JAKARTA - JS Diecast Sidoarjo menjadi salah satu toko mini scale yang menarik perhatian karena baru sekitar tujuh bulan berjualan, tetapi sudah berani membuka toko dengan konsep yang mengutamakan koleksi dan pengalaman pengunjung. Berlokasi di kawasan Ruko Palm Square, Sidoarjo, toko ini dipenuhi berbagai diecast, terutama Mini GT, Kaido, Tarmac Works, Time Micro, serta sejumlah brand mini scale lainnya.
Toko tersebut diperkenalkan dalam sebuah video kunjungan yang memperlihatkan koleksi diecast dari berbagai kategori. Salah satu yang paling mencolok adalah area khusus Mini GT yang memenuhi sejumlah rak.
Selain Mini GT, terdapat pula Tarmac Works, Kaido, Time Micro, Pop Race, serta berbagai produk dari brand China yang disebut memiliki koleksi menarik. Konsep display dibuat terbuka agar pengunjung tidak hanya melihat kotak produk, tetapi juga dapat melihat langsung bentuk dan detail diecast.
Baca Juga: Bonsai Beringin Koleksi Thaib Irawan, Ada Kimeng di Atas Batu hingga Beringin Jenggot
Pemilik JS Diecast menjelaskan, konsep tersebut memang sengaja dibuat untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung. Produk yang dipajang tidak seluruhnya disimpan di dalam kotak sehingga kolektor maupun pemula dapat melihat detail kendaraan secara langsung.
Koleksi pribadi ikut memenuhi toko
Menariknya, sebagian diecast yang berada di toko merupakan koleksi pribadi pemilik. Koleksi tersebut bahkan sebelumnya disimpan di rumah dan ruang kantor, kemudian dibawa ke toko untuk diperlihatkan kepada pengunjung.
Salah satu koleksi yang mendapat perhatian adalah lini Liberty Walk. Pemilik mengaku dirinya memang menyukai LBWK dan koleksinya sudah cukup banyak, meski belum sepenuhnya lengkap.
Baca Juga: Pameran Bonsai Kota Padang 2026 Tampilkan hingga 250 Koleksi, Harganya Bikin Melongo
Koleksi Kaido NSX juga disebut sudah cukup lengkap, mulai dari rilisan reguler hingga edisi event. Beberapa model bahkan didapatkan melalui pertukaran dengan kolektor dari luar negeri.
Ada pula produk edisi khusus event, termasuk item yang berkaitan dengan Tokyo Auto Salon. Beberapa diecast memiliki jumlah produksi terbatas dan menjadi incaran kolektor karena kelangkaannya.
Konsep tersebut sekaligus menunjukkan bahwa diecast tidak lagi hanya dipandang sebagai mainan. Produk tertentu sudah masuk kategori collectibles dengan harga yang dapat berbeda jauh berdasarkan edisi, kelangkaan, material, maupun status produksinya.
Baca Juga: Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 20 Medali
Dari kolektor menjadi pemilik toko
Perjalanan JS Diecast juga berawal dari hobi. Pemilik mengaku awalnya mengoleksi Mini GT dan Kaido sebelum akhirnya memutuskan berjualan.
Kini, toko tersebut tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang untuk mengenalkan dunia mini scale kepada masyarakat yang lebih luas. Pengunjung bahkan diperbolehkan datang untuk melihat-lihat koleksi meski belum tentu langsung membeli.
Rencana pengembangan juga sudah disiapkan. Area lantai dua yang saat ini digunakan sebagai kantor disebut akan dikembangkan menjadi area diorama. Dengan begitu, pengunjung nantinya bisa mendapatkan pengalaman tambahan ketika datang ke toko.
Baca Juga: Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 20 Medali
JS Diecast juga menyiapkan pengembangan layanan digital. Dalam video tersebut disebutkan rencana peluncuran website dan aplikasi, lengkap dengan sistem pemesanan serta program keanggotaan seperti Bronze, Silver, Gold, hingga Platinum.
Di sisi lain, komunitas mini scale juga menjadi bagian penting dari perkembangan hobi ini. Om Agus yang hadir dalam acara grand opening menekankan pentingnya solidaritas antar-komunitas dan kolektor.
Menurutnya, mini scale dapat menjangkau berbagai kalangan, mulai dari produk dengan harga sekitar Rp100 ribuan hingga koleksi bernilai jauh lebih tinggi. Karena itu, komunitas di berbagai daerah diharapkan terus saling mendukung.
Baca Juga: Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 20 Medali
Dengan konsep toko yang memadukan penjualan, koleksi pribadi, display terbuka, dan komunitas, JS Diecast Sidoarjo ingin berkembang lebih jauh. Toko tersebut juga disebut terus melakukan pengembangan agar tidak berhenti hanya pada konsep yang ada saat ini.
Editor : 'Isyna Mufida Ma Radhita