rusak, kering atau terserang penyakit sebaiknya segera dipangkas. Pada dendrobium, bagian bekas bunga yang sudah kering dapat dipotong karena tidak lagi menghasilkan bunga.

Alat pemangkasan harus bersih dan steril. Pisau atau gunting dapat dibersihkan menggunakan alkohol atau disinfektan untuk mencegah penyebaran penyakit.

7. Pindahkan ke Pot yang Lebih Besar

Pemindahan pot dilakukan ketika akar sudah terlalu padat atau keluar dari pot. Pot baru harus dibersihkan terlebih dahulu, begitu pula media tanamnya.

Akar yang rusak atau menghitam dipotong sebelum tanaman dipindahkan. Tanaman kemudian dapat direndam dalam larutan antijamur selama beberapa menit.

Baca Juga: Cara Menanam Bunga Mawar di Pot, Perhatikan Ukuran Pot dan Media Tanam

Saat ditanam kembali, media tidak boleh dipadatkan berlebihan. Sebagian akar juga jangan ditutup seluruhnya agar tetap mendapatkan ruang untuk bernapas.

Setelah dipindahkan, anggrek sebaiknya ditempatkan di area teduh untuk membantu tanaman beradaptasi. Dengan menerapkan tujuh langkah tersebut, pemula dapat meningkatkan peluang anggrek tumbuh sehat, subur dan rajin berbunga di rumah.

Editor : Difa'un Nadhiroh
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
media tanam anggrek Cara Menanam Anggrek Pupuk Anggrek Merawat anggrek Anggrek rajin berbunga