SURABAYA - Resep rawon setan khas Surabaya bisa dibuat sendiri di rumah dengan bahan yang relatif mudah ditemukan. Hidangan berkuah hitam khas Jawa Timur ini menggunakan daging sapi, kluwak, serta berbagai rempah seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, jinten, kemiri, lengkuas dan jahe. Ada pula trik khusus untuk membuat daging lebih empuk sebelum dimasak bersama bumbu rawon.
Rawon menjadi salah satu kuliner yang identik dengan Jawa Timur. Ciri paling mudah dikenali adalah warna kuahnya yang gelap. Warna tersebut berasal dari kluwak yang diolah bersama beragam rempah hingga menghasilkan kuah dengan aroma dan rasa yang khas.
Dalam video yang dibagikan Susi Herawati, pembuatan rawon dimulai dengan menyiapkan 500 gram daging sapi. Jenis daging dapat disesuaikan, termasuk menggunakan bagian has dalam.
Baca Juga: Sertifikat Tanah Hilang, Apakah Hak Kepemilikan Ikut Hilang? Ini Penjelasannya
Soda Kue dan Cuka untuk Daging
Salah satu bagian menarik dari resep ini adalah proses mengempukkan daging. Daging sapi diberi soda kue yang kemudian dipadukan dengan cuka dapur. Campuran tersebut akan menghasilkan gelembung sebagai tanda bahan mulai bereaksi.
Daging kemudian didiamkan sekitar 30 menit. Setelah proses tersebut selesai, daging harus dicuci sampai bersih sebelum dimasak.
Daging selanjutnya direbus hingga empuk. Dalam pembuatan yang ditampilkan, proses perebusan dilakukan sekitar 30 menit. Bagi yang memiliki panci presto, alat tersebut dapat digunakan sebagai alternatif untuk mempercepat proses pengempukan.
Air rebusan daging tidak harus langsung dibuang. Kaldu tersebut justru dapat digunakan kembali sebagai bahan kuah rawon. Penggunaan kaldu dari rebusan daging membuat kuah dapat memiliki cita rasa yang lebih kuat.
Kluwak Menentukan Warna dan Cita Rasa
Setelah daging selesai direbus, proses dilanjutkan dengan menyiapkan bumbu. Kluwak menjadi bahan penting karena memberikan warna hitam sekaligus karakter rasa pada rawon.
Isi kluwak dikeluarkan dari cangkangnya. Sebelum digunakan, kluwak disarankan untuk dicicipi terlebih dahulu. Jika rasanya pahit, bahan tersebut sebaiknya tidak digunakan.
Kluwak kemudian diberi sedikit air panas agar teksturnya lebih lunak. Sementara itu, kemiri, ketumbar dan jinten disangrai terlebih dahulu. Proses tersebut dilakukan untuk mengeluarkan aroma dari rempah.
Bahan-bahan tersebut kemudian dihaluskan bersama bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, kencur dan kluwak. Setelah bumbu halus, daging sapi dipotong-potong. Pepaya muda juga dipotong berbentuk dadu, sedangkan daun bawang diiris untuk digunakan sebagai pelengkap.
Baca Juga: Sertifikat Tanah Hilang, Apakah Hak Kepemilikan Ikut Hilang? Ini Penjelasannya
Kuah Dimasak dengan Kaldu Sapi
Proses memasak dimulai dengan menumis serai, daun jeruk, daun salam dan kayu manis. Setelah aromanya keluar, bumbu halus dimasukkan. Bumbu perlu terus diaduk agar matang secara merata dan tidak gosong.
Bumbu yang sudah matang kemudian dicampurkan dengan kaldu sapi. Pepaya muda dan potongan daging sapi dimasukkan ke dalam kuah. Selanjutnya, bumbu penyedap, garam dan bahan lain ditambahkan sesuai kebutuhan.
Kecap manis juga digunakan dalam resep tersebut. Setelah seluruh bahan tercampur, rawon dimasak hingga matang sambil sesekali diaduk. Rasa kuah kemudian dapat dikoreksi. Jika dirasa masih kurang asin atau kurang kuat, bumbu bisa ditambahkan.
Daun bawang dimasukkan pada tahap akhir karena bahan tersebut tidak membutuhkan waktu lama untuk matang.
Rawon yang sudah matang kemudian disajikan bersama kecambah, tempe goreng dan sambal terasi. Kombinasi tersebut menjadi pelengkap untuk menikmati kuah rawon yang kaya rempah.
Selain untuk konsumsi keluarga, resep rawon setan ini juga dapat menjadi inspirasi menu bagi masyarakat yang ingin membuka usaha warung makan. Dengan daging sapi yang empuk, kuah hitam dari kluwak dan aroma rempah yang kuat, rawon dapat menjadi pilihan menu khas Jawa Timur.
Editor : Muhammad Rusdian NuzulaSumber : Susi Herawati