JAKARTA - Museum terbaik di Indonesia menawarkan lebih dari sekadar ruang penyimpanan benda bersejarah. Sejumlah museum menghadirkan koleksi transportasi, lukisan, budaya kerajaan, fosil, mineral, hingga catatan rekor yang pernah dibuat masyarakat. Tidak mengherankan jika museum-museum tersebut menjadi pilihan wisata edukasi sekaligus tempat mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Indonesia.
Dalam sebuah daftar yang dibahas melalui video perjalanan, terdapat 10 museum yang dianggap menarik untuk dikunjungi. Lokasinya tersebar mulai dari Batu, Jakarta, Bali, Yogyakarta, Aceh, Ambon, Surabaya, Bandung, hingga Semarang.
Baca Juga: Museum Nasional Indonesia Dibuka Kembali, Ada Koleksi Bersejarah yang Kembali dari Belanda
Museum Angkut Punya Koleksi Transportasi
Museum Angkut di Batu menjadi museum pertama dalam daftar. Tempat ini dikenal sebagai museum transportasi yang menghadirkan beragam kendaraan dari berbagai masa.
Pengunjung dapat menemukan sepeda, mobil, kapal, pesawat, serta berbagai jenis alat transportasi lainnya. Museum Angkut juga disebut sebagai museum transportasi pertama di Asia Tenggara.
Museum berikutnya adalah Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Museum yang juga dikenal sebagai Museum Gajah ini menyimpan sekitar 141 ribu benda sejarah dan prasejarah dari berbagai periode.
Nama Museum Gajah berasal dari patung gajah perunggu yang berada di kawasan museum. Bangunan ini menjadi salah satu tempat penting untuk mengenal sejarah, arkeologi, etnografi, dan geografi Indonesia.
Masih di Jakarta, Museum Fatahillah berada di kawasan Kota Tua. Bangunan tersebut memiliki sejarah panjang karena sebelumnya digunakan sebagai balai kota Batavia.
Di dalamnya tersimpan ribuan benda bersejarah, baik berupa benda asli maupun replika. Bangunan bekas balai kota tersebut juga telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.
Menelusuri Seni dan Budaya di Bali serta Yogyakarta
Bagi pencinta seni, Museum Blanco Renaissance di Ubud dapat menjadi pilihan. Museum ini menampilkan berbagai karya Antonio Blanco, seniman keturunan Spanyol yang kemudian menetap di Bali.
Berbeda dengan museum seni, Museum Ullen Sentalu di Kabupaten Sleman menghadirkan cerita mengenai budaya serta peninggalan Jawa dari kalangan bangsawan pada masa dinasti Mataram.
Nama Ullen Sentalu berasal dari rangkaian bahasa Jawa yang memiliki makna filosofis tentang cahaya sebagai petunjuk manusia dalam menjalani kehidupan.
Sementara itu, Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh menghadirkan pengalaman yang lebih emosional. Museum ini dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada korban gempa bumi dan tsunami 2004.
Bangunan yang dirancang Ridwan Kamil tersebut memiliki ruang khusus dengan nama-nama korban. Museum juga berfungsi sebagai pusat pendidikan kebencanaan sekaligus tempat perlindungan darurat.
Dari Teluk Ambon hingga Koleksi Geologi
Museum Siwalima di Ambon menawarkan koleksi mengenai kelautan, geologi, biologi, serta berbagai kekayaan Maluku. Lokasinya yang berada di atas bukit dengan pemandangan Teluk Ambon menjadi daya tarik tambahan.
Di Surabaya, wisatawan dapat mengunjungi House of Sampoerna. Museum ini memperlihatkan perjalanan produksi rokok dari masa awal hingga perkembangan modern. Pengunjung juga dapat melihat proses pembuatan rokok dari area lantai dua serta menikmati fasilitas kafe.
Museum Geologi Bandung menawarkan wisata edukasi bagi pengunjung yang ingin mengenal ilmu kebumian. Koleksinya meliputi fosil, batuan, mineral, serta berbagai materi geologi yang dikumpulkan dari kegiatan penelitian lapangan di Indonesia.
Baca Juga: Museum Nasional Indonesia Dibuka Kembali, Ada Koleksi Bersejarah yang Kembali dari Belanda
MURI Simpan Catatan Rekor Indonesia
Daftar tersebut ditutup Museum Rekor Indonesia atau MURI di Semarang. Museum ini menyimpan berbagai catatan rekor yang pernah dibuat masyarakat Indonesia.
Pendirian MURI diprakarsai Jaya Suprana dengan tujuan menumbuhkan kebanggaan terhadap karya dan pencapaian bangsa sendiri.
Kesepuluh museum tersebut memperlihatkan luasnya tema wisata edukasi di Indonesia. Ada museum yang mengajak pengunjung mengenal sejarah, menikmati seni, memahami budaya, mempelajari geologi, mengenang bencana, hingga melihat berbagai pencapaian masyarakat. Karena itu, museum tidak hanya menjadi tempat melihat benda lama, tetapi juga ruang untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru.
Editor : Muhammad Rusdian NuzulaSumber : All Friends Entertaiment