JAKARTA - Anggrek Cattleya membutuhkan proses perawatan yang tepat sebelum akhirnya menghasilkan bunga. Salah satu fokus utama adalah memastikan tunas baru tumbuh besar dan sehat karena tidak semua tunas mampu berbunga. Dalam penjelasan Kebun Tetangga, fase pertumbuhan perlu didukung dengan pupuk yang sesuai, kemudian dilanjutkan dengan perawatan untuk pembungaan ketika tunas sudah cukup besar.
Cattleya memiliki karakter berbeda dibandingkan beberapa jenis anggrek lain. Tanaman ini tidak selalu mudah berbunga dalam waktu singkat. Karena itu, penghobi perlu memperhatikan perkembangan tunas sejak awal.
Tunas yang masih kecil belum dianggap siap menghasilkan bunga. Cadangan makanan yang dimiliki tanaman pada fase tersebut dinilai belum cukup untuk mendukung pembungaan. Sementara tunas yang sudah besar mempunyai peluang lebih baik.
Baca Juga: Anggrek Vanda Dipilih karena Lingkungan Lembap, Vanda Lombokensis Jadi Favorit
Ukuran Tunas Menentukan Peluang Berbunga
Dalam satu tanaman Cattleya, jumlah tunas bisa berbeda-beda. Ada tanaman yang hanya mempunyai satu tunas, sementara lainnya dapat menghasilkan beberapa tunas sekaligus.
Namun, banyaknya tunas bukan jaminan tanaman akan segera berbunga. Tunas yang masih kecil tetap membutuhkan waktu untuk berkembang. Sebaliknya, tunas yang sudah cukup besar dinilai mempunyai peluang lebih besar menghasilkan bunga.
Meski begitu, banyak tunas tetap memberikan keuntungan untuk perkembangan tanaman selanjutnya. Jika beberapa tunas berhasil tumbuh besar, peluang menghasilkan lebih banyak batang bunga pada masa mendatang juga semakin terbuka.
Karena itu, penghobi sebaiknya tidak terburu-buru mengarahkan tanaman kecil untuk berbunga. Pertumbuhan tunas perlu menjadi prioritas sampai tanaman memiliki ukuran yang dianggap siap.
Gunakan Pupuk Sesuai Tahapan
Perawatan Cattleya dilakukan dengan membedakan pupuk berdasarkan fase pertumbuhan. Setelah bunga selesai, pupuk pertumbuhan digunakan untuk membantu merangsang munculnya tunas baru.
Ketika tunas sudah berkembang besar, tanaman kemudian dapat diarahkan memasuki fase pembungaan. Pada tahap tersebut, pupuk pembungaan digunakan untuk mendukung proses menghasilkan bunga.
Dalam praktik yang dibagikan, Gandasil menjadi salah satu pupuk yang digunakan. Gandasil B disebut untuk pembungaan, sedangkan Gandasil D digunakan untuk merangsang pertumbuhan.
Gandasil B yang dibahas memiliki kandungan 6 persen nitrogen, 20 persen fosfor dan 30 persen kalium. Larutan pupuk dicontohkan menggunakan lima liter air dan satu sendok makan pupuk.
Bagi penghobi yang belum terbiasa menggunakan pupuk kimia, dosis sebaiknya dimulai secara bertahap sesuai kondisi tanaman.
Jangan Lupa Memberikan Air Bersih
Pemupukan Cattleya tidak dilakukan terus-menerus tanpa jeda. Pola yang dijelaskan adalah memberikan pupuk seminggu sekali selama tiga kali, kemudian pada minggu berikutnya tanaman cukup mendapatkan air bersih.
Pemberian air tanpa pupuk dilakukan untuk membantu menetralkan sisa pupuk sekaligus mengurangi penumpukan bahan kimia di media tanam.
Untuk tanaman yang sedang diarahkan berbunga, pupuk diberikan dengan cara menyiram atau merendam area akar dan media hingga basah. Penyemprotan langsung ke bagian tanaman yang berpotensi menghasilkan bunga dihindari karena larutan pupuk kimia berisiko membuat bagian tersebut terbakar.
Baca Juga: Anggrek Vanda Jadi Andalan Penghobi, Bisa Tumbuh Tanpa Media Tanah
Cahaya Cukup Membantu Pertumbuhan
Selain pemupukan, kondisi tempat juga perlu diperhatikan. Cattleya membutuhkan sirkulasi udara yang baik karena termasuk jenis anggrek epifit.
Tanaman bisa digantung ketika lokasi memiliki aliran udara yang cukup. Jika kondisi tempat lebih berangin, tanaman dapat diletakkan pada rak. Yang terpenting adalah udara dapat bergerak dengan baik di sekitar tanaman.
Intensitas cahaya yang disebut dalam penjelasan berada di kisaran 70 hingga 85 persen. Cattleya disebut membutuhkan cahaya lebih banyak dibandingkan anggrek bulan atau Phalaenopsis.
Media Tanam Mempengaruhi Penyiraman
Cattleya dapat ditanam menggunakan berbagai media, seperti moss, serabut kelapa, akar pakis, arang maupun kulit kayu. Setiap media memiliki kemampuan menyimpan air yang berbeda sehingga pola penyiraman juga perlu disesuaikan.
Jika menggunakan media yang cukup menyerap air, penyiraman dapat dilakukan sekitar dua sampai tiga hari sekali. Untuk arang atau kulit kayu, penyiraman perlu dilakukan lebih sering, terutama ketika cuaca panas.
Proses berbunga Cattleya disebut lebih lama dibandingkan Dendrobium dan Phalaenopsis. Ketika sudah berbunga, bunga rata-rata dapat bertahan sekitar dua minggu.
Bunga sebaiknya tidak terkena hujan atau air secara langsung karena dapat membuatnya lebih cepat layu dan gugur. Meski membutuhkan waktu, Cattleya tetap memiliki daya tarik karena bunganya besar, harum dan terlihat elegan.
Kuncinya adalah menjaga tunas baru tetap tumbuh sehat hingga mencapai ukuran yang siap berbunga, kemudian menyesuaikan pupuk, cahaya, air dan sirkulasi udara dengan kondisi tanaman.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Kebun Tetangga