JOGJA - Gudeg Yu Djum menjadi salah satu kuliner khas Yogyakarta yang menarik perhatian wisatawan saat mencari sarapan di sekitar Malioboro. Berlokasi di Jalan Dagen Nomor 2C, tempat makan ini menyajikan gudeg dengan cita rasa manis, gurih, serta ayam yang empuk dan dibalut bumbu hingga meresap. Pilihan menunya cukup beragam, mulai dari nasi gudeg telur, ayam suwir, paha bawah, hingga paket lauk untuk dibawa pulang.
Kunjungan ke Gudeg Yu Djum tersebut dilakukan setelah menikmati suasana pagi di sekitar Malioboro. Kawasan ini tetap ramai meski dikunjungi pada pagi hari. Dari Malioboro, lokasi Gudeg Yu Djum disebut dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar dua menit.
Baca Juga: PMI Asal Sutojayan Meninggal di Hong Kong, Jenazah Sudah Dipulangkan dan Dimakamkan di Kampung
Pilihan menu Gudeg Yu Djum
Memasuki Jalan Dagen, terdapat berbagai pedagang makanan di sepanjang sisi jalan. Pilihannya beragam, mulai dari bubur ayam, soto, nasi rames hingga makanan ringan. Di antara deretan kuliner tersebut terdapat Gudeg Yu Djum.
Salah satu hal yang langsung terlihat adalah pilihan lauk berupa ayam dan telur. Ayam yang tersedia memiliki ukuran cukup besar dengan warna bumbu yang berbeda, mulai dari cokelat hingga kemerahan.
Harga menu dibuat berdasarkan lauk yang dipilih. Nasi gudeg dengan telur dibanderol Rp17 ribu. Sementara nasi gudeg dengan ayam suwir dijual Rp20 ribu. Jika ingin mendapatkan kombinasi ayam suwir dan telur, harganya Rp30 ribu.
Pengunjung juga dapat memilih paket lauk untuk dibawa pulang. Paket pertama berisi dua telur dan dua ayam, berupa paha bawah atau sayap, dengan harga Rp80 ribu. Paket kedua terdiri dari tiga telur dan satu ayam dengan harga Rp105 ribu. Sedangkan paket ketiga berisi tiga telur dan dua ayam dengan harga Rp130 ribu.
Untuk lauk satuan, telur dengan gudeg dan krecek dibanderol Rp14 ribu. Sementara sayap dengan gudeg dan krecek dihargai Rp25 ribu.
Ayam empuk dengan bumbu yang meresap
Dalam kunjungan tersebut, menu yang dipilih adalah nasi gudeg dengan ayam suwir dan nasi gudeg dengan paha bawah. Ayam suwir disajikan dengan bumbu gudeg berwarna cokelat yang cukup pekat.
Ketika dicampur dengan nasi dan gudeg, aroma rempah langsung terasa. Cita rasa manis menjadi karakter utama, tetapi tetap berpadu dengan rasa gurih sehingga tidak terasa berlebihan.
Ayam suwir juga memiliki tekstur yang cukup empuk. Bumbu gudeg yang disiramkan pada ayam membuat rasa rempah semakin terasa dalam setiap suapan.
Menu paha bawah juga memberikan pengalaman berbeda. Daging ayam terasa empuk dengan bumbu yang disebut meresap hingga bagian dalam. Ukuran ayam yang cukup besar membuat lauk terasa mengenyangkan meski porsi nasi tidak terlalu banyak.
Rasa manis yang menjadi karakter gudeg khas Jogja juga terasa jelas. Namun, rasa tersebut dinilai masih cukup seimbang sehingga tidak membuat hidangan terasa terlalu enek.
Baca Juga: PMI Asal Sutojayan Meninggal di Hong Kong, Jenazah Sudah Dipulangkan dan Dimakamkan di Kampung
Cocok untuk sarapan dan oleh-oleh
Gudeg Yu Djum tidak hanya menawarkan makanan untuk disantap langsung. Sejumlah paket lauk juga tersedia bagi pengunjung yang ingin membawa pulang gudeg untuk keluarga.
Kemasan besek menjadi salah satu pilihan untuk paket lauk. Sementara pesanan tertentu dapat dikemas menggunakan kotak.
Selain gudeg dan ayam, hidangan dapat dilengkapi telur, krecek, bawang goreng, serta lauk lain sesuai pilihan. Kombinasi tersebut membuat sajian gudeg semakin lengkap.
Dari kunjungan tersebut, Gudeg Yu Djum dinilai memiliki cita rasa yang kuat dengan perpaduan manis dan gurih. Aroma rempah pada bumbu juga menjadi bagian yang menonjol, terutama ketika ayam dicampur dengan nasi dan gudeg.
Lokasinya yang berada tidak jauh dari Malioboro membuat tempat ini mudah dimasukkan dalam agenda wisata kuliner. Wisatawan yang sedang berada di kawasan Malioboro dapat berjalan kaki untuk menikmati salah satu sajian gudeg yang dikenal memiliki cita rasa khas Yogyakarta.
Editor : Muhammad Rusdian NuzulaSumber : dovasya Family