JAKARTA - Anggrek bulan spesies Indonesia memiliki beragam bentuk, warna, ukuran, dan habitat. Dalam pembahasan Adi De Orch, terdapat 22 jenis anggrek bulan spesies yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara.
Masing-masing jenis memiliki karakteristik berbeda. Ada yang cocok dirawat di dataran rendah yang panas, ada pula yang membutuhkan lingkungan sejuk dan cenderung dingin. Beberapa jenis bahkan dikenal memiliki bunga dengan corak unik serta menjadi pilihan menarik bagi kolektor anggrek spesies.
Baca Juga: Sopir Truk Fuso Ganti Rugi Rp32 Juta, Gapura Perbatasan Sukosewu Mulai Dibangun Lagi
Anggrek Bulan dari Jawa dan Sekitarnya
Phalaenopsis amabilis menjadi jenis yang dibahas pertama karena merupakan bunga nasional Indonesia. Dalam materi tersebut, anggrek ini disebut pertama kali dideskripsikan oleh Blume pada 1825.
Bunganya berukuran sekitar 10 sentimeter dan penyebarannya meliputi Filipina, Indonesia, Papua hingga Australia. Jenis ini disebut mudah dirawat di berbagai ketinggian dan cocok bagi pemula. Harganya dalam materi berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp100.000.
Berikutnya ada Phalaenopsis fimbriata yang memiliki bunga sekitar 4 sentimeter. Habitatnya disebut berada di Jawa dan Sumatera pada ketinggian 700 hingga 1.300 meter di atas permukaan laut. Anggrek ini lebih cocok untuk lingkungan sejuk.
Phalaenopsis javanica juga berasal dari kawasan Jawa dan disebut ditemukan di beberapa wilayah Sumatera. Bunganya berukuran sekitar 3 sentimeter dan membutuhkan kondisi lingkungan yang sejuk hingga dingin.
Ada pula Phalaenopsis deliciosa dengan ukuran bunga sekitar 2 sentimeter. Penyebarannya sangat luas, mulai dari India hingga Indonesia. Jenis ini dapat dirawat di tempat panas selama berada dalam kondisi teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.
Deretan Anggrek dari Kalimantan
Kalimantan menjadi salah satu wilayah yang banyak disebut dalam daftar tersebut. Phalaenopsis bellina memiliki bunga sekitar 5 sentimeter dan disebut ditemukan di Kalimantan pada ketinggian 0 hingga 200 meter.
Phalaenopsis corningiana juga berasal dari Kalimantan dengan bunga berukuran sekitar 5 hingga 6 sentimeter. Selanjutnya ada Phalaenopsis kapuasensis yang ditemukan di hutan dataran rendah dekat sungai di Kalimantan Barat.
Phalaenopsis gigantea menjadi salah satu jenis yang disebut memiliki ukuran daun sangat besar. Habitatnya berada di Kalimantan, mulai dari dataran rendah hingga perbukitan. Pertumbuhannya disebut lambat dan harganya ketika berbunga dapat mencapai jutaan rupiah.
Jenis lainnya adalah Phalaenopsis zebrina yang memiliki corak bunga menyerupai kulit zebra. Anggrek ini ditemukan di Kalimantan serta beberapa wilayah lain dan disebut cocok bagi pencinta anggrek yang tinggal di daerah panas.
Phalaenopsis modesta, Phalaenopsis maculata, Phalaenopsis cornu-cervi, dan Phalaenopsis kunstleri juga masuk dalam daftar. Masing-masing memiliki karakter bunga, habitat, dan kebutuhan perawatan yang berbeda.
Anggrek Spesies dari Sumatera
Dari Sumatera terdapat Phalaenopsis tetraspis dengan bunga sekitar 5 hingga 6 sentimeter. Jenis ini disebut ditemukan di Sumatera serta Kepulauan Andaman dan Nikobar.
Phalaenopsis violacea juga menjadi salah satu jenis yang disebut sebagai favorit koleksi. Bunganya berwarna ungu dengan ukuran sekitar 4 hingga 5 sentimeter dan habitatnya berada di Sumatera pada dataran rendah.
Selanjutnya ada Phalaenopsis inscriptiosinensis yang memiliki bunga sekitar 4 sentimeter. Jenis ini disebut tumbuh pada ketinggian sekitar 900 meter sehingga membutuhkan kondisi yang sejuk.
Phalaenopsis pulcherrima memiliki bunga berukuran sekitar 2 hingga 3 sentimeter dan penyebarannya cukup luas. Jenis ini disebut dapat tumbuh di tempat panas selama berada dalam kondisi teduh.
Phalaenopsis viridis juga berasal dari Sumatera dan memiliki bunga sekitar 3 hingga 4 sentimeter. Jenis ini lebih cocok berada di dataran menengah hingga tinggi dengan kondisi sejuk.
Baca Juga: 4.373 Warga Kota Blitar Berstatus Kawin Belum Tercatat, Dispendukcapil Minta Segera Melapor
Sulawesi hingga Nusa Tenggara
Phalaenopsis venosa menjadi salah satu anggrek yang berasal dari Sulawesi. Bunganya berukuran sekitar 4 hingga 6 sentimeter dan membutuhkan kelembapan tinggi sepanjang tahun.
Ada pula Phalaenopsis amboinensis yang memiliki bunga sekitar 6 sentimeter dan disebut cukup harum. Penyebarannya meliputi Sulawesi, Maluku hingga Papua.
Phalaenopsis celebensis memiliki bunga sekitar 3 sentimeter dan ditemukan di Sulawesi. Selain bunganya, daun anggrek ini disebut memiliki corak yang eksotis.
Jenis terakhir adalah Phalaenopsis floresensis dari Nusa Tenggara. Anggrek ini disebut ditemukan di hutan yang dekat dengan air terjun pada ketinggian 100 hingga 500 meter.
Beragamnya jenis tersebut menunjukkan kekayaan anggrek bulan spesies Indonesia. Setiap anggrek memiliki karakteristik dan kebutuhan lingkungan yang berbeda, sehingga pemilihan jenis perlu disesuaikan dengan kondisi tempat perawatan.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Adi De Orch