Cara Budidaya Ikan Glofish Modal Rp1.000, Ternyata Bisa Hasilkan Ribuan Burayak

Difa'un Nadhiroh • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 11:00 WIB
Cara budidaya ikan glofish ternyata bisa dimulai dengan modal murah. Simak metode pemijahan memakai besek yang praktis dan menghasilkan banyak burayak.(PINTEREST)
Cara budidaya ikan glofish ternyata bisa dimulai dengan modal murah. Simak metode pemijahan memakai besek yang praktis dan menghasilkan banyak burayak.(PINTEREST)

BLITAR KAWENTAR - Cara budidaya ikan glofish ternyata bisa dilakukan dengan metode sederhana dan biaya relatif murah. Bagi pemula yang ingin mencoba memijahkan ikan hias ini, tidak harus memiliki kolam permanen atau peralatan mahal.

Cara budidaya ikan glofish yang dibagikan dalam sebuah praktik pemijahan tersebut hanya memanfaatkan besek, tali, pelampung, serta wadah untuk menampung ikan. Metode sederhana ini diklaim mampu membuat proses pemijahan lebih efisien sekaligus memudahkan perawatan burayak.

Menariknya, cara budidaya ikan glofish tersebut menggunakan dua besek untuk satu pasang indukan. Dengan harga besek sekitar Rp500 per buah, kebutuhan wadah untuk satu indukan hanya sekitar Rp1.000. Sementara kolamnya dapat menggunakan berbagai jenis wadah sesuai jumlah ikan yang akan dipijahkan.

Mengenal Ikan Glofish dan Sistem Pemijahannya

Glofish merupakan ikan hasil rekayasa genetik yang mulai dikembangkan pada akhir 1990-an. Ikan ini kemudian dikenal luas sebagai salah satu ikan hias dengan warna tubuh yang menarik dan diperjualbelikan di pasaran.

Dalam praktik pemijahan, indukan jantan dan betina perlu dipisahkan terlebih dahulu. Pemilihan induk menjadi tahap awal yang penting sebelum proses pemijahan dilakukan.

Baca Juga: Cara Merawat Ikan Koi agar Cepat Besar, Ini yang Perlu Diperhatikan

Indukan betina yang siap dipijahkan dapat dikenali dari bagian perut yang terlihat lebih besar karena berisi telur. Setelah indukan jantan dan betina dipilih, keduanya ditempatkan dalam wadah pemijahan yang telah disiapkan.

Besek Jadi Media Pemijahan Sederhana

Metode yang digunakan cukup unik karena memanfaatkan besek atau wadah anyaman sebagai tempat pemijahan. Dua besek digabungkan menggunakan tali, kemudian diberi pelampung agar tetap berada di permukaan air.

Bagian dalam besek juga dapat diberi gabus untuk menyediakan ruang bagi ikan mengambil udara. Wadah tersebut kemudian disusun di dalam kolam yang telah diisi air.

Keunggulan penggunaan besek terdapat pada lubang-lubang kecil di bagian bawahnya. Ketika indukan betina mengeluarkan telur, telur dapat langsung jatuh melewati celah tersebut sehingga lebih sulit dimakan kembali oleh indukan.

Metode ini membuat telur tetap berada di bagian bawah wadah hingga menetas. Pemilik juga tidak perlu terlalu sering memindahkan telur atau burayak yang masih sangat rentan.

Baca Juga: Cara Merawat Ikan Koi agar Cepat Besar, Ini yang Perlu Diperhatikan

Satu Kolam Bisa Menampung Banyak Indukan

Wadah pemijahan dapat disusun secara berjajar sesuai ukuran kolam. Dalam praktik tersebut, satu baris dapat menampung empat wadah dan susunan keseluruhan mencapai sekitar 20 pasang indukan.

Setelah indukan dimasukkan, proses pemijahan perlu dipantau secara rutin. Dalam waktu sekitar dua hari, indukan umumnya sudah selesai mengeluarkan telur.

Salah satu tanda yang diperhatikan adalah perubahan ukuran perut indukan betina. Jika perut sudah kembali mengecil dan proses pemijahan selesai, indukan dapat segera diangkat agar telur yang berada di bawah tidak terganggu.

Burayak Tak Perlu Sering Dipindahkan

Salah satu persoalan dalam pemijahan ikan hias adalah proses pemindahan burayak. Ukurannya yang masih sangat kecil membuat burayak rentan mengalami masalah ketika harus dipindahkan dari satu wadah ke wadah lain.

Penggunaan besek membuat telur dan burayak dapat tetap berada di lokasi pemijahan. Setelah menetas, ikan kecil tersebut dapat tumbuh di kolam tanpa harus melalui proses pemindahan berulang.

Baca Juga: Cara Merawat Ikan Guppy di Rumah, Kenali Ciri Betina Hamil dan Cara Amankan Anakan

Dalam praktik yang dibagikan, hasil pemijahan yang berusia sekitar dua bulan bahkan masih mencapai ribuan ekor. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa metode pemijahan sederhana dapat menjadi pilihan bagi penghobi yang ingin mencoba budidaya ikan glofish dalam skala rumahan.

Dengan modal peralatan yang sederhana, pemijahan dapat dilakukan secara lebih praktis. Namun, keberhasilan tetap bergantung pada kualitas indukan, kondisi air, kesiapan ikan, serta ketelitian selama proses pemeliharaan.

Editor : Difa'un Nadhiroh
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
cara budidaya ikan glofish ikan glofish pemijahan glofish burayak glofish indukan glofish