JAKARTA - Anggrek Vanda menjadi pilihan seorang penghobi tanaman karena dinilai lebih mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang lembap. Pengalaman Sugeng dalam merawat koleksi anggrek menunjukkan bahwa pemilihan jenis tanaman perlu disesuaikan dengan kondisi tempat. Dari berbagai koleksinya, Vanda Lombokensis menjadi salah satu jenis yang menarik karena disebut adaptif di dataran rendah dan cukup rajin berbunga. Teks yang ditempel (1)
Sugeng merupakan seorang pegawai negeri yang memiliki hobi merawat tanaman. Kesibukan pekerjaan membuatnya memilih metode perawatan yang praktis. Di sekitar rumahnya, berbagai tanaman buah dan anggrek dirawat dengan memanfaatkan ruang yang tersedia.
Salah satu metode yang diterapkan adalah menempatkan anggrek pada kayu atau bambu. Tanaman tidak harus selalu dimasukkan ke pot. Dengan cara tersebut, akar dapat berkembang pada media yang ditempel atau digantung sehingga perawatannya lebih praktis.
Baca Juga: Anggrek Vanda Jadi Pilihan Kolektor Sibuk, Ternyata Ini Alasan Perawatannya
Beralih dari Dendrobium ke Vanda
Pilihan terhadap anggrek Vanda tidak muncul begitu saja. Sebelumnya, Sugeng juga mencoba merawat Dendrobium. Namun, kondisi lingkungan yang pernah mengalami banjir membuatnya mencari jenis anggrek yang lebih sesuai.
Menurut pengalamannya, Vanda mampu bertahan dalam kondisi lingkungan yang basah. Bahkan, ia menceritakan tanaman Vanda yang tetap bertahan ketika mengalami banjir dengan ketinggian sekitar satu meter.
Pengalaman tersebut membuat Vanda semakin banyak ditempatkan dalam koleksinya. Meski demikian, Sugeng tidak menganggap metode tersebut sebagai aturan yang harus diterapkan semua penghobi. Kondisi setiap lokasi tetap perlu diperhatikan.
Vanda Lombokensis Punya Banyak Variasi
Salah satu koleksi yang menjadi perhatian adalah Vanda Lombokensis. Jenis ini disebut memiliki aroma harum yang lebih terasa pada pagi hingga siang hari. Pada sore hari, aroma tersebut disebut tidak lagi sekuat sebelumnya.
Selain aroma, Vanda Lombokensis juga disebut mampu beradaptasi dengan kondisi dataran rendah dan cukup rajin mengeluarkan bunga. Sugeng menyebut koleksi Lombokensis miliknya terdiri dari banyak variasi.
Dalam kebunnya, sekitar 15 variasi disebut sudah pernah berbunga. Sementara itu, masih terdapat variasi lainnya yang belum berbunga sehingga koleksinya masih terus berkembang.
Bibit Lombokensis dalam percakapan tersebut disebut memiliki kisaran harga mulai Rp50 ribu, Rp75 ribu hingga Rp100 ribu. Untuk tanaman yang sudah berbentuk rumpun, harganya dapat berbeda.
Perhatikan Kondisi Tanaman Sebelum Membeli
Pengalaman mengoleksi anggrek juga membuat Sugeng memberikan perhatian terhadap pembelian tanaman secara online. Ia mengingatkan penghobi agar tidak mudah tergoda oleh harga yang terlalu murah.
Sebelum melakukan transaksi, pembeli disarankan melihat profil penjual, riwayat akun, komentar serta aktivitas penjual. Pembelian dalam jumlah kecil dapat menjadi pilihan untuk mengetahui kondisi tanaman dan kredibilitas penjual sebelum melakukan pembelian lebih banyak.
Ketika tanaman sudah tiba, Sugeng biasanya melakukan pembersihan terlebih dahulu. Bagian akar atau daun yang sudah mati dibersihkan secara manual. Setelah itu, tanaman direndam menggunakan fungisida dan kemudian diangin-anginkan.
Baca Juga: Anggrek Dendrobium Albertii Punya Bunga Lebat, Satu Tangkai Bisa 25 Kuntum
Penyiraman Tidak Bisa Disamakan
Dalam merawat anggrek Vanda, Sugeng menilai tidak ada satu pola penyiraman yang bisa diterapkan pada semua lokasi. Kondisi lingkungan menjadi pertimbangan utama.
Jika penyiraman setiap hari sesuai dengan kondisi tempat, cara tersebut dapat dilakukan. Namun, apabila lingkungan lebih sesuai dengan penyiraman setiap dua atau tiga hari, frekuensinya dapat disesuaikan.
Sirkulasi udara juga dianggap penting. Selain air, kondisi akar dan kesehatan tanaman perlu diperhatikan sebelum memberikan pupuk. Menurut pengalamannya, tanaman yang sehat akan lebih siap menerima perawatan berikutnya.
Pencahayaan pun disesuaikan dengan karakter tanaman. Beberapa Vanda dalam kondisi tertentu dapat memperoleh paparan cahaya hingga sekitar pukul 10.00 atau 11.00. Namun, varietas yang berbeda bisa memiliki kebutuhan berbeda pula.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa merawat anggrek Vanda membutuhkan pengamatan terhadap kondisi lingkungan. Penghobi tidak harus meniru seluruh metode yang diterapkan orang lain, tetapi dapat menjadikannya sebagai referensi untuk menemukan pola perawatan yang paling sesuai.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : TUNAS ANGGREK FAJAR