Anggrek Vanda Jadi Pilihan Kolektor Sibuk, Ternyata Ini Alasan Perawatannya

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 13:51 WIB
Anggrek Vanda jadi pilihan kolektor sibuk. Simak tips perawatan, Vanda Lombokensis, hingga cara aman membeli online.(Pinterest)
Anggrek Vanda jadi pilihan kolektor sibuk. Simak tips perawatan, Vanda Lombokensis, hingga cara aman membeli online.(Pinterest)

JAKARTA - Anggrek Vanda menjadi salah satu pilihan menarik bagi kolektor yang memiliki kesibukan tinggi. Dalam sebuah kunjungan ke kebun milik Sugeng, seorang pegawai negeri sipil sekaligus penghobi tanaman, terlihat bagaimana anggrek dirawat dengan memanfaatkan kondisi lingkungan rumah, mulai dari ditempel pada kayu hingga digantung menggunakan rak bambu. Pengalaman tersebut juga memperlihatkan pentingnya menyesuaikan jenis anggrek dengan kondisi tempat tinggal. Teks yang ditempel Baca Juga: Anggrek Dendrobium Albertii Punya Bunga Lebat, Satu Tangkai Bisa 25 Kuntum

Anggrek Vanda Cocok untuk Kolektor Sibuk

Sugeng memilih memanfaatkan waktu luangnya untuk merawat berbagai tanaman, termasuk anggrek. Karena aktivitas pekerjaan yang membuatnya tidak selalu bisa merawat tanaman setiap hari, sejumlah anggrek ditempatkan dengan cara ditempel atau digantung.

Menurut pengalaman Sugeng, cara tersebut membuat perawatan lebih praktis. Tanaman tidak harus selalu berada di dalam pot dan media yang banyak. Beberapa anggrek bahkan ditempel menggunakan potongan kayu atau bambu sehingga menyerupai kondisi ketika tumbuh di alam.

Pilihan jenis tanaman juga disesuaikan dengan lingkungan rumah. Setelah pernah mengalami tanaman yang rusak akibat banjir, Sugeng akhirnya lebih memilih anggrek Vanda yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi tempat tinggalnya.

Vanda Lombokensis Jadi Koleksi Andalan

Salah satu koleksi yang mendapat perhatian adalah Vanda Lombokensis. Anggrek tersebut disebut memiliki kemampuan beradaptasi di dataran rendah dan cukup rajin berbunga. Selain bentuk bunganya, keharuman menjadi salah satu daya tarik utama.

Dalam perawatannya, Vanda Lombokensis tidak selalu membutuhkan media yang rumit. Tanaman dapat ditempatkan pada kayu, bambu, atau bahan lain yang berfungsi sebagai tempat berdiri dan menempel. Koleksi Sugeng juga memperlihatkan sejumlah variasi warna dan hasil persilangan.

Ia menyebut harga Vanda Lombokensis dapat berbeda-beda tergantung kondisi tanaman. Untuk bibit, harganya disebut mulai sekitar Rp50 ribu, sementara ukuran dan bentuk rumpun memiliki nilai berbeda.

Jangan Tergiur Harga Murah Saat Membeli Online

Selain membahas perawatan, Sugeng membagikan pengalaman ketika mencari anggrek melalui internet. Ia mengingatkan penghobi agar tidak langsung tergiur dengan harga yang terlalu murah.

Sebelum membeli, calon pembeli disarankan melihat profil penjual dan riwayat unggahannya. Komentar dari pembeli lain juga dapat menjadi pertimbangan untuk mengetahui apakah sebuah akun memiliki aktivitas yang meyakinkan.

Sugeng menyarankan pembeli mencoba transaksi dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Jika tanaman yang diterima sesuai dengan informasi penjual dan kondisinya baik, pembeli dapat mempertimbangkan untuk kembali membeli dari penjual tersebut.

Baca Juga: Anggrek Dendrobium Albertii, Si Klasik yang Langka dengan Bunga Melimpah

Perawatan Disesuaikan Kondisi Lingkungan

Dalam perawatan anggrek, Sugeng menilai kondisi lingkungan menjadi hal yang tidak kalah penting dibanding pemberian pupuk. Ia menekankan tanaman perlu berada dalam kondisi sehat, memiliki akar yang baik, mendapatkan air yang cukup, serta memperoleh sirkulasi udara.

Menurut pengalamannya, pemberian pupuk secara berlebihan tidak akan banyak membantu apabila tanaman sedang tidak sehat atau lingkungan tumbuhnya tidak sesuai. Karena itu, penghobi dianjurkan lebih dulu memperhatikan kondisi tanaman sebelum menambah nutrisi.

Penyiraman pun tidak memiliki satu aturan yang berlaku untuk semua tempat. Frekuensinya dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan tanaman. Hal serupa berlaku untuk paparan cahaya dan penggunaan paranet.

Bagi Sugeng, pengalaman merawat anggrek bersifat subjektif dan bisa berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Karena itu, penghobi disarankan tidak sekadar meniru pola perawatan orang lain, melainkan mencoba dan menyesuaikannya dengan kondisi lingkungan masing-masing.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Anggrek Vanda Vanda Lombokensis Sugeng kolektor anggrek blitar