Gudeg Jogja Rasanya Manis, Ternyata Ini Rahasia Nangka Muda dan Daun Jati

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 16:35 WIB
Gudeg khas Jogja dibuat dari nangka muda, santan, daun jati dan pindang telur. Simak rahasia rasa manis gurihnya. (PINTEREST
Gudeg khas Jogja dibuat dari nangka muda, santan, daun jati dan pindang telur. Simak rahasia rasa manis gurihnya. (PINTEREST

JAKARTA - Gudeg menjadi salah satu makanan legendaris Yogyakarta yang dikenal dengan cita rasa manis, gurih, dan warna cokelat kemerahan. Dalam resep yang ditampilkan pada video tersebut, gudeg dibuat dari nangka muda yang dimasak bersama bumbu, daun jati, ayam, telur dan santan. Proses memasaknya dilakukan cukup lama hingga kuah menyusut, kemudian dilanjutkan dengan santan untuk menghasilkan rasa yang semakin gurih.

Rasa manis pada gudeg bukan berarti membuat makanan terasa berlebihan. Cita rasa tersebut justru dipadukan dengan sambal krecek yang pedas dan gurih. Perpaduan manis, gurih dan pedas menjadi salah satu karakter yang membuat gudeg dikenal luas sebagai kuliner khas Yogyakarta.

Baca Juga: Sertifikat Tanah Hilang Saat Proses di BPN? Ini yang Harus Dilakukan Pemilik

Memilih Nangka Muda Jadi Tahap Awal

Pembuatan gudeg dimulai dengan memilih nangka muda yang tepat. Salah satu cara yang digunakan adalah melihat ukuran bijinya. Nangka muda dengan biji yang masih kecil dan berbentuk bulat dipilih karena bagian tersebut dianggap memiliki tekstur yang lebih sesuai.

Nangka kemudian dibersihkan dan dipotong sesuai kebutuhan. Sebelum memotong, pisau dapat diolesi minyak agar tidak terlalu lengket ketika digunakan untuk mengolah nangka.

Setelah nangka siap, bumbu mulai disiapkan. Racikan yang digunakan terdiri dari 10 siung bawang merah, lima siung bawang putih, tiga butir kemiri sangrai dan dua sendok makan ketumbar yang sudah disangrai.

Bumbu tersebut kemudian dihaluskan. Selain bumbu utama, disiapkan pula daun salam, lengkuas dan serai.

Daun Jati Beri Warna Cokelat Kemerahan

Salah satu bagian menarik dalam resep ini adalah penggunaan daun jati. Daun jati yang masih muda digunakan untuk membantu memberikan warna cokelat kemerahan pada gudeg.

Daun jati juga diletakkan sebagai lapisan di dalam dan bagian atas masakan. Cara tersebut membuat bagian yang berpotensi gosong lebih banyak terkena daun dibandingkan bahan utama.

Jika tidak memiliki daun jati, resep tersebut menyebutkan teh celup sebagai alternatif untuk membantu memberikan warna pada gudeg.

Dalam penyusunan bahan, ayam diletakkan terlebih dahulu, kemudian ditindih dengan nangka muda. Telur juga dimasukkan bersama bumbu yang telah disiapkan. Semua bahan kemudian ditambahkan air hingga nangka muda terendam.

Bumbu pelengkap berupa garam, gula, penyedap atau kaldu bubuk, gula merah, daun salam, serai dan lengkuas turut dimasukkan.

Gudeg Dimasak Lama hingga Kuah Menyusut

Berbeda dari beberapa masakan yang mengharuskan bumbu ditumis terlebih dahulu, resep ini menggunakan metode langsung memasukkan bahan ke dalam satu kuali.

Setelah seluruh bahan tersusun, masakan ditutup menggunakan daun jati lalu direbus. Proses tersebut dilakukan sampai air berkurang dan gudeg berubah warna menjadi cokelat kemerahan.

Setelah sekitar setengah jam, air mulai menyusut, tetapi proses memasak masih dilanjutkan sampai kuah menjadi lebih kering. Setelah itu, daun jati diangkat dan masakan didiamkan semalaman.

Pada tahap berikutnya, santan ditambahkan hingga bahan kembali terendam. Setelah santan mulai menyusut, santan kental sekitar 200 mililiter atau satu gelas dimasukkan.

Masakan kemudian direbus kembali sambil sesekali dikoreksi rasanya. Garam, gula atau penyedap dapat ditambahkan sesuai selera.

Baca Juga: Sertifikat Tanah Hilang Saat Proses di BPN? Ini yang Harus Dilakukan Pemilik

Pindang Telur Jadi Pelengkap Gudeg

Telur yang dimasak bersama gudeg menghasilkan pindang telur dengan warna cokelat kemerahan. Ketika dibelah, teksturnya terlihat padat dan menjadi salah satu pelengkap khas hidangan.

Gudeg sendiri memiliki rasa dasar manis dengan tambahan gurih dari santan. Tingkat kemanisannya dapat disesuaikan dengan selera masing-masing.

Namun, rasa manis tersebut tidak berdiri sendiri. Sambal krecek yang pedas dan gurih menjadi pendamping yang membuat sajian lebih seimbang.

Perpaduan nangka muda yang lembut, kuah santan, pindang telur dan sambal krecek membuat gudeg memiliki karakter rasa yang khas. Resep tersebut juga menunjukkan bahwa proses pembuatannya membutuhkan kesabaran karena bahan harus dimasak cukup lama hingga menghasilkan warna, tekstur dan rasa yang diharapkan.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Dewitrias
gudeg Jogja Gudeg Nangka Muda Pindang Telur Sambal Krecek