Cara Budidaya Ikan Gurami di Kolam Terpal, 5 Kunci Ini Wajib Diketahui

Difa'un Nadhiroh • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 11:30 WIB
Cara budidaya ikan gurami di kolam terpal ternyata punya 5 kunci penting, mulai dari bibit, pakan, kepadatan tebar hingga kualitas air.(PINTEREST)
Cara budidaya ikan gurami di kolam terpal ternyata punya 5 kunci penting, mulai dari bibit, pakan, kepadatan tebar hingga kualitas air.(PINTEREST)

LITAR KAWENTAR - Cara budidaya ikan gurami di kolam terpal menjadi salah satu pilihan menarik bagi pembudidaya pemula. Meski terlihat sederhana, pemeliharaan ikan gurami tetap membutuhkan perhatian agar ikan dapat tumbuh sehat dan tingkat kematian bisa ditekan.

Dalam cara budidaya ikan gurami, kondisi kolam, kualitas bibit, kepadatan tebar, pemberian pakan, hingga kualitas air menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Kesalahan dalam salah satu tahapan tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan ikan.

Karena itu, memahami cara budidaya ikan gurami sejak awal penting dilakukan sebelum menebar bibit. Berdasarkan pengalaman pembudidaya dalam video tersebut, terdapat lima kunci yang perlu diperhatikan saat memelihara ikan gurami di kolam terpal.

1. Tentukan Posisi dan Kondisi Kolam

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah lokasi kolam terpal. Kolam sebaiknya tidak berada di tempat yang terlalu terbuka dan terkena sinar matahari secara langsung sepanjang waktu.

Jika lokasi kolam cukup terbuka, pembudidaya dapat memasang jaring sebagai pelindung. Jaring digunakan untuk menutup sebagian kolam sehingga paparan sinar matahari bisa dikurangi.

Baca Juga: 7 Cara Merawat Ikan Koi yang Benar untuk Pemula: Kunci Sukses Habitat Ideal dan Deteksi Penyakit

Kolam juga disarankan berada jauh dari lokasi yang terlalu ramai. Kondisi lingkungan yang bising dikhawatirkan membuat ikan gurami mengalami stres.

Sementara itu, air dari PAM atau PDAM sebaiknya tidak langsung digunakan untuk menebar bibit. Air perlu diendapkan terlebih dahulu selama sekitar dua hingga empat hari sebelum digunakan.

2. Pilih Bibit Gurami yang Tepat

Pemilihan bibit menjadi kunci berikutnya. Pembudidaya dalam video menyarankan penggunaan bibit gurami berukuran sekitar 4 inci.

Bibit yang terlalu kecil dinilai memiliki daya tahan tubuh yang belum cukup kuat sehingga lebih berisiko mengalami kematian. Sementara itu, bibit berukuran 4 inci dianggap sudah lebih kuat dan mulai dapat dilatih mengonsumsi berbagai jenis pakan.

Ukuran tersebut juga memungkinkan pemberian pakan lebih bervariasi. Selain pelet, ikan gurami dapat diberi pakan berupa daun-daunan sehingga penggunaan pelet bisa lebih dihemat.

Baca Juga: Cara Merawat Ikan Koi agar Cepat Besar: Simak Tips Memilih Gen Super hingga Teknik Dribbling Air Kolam

3. Jangan Menebar Bibit Terlalu Padat

Kepadatan tebar juga menjadi faktor penting dalam budidaya gurami. Pembudidaya pemula disarankan tidak memasukkan terlalu banyak ikan ke dalam satu kolam.

Berdasarkan pengalaman yang disampaikan dalam video, kepadatan bibit yang terlalu tinggi pernah menyebabkan banyak ikan mati. Kondisi kolam yang terlalu padat juga dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit.

Sebagai acuan, bibit gurami dapat ditebar sekitar 25 ekor untuk setiap meter persegi dengan kedalaman air sekitar 70 sentimeter. Pengaturan kepadatan diharapkan membuat pertumbuhan ikan lebih maksimal.

4. Atur Pemberian Pakan

Pemberian pakan ikan gurami tidak harus selalu bergantung pada pelet. Pakan dapat diselingi dengan daun-daunan atau makanan alternatif lainnya.

Pemberian pakan secara teratur juga penting. Ikan disarankan diberi makan setidaknya dua kali sehari dan tidak dilakukan secara berlebihan.

Baca Juga: Budidaya Ikan Lele di Galon Bekas Makin Praktis, Begini Cara Membuat Kolam Mini dengan Saluran Pembuangan

Pelet sebaiknya diberikan sedikit demi sedikit. Ketika ikan sudah berhenti merespons atau tidak lagi memakan pakan yang diberikan, pemberian sebaiknya dihentikan.

Pasalnya, sisa pelet yang menumpuk di dalam kolam dapat membuat kualitas air menurun dan meningkatkan kandungan amonia. Kondisi tersebut berisiko mengganggu kesehatan ikan gurami.

5. Pantau Kondisi Air Kolam

Kualitas air menjadi kunci terakhir yang perlu diperhatikan. Pemantauan bukan berarti air harus selalu diganti dalam waktu singkat.

Pergantian air yang terlalu sering justru dikhawatirkan membuat ikan mengalami stres. Jika kondisi air masih cukup baik, pembudidaya dapat melakukan penyiponan dengan menyedot kotoran yang berada di dasar kolam.

Namun, jika air sudah berbau dan terlihat sangat kotor, pergantian air perlu dilakukan. Penyiponan dapat menggunakan tong atau pipa untuk mengangkat kotoran dari dasar kolam.

Baca Juga: Budidaya Ikan Arwana di Bekasi, Punya 405 Indukan hingga Pasar Ekspor

Dengan memperhatikan lokasi kolam, kualitas bibit, kepadatan tebar, pakan, serta kondisi air, budidaya ikan gurami di kolam terpal dapat dilakukan secara lebih terarah.

Editor : Difa'un Nadhiroh
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
ikan gurami cara budidaya ikan gurami kolam terpal bibit gurami pakan ikan gurami