Gudeg Yu Djum Punya Sejarah Panjang, Dimasak Pakai Kayu Bakar dan Cocok Jadi Oleh-Oleh

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 16:20 WIB
Gudeg Yu Djum dikenal sebagai kuliner legendaris Yogyakarta dengan resep turun-temurun dan proses masak tradisional. (PINTEREST)
Gudeg Yu Djum dikenal sebagai kuliner legendaris Yogyakarta dengan resep turun-temurun dan proses masak tradisional. (PINTEREST)

YOGYAKARTA - Gudeg Yu Djum menjadi salah satu kuliner legendaris yang lekat dengan kawasan Wijilan, Yogyakarta. Berawal dari usaha berjualan gudeg secara berkeliling sejak era 1950-an, kuliner ini berkembang menjadi warung yang dikenal wisatawan dan warga lokal. Resep gudeg keringnya diwariskan secara turun-temurun, sementara proses memasaknya masih mempertahankan penggunaan kayu bakar.

Perjalanan panjang tersebut membuat Gudeg Yu Djum tidak hanya dikenal karena makanan, tetapi juga cerita di balik usaha yang dirintis dari sederhana. Kawasan Wijilan sendiri dikenal sebagai salah satu sentra gudeg di Yogyakarta sehingga menjadi tujuan kuliner bagi wisatawan yang ingin mencicipi makanan khas kota tersebut.

Baca Juga: Sertifikat Tanah Hilang, Apakah Hak Kepemilikan Ikut Hilang? Ini Penjelasannya

Berawal dari Jualan Gudeg Keliling

Dalam video tersebut diceritakan, Yu Djum merintis usaha gudeg pada sekitar 1950-an. Ia berasal dari keluarga yang juga memiliki latar belakang sebagai penjual gudeg.

Untuk mengumpulkan modal, Yu Djum disebut menjual rumput untuk pakan ternak dan kayu bakar. Setelah memiliki modal, ia mulai menjajakan gudeg dengan cara berkeliling menggunakan pikulan.

Perjalanan berjualan dilakukan dari rumahnya di Karangasem menuju sejumlah kawasan, termasuk Wijilan, Malioboro, dan Alun-alun. Gudeg yang dijual semakin dikenal hingga memiliki pelanggan yang menunggu kedatangannya.

Usaha tersebut kemudian berkembang. Yu Djum menyewa sebuah lapak di Kampung Wijilan sebelum akhirnya membuka warung makan permanen pada 1985. Sejak saat itu, namanya semakin dikenal di kalangan wisatawan maupun masyarakat lokal.

Resep Gudeg Dipertahankan Turun-Temurun

Salah satu ciri yang membuat Gudeg Yu Djum menarik adalah cara memasaknya. Dapur utama yang berada di kawasan Karangasem Barek, Jalan Kaliurang, juga difungsikan sebagai tempat makan.

Proses memasaknya masih menggunakan cara tradisional dengan kayu bakar. Resep gudeg kering yang menjadi ciri khas juga diwariskan secara lisan dari Yu Djum kepada anak-anak dan cucunya.

Dalam video disebutkan, Yu Djum meninggal pada 2016. Meski demikian, warisan kuliner yang dirintisnya tetap diteruskan hingga sekarang. Beberapa cabang juga telah dibuka di sejumlah lokasi strategis di Yogyakarta.

Gudeg yang disajikan menggunakan nangka muda yang dimasak bersama santan dan bumbu khas selama berjam-jam. Proses tersebut menghasilkan tekstur nangka yang lembut dengan perpaduan rasa manis dan gurih.

Gudeg Lengkap dengan Ayam Kampung dan Krecek

Menu utama biasanya disajikan bersama nasi putih, opor ayam, sambal goreng krecek dan telur pindang. Pengunjung juga dapat memilih lauk tambahan seperti ayam goreng, tempe dan tahu.

Dalam sajian yang dicicipi pada video, terdapat gudeg dengan telur, krecek serta paha ayam kampung. Kuah areh turut melengkapi hidangan tersebut.

Rasa gudeg dinilai memiliki tingkat manis yang pas dan tidak berlebihan. Nangka mudanya lembut tetapi tidak sampai hancur, sedangkan bumbu terasa meresap hingga ke bagian dalam.

Sambal goreng krecek memberikan sensasi pedas yang melengkapi rasa gudeg. Paha ayam kampung juga disebut memiliki tekstur lunak dan tidak alot, dengan bumbu yang meresap.

Baca Juga: Sertifikat Tanah Hilang, Apakah Hak Kepemilikan Ikut Hilang? Ini Penjelasannya

Bisa Dibawa Pulang sebagai Oleh-Oleh

Selain disantap langsung, Gudeg Yu Djum juga telah menyediakan inovasi dalam bentuk kemasan kaleng maupun vakum. Produk tersebut dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin membawa gudeg sebagai buah tangan dari Yogyakarta.

Suasana warungnya juga masih mempertahankan kesan tradisional dengan meja dan kursi kayu. Tempat yang sederhana tersebut memberikan nuansa khas Yogyakarta.

Meski ramai pengunjung, pelayanan disebut tetap cepat dan ramah. Pengunjung bahkan berkesempatan melihat proses memasak gudeg secara tradisional apabila datang pada waktu yang tepat.

Perpaduan sejarah panjang, resep turun-temurun, proses memasak dengan kayu bakar, serta cita rasa manis dan gurih membuat Gudeg Yu Djum tetap menjadi salah satu kuliner yang menarik untuk dicoba ketika berkunjung ke Yogyakarta.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : All Friends Entertaiment
gudeg Yogyakarta Gudeg Yu Djum Kuliner Yogyakarta Gudeg Wijilan Gudeg Legendaris