BANDUNG - Anggrek dendrobium menjadi salah satu kata kunci yang menarik perhatian para penghobi tanaman hias. Dalam ulasan Anggrek Jawabarat, sebuah anggrek klasik bernama Albertii diperlihatkan dalam kondisi berbunga sangat lebat. Tanaman tersebut memiliki banyak tangkai bunga, kuntum yang menjuntai panjang, serta aroma harum yang menjadi daya tarik utamanya.
Tanaman yang diperlihatkan bukan koleksi biasa. Rumpun besar tersebut disebut tidak untuk dijual karena masih menjadi milik keluarga. Bahkan, pemiliknya memiliki keinginan untuk memperbanyak tanaman terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan untuk melepas hasil perbanyakannya.
Keindahan tanaman terlihat dari jumlah tangkai bunga yang muncul dalam satu rumpun. Dalam ulasan tersebut disebutkan bahwa satu tanaman dapat menghasilkan sekitar enam hingga tujuh tangkai bunga.
Baca Juga: Jenis Anggrek Bulan di Indonesia, 22 Spesies Ini Punya Karakter Berbeda
Satu Tanaman Bisa Berbunga Sangat Lebat
Jumlah tangkai menjadi salah satu keunggulan yang langsung terlihat. Pada tanaman yang sedang diperlihatkan, beberapa tangkai sudah membawa bunga, sedangkan bagian lainnya masih dipenuhi kuncup.
Tidak berhenti pada jumlah tangkai, satu tangkai bunga juga disebut mampu menghasilkan lebih dari 25 kuntum. Tangkainya tumbuh panjang dan menjuntai sehingga bunga terlihat semakin padat ketika mekar secara bersamaan.
Kondisi tersebut membuat satu tanaman terlihat seperti dipenuhi rangkaian bunga. Tampilan seperti ini menjadi salah satu alasan anggrek Albertii disebut sangat menarik dan memiliki nilai tersendiri bagi penghobi.
Dalam video, keindahan bunga bahkan menjadi bahan perbandingan dan candaan antara pembawa acara. Bunga yang sedang mekar disebut begitu cantik hingga menjadi pusat perhatian selama proses ulasan berlangsung.
Selain penampilannya, aroma juga menjadi salah satu keunggulan yang berulang kali disebut. Bunga Albertii dikatakan sangat harum dan memiliki wangi yang membuat tanaman semakin menarik untuk dikoleksi.
Anggrek Klasik yang Disebut Langka
Anggrek Albertii dalam ulasan tersebut disebut sebagai anggrek klasik. Tanaman seperti ini dikatakan semakin jarang terlihat di rumah-rumah sehingga keberadaannya dianggap langka.
Dalam pembahasan, kelangkaan dan keindahan disebut menjadi alasan harga tanaman tersebut terus meningkat. Namun, tanaman yang sedang diperlihatkan tidak tersedia untuk dijual.
Pemiliknya bahkan menyebut tanaman tersebut sebagai koleksi pribadi. Ada pembicaraan bahwa tanaman itu baru akan diperbanyak terlebih dahulu sebelum hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan tanaman lain atau bahkan ditukar dengan sebuah mobil.
Hal tersebut menunjukkan betapa berharganya tanaman tersebut bagi pemiliknya. Nilainya bukan sekadar berdasarkan harga jual, tetapi juga karena statusnya sebagai koleksi yang sulit ditemukan.
Rumpun besar yang diperlihatkan juga tidak dapat dipesan. Menurut ulasan Anggrek Jawabarat, tanaman dengan ukuran besar dan kondisi seperti itu sangat langka.
Baca Juga: Jenis Anggrek Bulan Spesies Indonesia, Ini 22 Varietas yang Dibahas Adi De Orch
Baru Dipindahkan ke Pot
Selain bunga, kondisi tanaman juga menjadi bagian dari pembahasan. Anggrek tersebut sebelumnya berada di dalam pot plastik dan kemudian dipindahkan ke pot yang baru.
Karena baru saja direpoting, media tanamnya disebut belum sepenuhnya menetap. Meski demikian, kondisi tanaman tetap terlihat menarik karena sejumlah tangkai sedang membawa bunga dan kuncup.
Ukuran tangkai yang disebut jumbo juga menjadi perhatian. Tangkai yang tebal berpadu dengan jumlah bunga yang banyak sehingga membuat keseluruhan rumpun tampak semakin penuh.
Bagi penghobi, tanaman dengan karakter seperti ini memiliki daya tarik tersendiri. Bukan hanya bentuk bunganya yang diperhatikan, tetapi juga kemampuan tanaman menghasilkan banyak tangkai sekaligus.
Pilihan Ekonomis Masih Tersedia
Meskipun rumpun besar dan langka tidak dapat dipesan, Anggrek Jawabarat menyebut masih ada pilihan Albertii yang lebih ekonomis dalam penjualan langsung melalui live sale.
Pilihan tersebut dapat menjadi alternatif bagi penghobi yang tertarik memiliki tanaman sejenis tanpa harus mendapatkan rumpun besar seperti yang ditampilkan dalam video.
Sementara itu, tanaman induk yang menjadi objek ulasan tetap dipertahankan sebagai koleksi. Perbanyakan menjadi salah satu langkah yang disebut diperlukan agar jumlah tanaman dapat bertambah.
Ulasan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah anggrek klasik dapat memiliki daya tarik yang kuat ketika sedang berbunga. Enam hingga tujuh tangkai dalam satu tanaman, lebih dari 25 bunga pada satu tangkai, serta aroma harum membuat penampilannya terlihat sangat mencolok.
Bagi pencinta anggrek dendrobium dan tanaman hias lainnya, keberadaan koleksi langka seperti Albertii menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan. Keindahan, aroma, jumlah bunga, dan kelangkaan menjadi bagian yang membuat tanaman ini begitu istimewa dalam ulasan Anggrek Jawabarat.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Anggrek Jawabarat