Gunung Merbabu Diserbu 30 Pendaki, Jalur Superpadat dan Penuh Debu

'Isyna Mufida Ma Radhita • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 08:20 WIB
Gunung Merbabu diserbu sekitar 30 pendaki. Jalurnya padat dan berdebu, tetapi panorama serta kebersamaan jadi pengalaman berkesan.
Gunung Merbabu diserbu sekitar 30 pendaki. Jalurnya padat dan berdebu, tetapi panorama serta kebersamaan jadi pengalaman berkesan.

 

JAKARTA - Gunung Merbabu menjadi tujuan pendakian rombongan sekitar 30 orang yang berkumpul di Semarang sebelum memulai perjalanan. Pendakian berlangsung saat akhir pekan dan musim liburan sekolah sehingga jalur terasa sangat padat. Selain menghadapi tanjakan dan debu tebal, rombongan juga menikmati suasana kebersamaan, kuliner di gunung hingga panorama dari ketinggian 2.817 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Rombongan Berkumpul di Semarang

Perjalanan diawali dengan kedatangan sejumlah anggota rombongan di Semarang. Mereka berkumpul di sekitar Lawang Sewu sebelum menuju vila yang menjadi tempat menginap sementara.

Jumlah peserta terus bertambah hingga sekitar 30 orang. Suasana vila pun berubah ramai karena hampir semua anggota rombongan membuat konten selama persiapan pendakian.

Baca Juga: Wisata Populer Magetan, 5 Destinasi Sejuk di Kaki Gunung Lawu

Sebelum berangkat, mereka berbelanja kebutuhan logistik, melakukan briefing, membagi kamar, serta menyiapkan perlengkapan pendakian. Rombongan kemudian menuju basecamp menggunakan kendaraan yang telah disiapkan.

Perjalanan menuju jalur pendakian sempat mengalami perubahan jadwal. Rombongan yang awalnya memperkirakan berangkat lebih pagi harus menunggu kendaraan ojek hingga sekitar tengah hari.

Pukul 12.00, perjalanan menuju Gunung Merbabu akhirnya dimulai. Setelah menggunakan ojek menuju pintu masuk hutan, rombongan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Baca Juga: Wisata Magetan Terbaru, 5 Destinasi Populer di Lereng Gunung Lawu

Jalur Merbabu Padat dan Berdebu

Kondisi jalur menjadi salah satu tantangan utama dalam pendakian kali ini. Rombongan menyebut jalur Gunung Merbabu sangat ramai. Kepadatan semakin terasa karena pendakian dilakukan pada akhir pekan dan bertepatan dengan liburan sekolah.

Selain ramai, kondisi jalur juga sangat berdebu. Dalam video disebutkan kawasan tersebut sudah hampir sebulan tidak diguyur hujan. Debu beterbangan terutama ketika banyak pendaki berjalan secara beriringan.

Karena itu, para pendaki menggunakan buff dan kacamata untuk melindungi wajah serta mata. Bahkan, debu membuat pakaian, rambut, kamera, hingga wajah para pendaki terlihat kotor.

Baca Juga: 5 Gunung Tertinggi di Indonesia, Ada Puncak Bersalju di Papua

Dari pintu hutan menuju Pos 1, rombongan membutuhkan waktu sekitar 32 menit. Perjalanan kemudian berlanjut menuju Pos 2 yang dicapai sekitar pukul 13.37.

Tantangan semakin terasa ketika rombongan melewati jalur menuju pos berikutnya. Tanjakan yang cukup curam membuat beberapa pendaki mulai kelelahan. Meski demikian, mereka tetap berjalan bersama sambil sesekali beristirahat dan menikmati makanan ringan.

Mencapai Ketinggian 2.817 Mdpl

Setelah melewati sejumlah titik pendakian, rombongan tiba di area camp sekitar pukul 17.45. Lokasi tersebut berada di ketinggian sekitar 2.817 mdpl.

Baca Juga: 5 Gunung Tertinggi di Indonesia, Ada Puncak Bersalju di Papua

Sesampainya di camp, para pendaki segera mendirikan dan menata perlengkapan. Suhu udara yang dingin membuat mereka mengandalkan tenda dan kebersamaan untuk menghangatkan tubuh.

Malam hari diisi dengan makan bersama. Salah satu menu yang dibuat adalah bakso dengan berbagai tambahan. Proses memasaknya menjadi bagian dari kebersamaan rombongan karena sejumlah anggota ikut menyiapkan bahan makanan.

Pagi harinya, rombongan kembali menikmati suasana pegunungan. Salah satu pemandangan yang menarik perhatian adalah panorama pegunungan di sekitar Merbabu, termasuk Gunung Sumbing dan Sindoro.

Baca Juga: Daftar Gunung Tertinggi di Indonesia, 5 Puncak di Atas 3.500 Mdpl

Mereka juga menyiapkan sarapan dan berbagai makanan sebelum melanjutkan aktivitas. Salah satunya nasi pecel berwarna biru yang dibuat menggunakan bunga telang.

Pendakian tersebut akhirnya menjadi pengalaman yang tidak hanya menantang secara fisik, tetapi juga memperlihatkan sisi kebersamaan para pendaki. Jalur yang padat, tanjakan terjal, debu dan udara dingin menjadi bagian dari perjalanan yang mereka dokumentasikan.

Setelah turun dari Gunung Merbabu, kondisi para pendaki terlihat penuh debu. Meski lelah, pengalaman tersebut menjadi cerita tersendiri dari perjalanan mereka.

Baca Juga: Gunung Tertinggi Indonesia, Ini 5 Puncak yang Jadi Favorit Pendaki

Editor : 'Isyna Mufida Ma Radhita
wisata gunung jalur Merbabu pendakian Merbabu semarang gunung merbabu