BANDUNG - Jenis anggrek bulan Indonesia memiliki karakter yang beragam, mulai dari ukuran bunga, warna, corak, habitat, hingga kebutuhan lingkungan untuk tumbuh. Dalam pembahasan Adi De Orch di Tri Orchid, Parongpong, Lembang, Bandung, disebutkan 22 spesies anggrek bulan yang terdapat di Indonesia.
Daftar tersebut mencakup anggrek dari berbagai wilayah, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, hingga Nusa Tenggara. Perbedaan habitat membuat setiap spesies memiliki kebutuhan perawatan yang tidak sama.
Sebagian jenis mampu beradaptasi dengan dataran rendah yang panas. Namun, beberapa lainnya justru membutuhkan kondisi sejuk hingga dingin. Karena itu, mengenali asal dan habitat anggrek menjadi salah satu hal penting sebelum menentukan tempat perawatannya.
Baca Juga: Sopir Truk Fuso Ganti Rugi Rp32 Juta, Gapura Perbatasan Sukosewu Mulai Dibangun Lagi
Phalaenopsis yang Cocok untuk Pemula
Salah satu jenis yang cukup mudah dirawat adalah Phalaenopsis amabilis. Anggrek ini disebut sebagai bunga nasional Indonesia dan memiliki bunga berukuran sekitar 10 sentimeter.
Dalam pembahasan tersebut, Phalaenopsis amabilis disebut dapat dirawat di berbagai ketinggian. Harganya berada pada kisaran Rp50.000 hingga Rp100.000 sehingga dinilai cocok bagi pemula.
Berbeda dengan itu, Phalaenopsis fimbriata lebih menyukai wilayah sejuk. Spesies ini ditemukan di Jawa dan Sumatera pada ketinggian 700 hingga 1.300 meter. Pengalaman perawatan yang dibagikan dalam materi menunjukkan jenis tersebut kurang sesuai ketika ditempatkan di daerah panas seperti dataran rendah Bekasi.
Phalaenopsis javanica juga membutuhkan kondisi sejuk hingga dingin. Bunga spesies ini berukuran sekitar 3 sentimeter dan disebut memiliki sinonim Phalaenopsis latisepala.
Sementara itu, Phalaenopsis deliciosa mempunyai bunga lebih kecil, sekitar 2 sentimeter. Penyebarannya luas dan jenis ini masih dapat dirawat di daerah panas selama ditempatkan di tempat teduh serta tidak terkena matahari langsung.
Jenis Anggrek dari Kalimantan
Kalimantan menjadi habitat sejumlah spesies dalam daftar. Phalaenopsis bellina disebut tumbuh di dataran rendah dengan ketinggian 0 hingga 200 meter. Jenis ini dapat dirawat di daerah panas dengan perlindungan dari sinar matahari langsung.
Phalaenopsis corningiana juga berasal dari Kalimantan dengan habitat pada ketinggian sekitar 400 hingga 600 meter. Bunganya berukuran sekitar 5 sampai 6 sentimeter.
Kemudian ada Phalaenopsis kapuasensis yang disebut berasal dari hutan dataran rendah dekat sungai di Kalimantan Barat. Bunganya berukuran sekitar 3 sampai 4 sentimeter, sedangkan daunnya dapat tumbuh panjang.
Phalaenopsis gigantea menjadi salah satu spesies yang mencolok karena memiliki daun sangat besar. Jenis ini berasal dari Kalimantan dan pertumbuhannya disebut cukup lambat. Ketika berbunga, harganya dapat mencapai jutaan rupiah.
Ada juga Phalaenopsis zebrina dengan corak bunga menyerupai pola zebra. Jenis ini disebut dapat dirawat di daerah panas setelah beradaptasi dengan lingkungan.
Spesies Kalimantan lainnya dalam daftar adalah Phalaenopsis modesta dan Phalaenopsis maculata. Phalaenopsis modesta dikenal dapat berbunga hampir sepanjang musim, sedangkan Phalaenopsis maculata memiliki bunga sekitar 3 sentimeter dan disebut relatif jarang.
Baca Juga: 4.373 Warga Kota Blitar Berstatus Kawin Belum Tercatat, Dispendukcapil Minta Segera Melapor
Dari Sumatera hingga Nusa Tenggara
Sumatera juga memiliki sejumlah jenis anggrek bulan, termasuk Phalaenopsis tetraspis, Phalaenopsis violacea, Phalaenopsis inscriptio-sinensis, Phalaenopsis pulcherrima, dan Phalaenopsis viridis.
Phalaenopsis tetraspis memiliki bunga sekitar 5 hingga 6 sentimeter dan disebut cocok untuk daerah rendah yang panas asalkan terlindung dari matahari langsung. Phalaenopsis violacea memiliki bunga berwarna ungu berukuran sekitar 4 hingga 5 sentimeter.
Sementara Phalaenopsis inscriptio-sinensis dan Phalaenopsis viridis lebih menyukai wilayah sejuk. Keduanya disebut tidak direkomendasikan untuk dataran rendah yang panas dan kering.
Dari Sulawesi terdapat Phalaenopsis venosa, Phalaenopsis amboinensis, dan Phalaenopsis celebensis. Phalaenopsis venosa membutuhkan kelembapan tinggi sepanjang tahun. Phalaenopsis amboinensis memiliki bunga sekitar 6 sentimeter dan disebut cukup harum.
Phalaenopsis celebensis memiliki bunga sekitar 3 sentimeter. Keunikan lainnya terletak pada daunnya yang disebut memiliki corak eksotis menyerupai motif loreng.
Daftar tersebut ditutup dengan Phalaenopsis floresensis dari Nusa Tenggara. Jenis ini disebut ditemukan di kawasan hutan dekat air terjun pada ketinggian 100 hingga 500 meter.
Dengan karakter yang berbeda-beda, 22 jenis anggrek bulan Indonesia tersebut menawarkan pilihan bagi penghobi, baik yang tinggal di dataran rendah maupun wilayah sejuk. Penyesuaian lingkungan perawatan menjadi bagian penting agar anggrek dapat tumbuh dan berbunga dengan baik.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Adi De Orch