JAKARTA - Pendakian Everest Base Camp dimulai dengan perjalanan panjang dan penuh tantangan. Seorang pendaki dari Indonesia harus menempuh perjalanan darat dari Kathmandu menuju kawasan Surke setelah rencana penerbangan ke Lukla terkendala cuaca.
Perjalanan menuju Everest Base Camp tersebut menjadi pengalaman tersendiri sejak hari pertama. Setelah tiba di Kathmandu, pendaki terlebih dahulu mengunjungi kawasan Thamel untuk mencari perlengkapan outdoor sebelum memulai perjalanan menuju pegunungan Himalaya.
Di Thamel Market, ia membeli dua jaket untuk menunjang perjalanan. Setelah berkeliling dan mencari barang yang sesuai, dua jaket tersebut diperoleh dengan total harga sekitar Rp370 ribuan.
Baca Juga: Wisata Populer Magetan, 5 Destinasi Sejuk di Kaki Gunung Lawu
Usai berbelanja, persiapan dilanjutkan dengan packing ulang. Barang bawaan dibagi antara perlengkapan yang akan dibawa sendiri dan barang yang nantinya dibawa porter.
Penerbangan ke Lukla Batal karena Cuaca
Rencana awal perjalanan menuju kawasan Everest Base Camp sebenarnya cukup sederhana. Dari Kathmandu, pendaki berharap dapat terbang menuju Lukla sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Namun, kondisi cuaca menjadi kendala. Saat berada di bandara domestik Kathmandu, hujan dan kabut membuat penerbangan ke Lukla tidak kunjung berjalan sesuai rencana.
Baca Juga: Wisata Magetan Terbaru, 5 Destinasi Populer di Lereng Gunung Lawu
Setelah menunggu, keputusan akhirnya berubah. Daripada terus menanti cuaca membaik, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan darat menuju Saleri.
Perjalanan menggunakan jeep tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar 11 jam hanya untuk mencapai Saleri. Namun, kondisi jalan membuat perjalanan berlangsung jauh lebih lama.
Di tengah perjalanan, rombongan beberapa kali menghadapi kendala. Mulai dari truk yang menghalangi jalan, jalan berlumpur, kendaraan yang selip, hingga ban jeep yang bocor.
Baca Juga: Daftar Gunung Tertinggi di Indonesia, 5 Puncak di Atas 3.500 Mdpl
Kondisi jalan yang rusak dan banyaknya titik longsor membuat perjalanan semakin melelahkan. Bahkan, perjalanan yang semula diperkirakan hanya sekitar enam jam dari Saleri menuju Surke akhirnya berlangsung hampir 10 jam.
Dari Surke Mulai Tracking Menuju Everest Base Camp
Setelah tiba di Surke pada malam hari, pendaki beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya.
Pagi berikutnya, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju kawasan berikutnya. Kondisi cuaca masih berubah-ubah. Hujan dan kabut beberapa kali muncul, tetapi perjalanan tetap dilanjutkan.
Baca Juga: Daftar Gunung Tertinggi di Indonesia, 5 Puncak di Atas 3.500 Mdpl
Jalur dari Surke menawarkan pemandangan alam yang berbeda. Pendaki melewati jalur berbatu dan licin, sejumlah air terjun, serta beberapa jembatan yang menjadi bagian dari rute perjalanan.
Perjalanan juga memperlihatkan kehidupan pedesaan di kawasan Himalaya. Rumah-rumah dan permukiman yang berada di sepanjang jalur pendakian menjadi salah satu pemandangan yang menarik perhatian.
Dalam perjalanan tersebut, pendaki menempuh sekitar 4,3 kilometer hingga mencapai kawasan Ceplung dengan waktu sekitar dua jam tanpa istirahat panjang.
Baca Juga: Gunung Tertinggi Indonesia, Ini 5 Puncak yang Jadi Favorit Pendaki
Sesampainya di Ceplung, ia memutuskan bermalam sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Ketinggian kawasan tersebut disebut berada di sekitar 2.600 meter.
Sore harinya, setelah beristirahat, pendaki kembali mengeksplorasi kawasan sekitar Ceplung. Cuaca yang semula berkabut perlahan membaik. Langit mulai membiru dan sinar matahari muncul di sela-sela awan.
Pemandangan air terjun, sungai, serta kawasan hijau menjadi bagian dari pengalaman awal pendakian menuju Everest Base Camp.
Baca Juga: Daftar Gunung Tertinggi di Indonesia, 5 Puncak di Atas 3.500 Mdpl
Perjalanan tersebut baru merupakan bagian awal dari ekspedisi. Tantangan berikutnya masih menanti seiring perjalanan yang semakin mendekati kawasan pegunungan tinggi Himalaya.
Editor : 'Isyna Mufida Ma Radhita