JAKARTA - Rekomendasi wisata religi bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan sekaligus mengenal nilai spiritual dan budaya. Candi Borobudur menjadi salah satu destinasi yang menarik karena tidak hanya menawarkan kemegahan arsitektur, tetapi juga menyimpan 1.460 relief naratif yang berisi kisah kehidupan, karma, pengorbanan, dan kebajikan.
Candi Borobudur menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Setiap bagian bangunan menyimpan informasi mengenai kehidupan masyarakat masa lalu. Penelusuran terhadap relief bahkan terus dilakukan untuk mengungkap cerita yang tersimpan di balik batu-batu candi.
Baca Juga: Wisata Religi di Indonesia, 5 Destinasi Unik dari Masjid hingga Patung Buddha
Ribuan Relief Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu alasan Candi Borobudur layak masuk rekomendasi wisata religi adalah keberadaan relief naratifnya. Relief tersebut tidak sekadar menjadi hiasan, tetapi memiliki cerita yang bersumber dari berbagai sutra.
Dalam penelitian yang disebutkan pada tayangan, sebanyak 81 persen panel relief naratif berhasil diidentifikasi. Penelitian tersebut dilakukan selama lebih dari enam tahun dan menghasilkan 40 buku. Sementara sekitar 19 persen relief lainnya telah mengalami erosi sehingga sebagian ceritanya tidak lagi dapat terbaca.
Salah satu narasi yang menarik berasal dari Karmawibhangga. Relief ini menggambarkan hubungan antara perbuatan dengan akibatnya. Adegan menolong orang sakit, memberikan makanan, hingga memberikan obat menjadi contoh perbuatan baik yang memperoleh hasil baik.
Pesan tersebut membuat wisatawan tidak hanya melihat relief dari sisi seni. Setiap panel dapat menjadi bahan untuk memahami bagaimana masyarakat masa lalu memaknai kehidupan dan kebajikan.
Kisah Bodhisatwa Mengajarkan Kebaikan
Relief Candi Borobudur juga memuat cerita mengenai Bodhisatwa. Salah satunya adalah Saraba Jataka yang menggambarkan Bodhisatwa dalam kehidupan lampau sebagai seekor rusa.
Dalam kisah tersebut, rusa Saraba memiliki sikap tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ia justru membalasnya dengan kebaikan. Cerita itu menjadi simbol tentang ketulusan dan cinta kasih tanpa pamrih.
Kisah lainnya menggambarkan pengorbanan seekor penyu agung yang rela mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain. Cerita semacam ini menunjukkan bahwa relief Borobudur memiliki pesan moral yang dapat dipahami lintas generasi.
Menariknya, pembelajaran mengenai Borobudur tidak terbatas pada umat Buddha. Dalam tayangan, seorang pengunjung beragama Kristen Katolik mengaku memiliki ketertarikan terhadap budaya Borobudur. Hal tersebut menunjukkan bahwa warisan budaya dapat menjadi ruang untuk belajar dan mengenal nilai kemanusiaan tanpa dibatasi latar belakang agama.
Jejak Hindu dan Kehidupan Masyarakat
Kawasan Borobudur juga menyimpan bukti bahwa kehidupan masyarakat di sekitarnya pada masa lalu cukup beragam. Lingga yang ditemukan di sejumlah situs sekitar candi menjadi salah satu petunjuk keberadaan praktik Hindu.
Baca Juga: Wisata Religi di Indonesia, 5 Destinasi Unik dari Masjid hingga Patung Buddha
Temuan tersebut berkaitan dengan konsep Trimurti, yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa. Arca Ganesha serta Agastya juga ditemukan di kawasan sekitar Borobudur.
Selain peninggalan keagamaan, temuan keramik menunjukkan adanya hubungan perdagangan Jawa Kuno dengan wilayah luar Nusantara. Keramik yang dikaitkan dengan Dinasti Song menjadi salah satu petunjuk hubungan perdagangan dengan Cina dan Asia Tenggara.
Bagi masyarakat lokal, Candi Borobudur juga memiliki arti penting dalam kehidupan sehari-hari. Warga sekitar menilai kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan dengan keberadaan candi, termasuk menjaga sumber mata air yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat.
Dengan perpaduan sejarah, spiritualitas, seni, dan budaya, Candi Borobudur menjadi rekomendasi wisata religi yang menawarkan pengalaman lebih luas. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat bangunan megah, tetapi juga dapat memahami pesan kebajikan yang telah diwariskan melalui relief selama berabad-abad.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : DAAI TV Indonesia