JAKARTA - Anggrek Vanda menjadi salah satu pilihan penghobi yang ingin merawat tanaman dengan cara praktis. Pengalaman Sugeng menunjukkan bahwa anggrek Vanda dapat ditempatkan pada kayu atau bambu tanpa harus menggunakan tanah. Pilihan tersebut juga disesuaikan dengan kondisi lingkungan rumahnya yang cukup lembap. Salah satu koleksi yang menarik perhatiannya adalah Vanda Lombokensis yang disebut adaptif di dataran rendah dan rajin berbunga. Teks yang ditempel
Sugeng merupakan seorang pegawai negeri yang memiliki hobi mengoleksi tanaman, termasuk anggrek. Kesibukan pekerjaan membuatnya memilih pola perawatan yang tidak terlalu rumit. Tanaman ditempatkan di berbagai bagian sekitar rumah dengan memanfaatkan media yang tersedia.
Baca Juga: Anggrek Vanda Jadi Pilihan Kolektor Sibuk, Ternyata Ini Alasan Perawatannya
Anggrek Vanda Tidak Harus Menggunakan Tanah
Salah satu hal menarik dari cara Sugeng merawat anggrek adalah penggunaan media kayu dan bambu. Tanaman dapat dipasang atau digantung sehingga akar berada di bagian atas media.
Menurut pengalamannya, cara tersebut membantu menghemat tempat sekaligus lebih praktis untuk penghobi yang memiliki aktivitas lain. Akar kemudian dibiarkan berkembang mengikuti media tempat tanaman ditempel.
Media yang digunakan pun tidak harus selalu baru. Kayu bekas maupun bahan lain yang tersedia dapat dimanfaatkan selama mampu menopang tanaman. Sugeng juga menggunakan tali untuk membantu mengikat tanaman pada media tersebut.
Vanda Dipilih Setelah Pengalaman Merawat Dendrobium
Sebelum lebih banyak mengoleksi Vanda, Sugeng sempat mencoba Dendrobium. Namun, kondisi lingkungan di sekitar rumahnya pernah mengalami banjir sehingga tanaman tersebut terdampak.
Ia kemudian melihat anggrek Vanda lebih sesuai dengan kondisi tersebut. Dalam pengalamannya, Vanda mampu bertahan meskipun pernah menghadapi banjir dengan ketinggian sekitar satu meter.
Pengalaman itu menjadi salah satu alasan Vanda semakin banyak dipilih untuk koleksi. Namun, Sugeng tetap menekankan bahwa pola perawatan setiap penghobi dapat berbeda karena kondisi lingkungan tidak selalu sama.
Vanda Lombokensis Rajin Berbunga
Dari berbagai jenis Vanda yang dikoleksi, Vanda Lombokensis menjadi salah satu yang mendapat perhatian. Anggrek tersebut disebut memiliki aroma harum yang terasa terutama pada pagi hingga siang hari. Saat sore tiba, aromanya disebut mulai berkurang.
Vanda Lombokensis juga disebut cukup adaptif terhadap dataran rendah. Sugeng menilai jenis ini termasuk yang rajin berbunga sehingga menarik untuk dikoleksi.
Koleksi Lombokensis miliknya memiliki banyak variasi. Sekitar 15 variasi disebut sudah pernah berbunga, sedangkan sejumlah variasi lainnya masih belum berbunga.
Dalam percakapan tersebut, harga bibit Lombokensis disebut berada di kisaran Rp50 ribu, Rp75 ribu hingga Rp100 ribu. Harga tanaman rumpun disebut berbeda. Angka tersebut merupakan kisaran yang muncul dalam percakapan mengenai koleksi tersebut.
Perawatan Perlu Menyesuaikan Lingkungan
Sugeng tidak menerapkan satu aturan penyiraman untuk semua tanaman. Menurut pengalamannya, frekuensi penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing tempat.
Jika tanaman cocok disiram setiap hari, penyiraman dapat dilakukan setiap hari. Namun, apabila kondisi lingkungan lebih sesuai dengan penyiraman setiap dua atau tiga hari, frekuensinya dapat dikurangi.
Selain air, sirkulasi udara menjadi bagian penting dalam perawatan. Ia juga lebih mengutamakan kondisi tanaman yang sehat sebelum memberikan pupuk. Akar yang baik dan tanaman yang terbebas dari masalah menjadi perhatian utama.
Untuk pencahayaan, beberapa Vanda dalam kondisi tertentu dapat memperoleh paparan cahaya sampai sekitar pukul 10.00 atau 11.00. Namun, kebutuhan setiap varietas bisa berbeda sehingga penghobi perlu mengamati respons tanaman.
Baca Juga: Anggrek Dendrobium Albertii Punya Bunga Lebat, Satu Tangkai Bisa 25 Kuntum
Belanja Online Jangan Hanya Melihat Harga
Sugeng juga memberikan perhatian pada pembelian anggrek melalui internet. Ia mengingatkan penghobi agar tidak langsung tergiur dengan harga yang sangat murah.
Profil penjual, riwayat akun, komentar dan aktivitas penjual dapat diperhatikan sebelum melakukan transaksi. Pembelian dalam jumlah kecil juga dapat dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi tanaman dan penjual.
Setelah tanaman sampai, Sugeng biasanya membersihkan akar dan daun yang sudah mati. Tanaman kemudian direndam menggunakan fungisida dan diangin-anginkan.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa merawat anggrek Vanda membutuhkan penyesuaian. Kondisi air, angin, cahaya, akar dan lingkungan perlu diperhatikan agar metode yang digunakan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : TUNAS ANGGREK FAJAR