JAKARTA - Anggrek Oncidium termasuk tanaman yang perawatannya susah-susah gampang. Tanaman ini membutuhkan perhatian pada kondisi daun, tunas, media tanam, kelembapan, sirkulasi udara, hingga paparan sinar matahari. Beberapa masalah seperti daun menguning, bercak, pembusukan, dan kerusakan akibat serangga dapat diperhatikan sejak awal melalui pemeriksaan rutin.
Dalam perawatannya, anggrek Oncidium dapat ditempatkan di pot plastik dan digantung. Media tanam yang digunakan bisa berupa arang dengan tambahan moss di bagian bawah untuk membantu menjaga kelembapan.
Kelembapan media menjadi salah satu hal penting karena akar membutuhkan air dan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Selain arang dan moss, media lain seperti kulit pinus, pakis, serta serabut kelapa juga dapat digunakan.
Baca Juga: Anggrek Cattleya Cepat Berbunga, Fokus pada Tunas Baru dan Pola Pemupukan
Daun Menguning Perlu Diperhatikan
Kondisi daun menjadi salah satu indikator yang perlu diamati secara rutin. Daun yang menguning atau memiliki bercak perlu segera diperiksa. Berdasarkan pengalaman yang dibagikan dalam video, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan virus atau bakteri.
Tanaman yang mengalami masalah pada daun sebaiknya dipisahkan dari tanaman yang sehat. Pemisahan dilakukan sebagai langkah untuk mencegah kemungkinan penyebaran masalah ke tanaman lain.
Daun yang sudah cokelat atau rusak dapat dipotong menggunakan gunting. Bagian yang telah dipotong maupun daun yang jatuh dan menunjukkan tanda penyakit sebaiknya dibuang.
Lubang pada daun juga perlu diperhatikan karena dapat disebabkan oleh serangga. Hama tersebut terkadang lebih mudah ditemukan ketika tanaman diperiksa pada malam hari.
Bersihkan Bagian Tanaman yang Sudah Kering
Bagian selubung atau kulit luar pada bulb Oncidium yang sudah kering dapat dibersihkan. Kulit lama yang berwarna cokelat juga perlu diperiksa apabila berpotensi menampung air.
Air yang tertahan pada bagian tanaman dapat membuat kondisi terlalu lembap dan berisiko menyebabkan batang membusuk. Karena itu, bagian yang sudah kering dan tidak diperlukan dapat dirapikan.
Setelah anggrek Oncidium selesai berbunga, tangkai bunga yang sudah tidak digunakan juga dapat dipotong. Pemangkasan dilakukan agar tidak menghambat pertumbuhan tunas atau bulb lainnya.
Tanaman ini juga dapat diikat dalam posisi tegak karena karakter daunnya cenderung menjuntai. Penataan tersebut membuat tanaman lebih mudah dirawat dan terlihat lebih rapi.
Hindari Sinar Matahari Terlalu Kuat
Penempatan anggrek Oncidium juga harus diperhatikan. Tanaman sebaiknya tidak langsung terkena sinar matahari yang terlalu kuat karena dapat menyebabkan daun terbakar.
Daun yang terkena paparan berlebihan bisa berubah menjadi kuning, cokelat, hingga menghitam. Jika sudah mengalami kerusakan, bagian daun yang terbakar dapat dipotong.
Oncidium juga perlu mendapat perhatian setelah hujan. Berdasarkan pengalaman dalam video, tanaman ini cukup sensitif ketika terkena panas matahari langsung setelah hujan. Karena itu, tanaman sebaiknya tetap berada di bawah perlindungan seperti naungan pohon.
Baca Juga: Anggrek Vanda Dipilih karena Lingkungan Lembap, Vanda Lombokensis Jadi Favorit
Rutin Gunakan Fungisida dan Bakterisida
Perawatan anggrek Oncidium juga dapat dilakukan dengan penggunaan fungisida dan bakterisida secara rutin. Kebersihan lingkungan tanaman turut menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi Oncidium.
Gulma atau tanaman liar yang tumbuh di media juga sebaiknya dibersihkan. Dengan demikian, media tetap lebih terawat dan pertumbuhan tanaman dapat diamati dengan lebih mudah.
Pada akhirnya, perawatan Oncidium tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Pemilik cukup konsisten memperhatikan kondisi daun, tunas, media, cahaya, air, serta sirkulasi udara. Dengan perawatan yang sesuai, tanaman dapat dipertahankan dalam kondisi sehat dan pertumbuhannya lebih terkontrol.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Orchid Corner