Cara Merawat Strawberry agar Cepat Berbuah, 7 Trik Ini Sering Terlewat

Difa'un Nadhiroh • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 10:40 WIB
Cara merawat strawberry agar cepat berbuah ternyata tidak sulit. Simak 7 langkah penting mulai dari penyiraman, sinar matahari hingga pemangkasan.(PINTEREST)
Cara merawat strawberry agar cepat berbuah ternyata tidak sulit. Simak 7 langkah penting mulai dari penyiraman, sinar matahari hingga pemangkasan.(PINTEREST)

BLITAR KAWENTAR - Cara merawat strawberry agar cepat berbuah menjadi perhatian bagi penghobi tanaman yang sudah lama menanam, tetapi belum juga melihat bunga dan buah muncul. Kondisi tersebut ternyata tidak selalu disebabkan tanaman yang kurang pupuk.

Cara merawat strawberry agar cepat berbuah perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyiraman, pencahayaan, pemangkasan daun, hingga pengendalian hama. Perawatan yang tidak tepat justru dapat membuat energi tanaman lebih banyak digunakan untuk pertumbuhan daun daripada pembentukan bunga dan buah.

Bagi pemilik strawberry yang masih sulit berbuah, ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Cara merawat strawberry agar cepat berbuah ini menekankan keseimbangan antara kebutuhan air, nutrisi, sinar matahari, serta kondisi media tanam.

1. Rutin Menyiram dan Pastikan Air Meresap

Penyiraman menjadi salah satu hal dasar yang tidak boleh dilewatkan. Tanaman strawberry membutuhkan air yang cukup agar pertumbuhannya tetap optimal.

Dalam perawatan yang dibagikan, kebutuhan air strawberry berada di kisaran 500 mililiter atau sekitar setengah liter. Penyiraman dilakukan hingga air meresap dan keluar melalui bagian bawah polybag.

Baca Juga: Tips Merawat Monstera di Dalam Rumah agar Sehat, Simak 5 Caranya

Waktu penyiraman yang disarankan adalah pagi hari. Selain itu, tanaman perlu diperiksa secara rutin untuk memastikan tidak ada ulat yang menyerang daun muda maupun calon buah.

2. Pastikan Strawberry Mendapat Sinar Matahari

Strawberry membutuhkan paparan sinar matahari sekitar delapan hingga 10 jam. Karena itu, tanaman sebaiknya ditempatkan di area yang mendapatkan sinar matahari langsung.

Meletakkan strawberry di bawah pohon atau tempat yang terlalu teduh dapat mengurangi intensitas cahaya yang diterima tanaman. Akibatnya, proses pembentukan bunga bisa terganggu dan tanaman menjadi lebih sulit menghasilkan buah.

Pemberian kompos juga dapat dilakukan secara berkala. Kompos bisa diletakkan di sekitar tanaman. Namun, jika menggunakan pupuk kimia, pemberiannya perlu diberi jarak dari batang.

3. Jangan Biarkan Daun Terlalu Rimbun

Daun strawberry yang terlalu rimbun ternyata dapat menghambat pembentukan bunga dan buah. Energi tanaman bisa lebih banyak digunakan untuk mempertahankan pertumbuhan daun.

Baca Juga: Cara Merawat Tanaman Monstera agar Subur, Perhatikan Cahaya dan Penyiraman

Daun yang sudah tua sebaiknya dibuang secara rutin. Sisakan sekitar dua hingga tiga daun yang masih sehat. Pemangkasan dianjurkan dilakukan dengan tangan dan dicabut hingga bagian pangkalnya.

Cara ini dilakukan agar daun baru dapat tumbuh dengan lebih baik sekaligus memberikan ruang bagi tanaman untuk mengembangkan bunga.

4. Pangkas Sulur dan Bekas Buah

Jika target utama adalah mempercepat munculnya buah, sulur atau calon anakan strawberry dapat dipangkas terlebih dahulu. Sulur sebaiknya dipelihara hanya jika memang ingin memperbanyak tanaman.

Begitu pula bagian tanaman yang sudah selesai berbuah. Sisa bagian tersebut sebaiknya dibersihkan hingga pangkalnya agar tidak menghambat pertumbuhan berikutnya.

5. Berikan Booster Pembungaan

Tanaman strawberry juga dapat diberikan booster atau pemicu pembungaan. Salah satu bahan yang digunakan dalam perawatan tersebut adalah eco-enzyme hasil fermentasi.

Baca Juga: Cara Merawat Anggrek Dendrobium agar Subur, Pemula Bisa Ikuti Langkah Ini

Eco-enzyme kemudian dilarutkan sebelum diaplikasikan pada tanaman. Pemberian bahan tambahan seperti ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung proses pembungaan strawberry.

6. Gemburkan Media Tanam

Media tanam dalam polybag perlu dijaga agar tetap gembur. Tanah yang terlalu padat dapat mengganggu kondisi perakaran dan membuat air tidak meresap dengan baik.

Penggemburan bisa dilakukan menggunakan alat sederhana seperti garpu. Langkah ini tetap diperlukan meski tanaman sudah rutin mendapatkan kompos atau bahan organik.

7. Kendalikan Hama dengan Pestisida Organik

Perawatan strawberry juga perlu disertai pengendalian hama. Salah satu cara yang digunakan adalah pestisida organik berbahan tembakau.

Tembakau dapat direndam menggunakan air panas dan didiamkan selama sehari sebelum digunakan untuk penyemprotan. Bahan lain seperti bawang putih dan daun pepaya juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pestisida organik.

Baca Juga: Cara Merawat Anggrek Bulan agar Rajin Berbunga, Ternyata Ada Triknya

Dengan perawatan yang konsisten, tanaman strawberry diharapkan dapat tumbuh lebih sehat dan memiliki peluang lebih besar untuk memasuki fase pembungaan hingga menghasilkan buah.

Editor : Difa'un Nadhiroh
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
cara merawat strawberry agar cepat berbuah tanaman strawberry pupuk strawberry bunga strawberry perawatan strawberry