JAKARTA - Anggrek Hitam Kalimantan atau Coelogyne pandurata menjadi salah satu anggrek spesies dengan tampilan bunga yang khas. Bunga tanaman ini memiliki warna dominan hijau dengan bagian labellum atau tengah bunga berwarna hitam. Selain memiliki bentuk yang menarik, Anggrek Hitam juga mempunyai aroma yang wangi. Perawatannya tergolong mudah setelah tanaman berhasil beradaptasi dengan lingkungan baru.
Anggrek Hitam Kalimantan merupakan anggrek spesies atau anggrek asli alam yang belum dihibrid. Karena berasal dari alam, proses adaptasi menjadi bagian yang perlu diperhatikan ketika tanaman dipindahkan ke tempat baru.
Menurut penjelasan dalam video Kebun Tetangga, masa adaptasi tanaman dapat berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan. Jika kondisi lingkungan baru mirip dengan tempat tanaman sebelumnya tumbuh, proses tersebut dapat berlangsung lebih cepat, bahkan sekitar satu bulan.
Tanda tanaman mulai beradaptasi dapat dilihat dari kemunculan tunas dan akar baru. Setelah pertumbuhan baru muncul, Anggrek Hitam biasanya mulai mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan tempatnya dirawat.
Baca Juga: Anggrek Cattleya Sulit Berbunga? Begini Cara Merawat Tunas hingga Siap Mekar
Tidak Membutuhkan Perawatan Rumit
Setelah berhasil beradaptasi, Anggrek Hitam disebut mudah dirawat. Tanaman ini dapat ditempatkan pada kondisi full rain atau terkena hujan. Namun, tanaman tidak dianjurkan berada di bawah paparan matahari penuh.
Di habitat alaminya, Anggrek Hitam tumbuh dengan menempel pada pohon. Tanaman tersebut dapat tumbuh dan berbunga tanpa perlakuan khusus dari manusia. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perawatannya relatif sederhana.
Untuk membantu pertumbuhan, air cucian beras dapat digunakan sebagai salah satu pilihan pemupukan. Cara ini dapat diterapkan bagi penghobi yang belum terbiasa menggunakan pupuk kimia.
Jika ingin menggunakan pupuk kimia, dalam video disebutkan Gandasil dan Gaviota. Pupuk dapat diberikan sekitar satu minggu sekali melalui media tanam atau penyemprotan.
Namun, ketika tanaman memasuki fase spike atau knop, pemupukan pada bagian knop sebaiknya dihindari. Pemberian pupuk dapat diarahkan pada bagian perakaran atau media.
Jangan Menyiram Saat Media Masih Basah
Penyiraman Anggrek Hitam perlu disesuaikan dengan kondisi media. Jika media tanam masih basah, tanaman tidak perlu langsung disiram kembali.
Media yang digunakan dalam video berupa coco chips atau potongan bahan kelapa. Selain itu, Anggrek Hitam dapat ditanam menggunakan sphagnum moss, cacahan kulit kayu, kulit pakis, maupun cacahan pakis.
Tanaman juga bisa ditempel pada papan pakis. Cara tersebut sesuai dengan karakter alaminya yang dapat tumbuh menempel pada pohon.
Baca Juga: Anggrek Oncidium Mudah Dirawat, Ini Cara Menjaga Daun dan Tunas Tetap Sehat
Ciri Khas Bunga Anggrek Hitam
Nama Anggrek Hitam berasal dari warna hitam pada bagian labellum atau bagian tengah bunga. Meski demikian, warna bunganya secara keseluruhan lebih dominan hijau.
Bunga yang ditampilkan dalam video masih belum mekar sempurna. Ketika sudah mekar penuh, tampilannya disebut akan semakin cantik. Aroma bunga juga menjadi daya tarik karena memiliki wangi yang kuat dan segar.
Tanaman dewasa yang ditampilkan memiliki batang besar dan pertumbuhan yang rimbun. Dalam video, Anggrek Hitam tersebut ditawarkan dengan harga Rp165.000 per pot dengan bobot ongkos kirim sekitar dua kilogram.
Harga tersebut disesuaikan dengan kondisi tanaman yang sudah besar serta proses perawatan sejak tanaman masih kecil hingga mencapai ukuran dewasa.
Dengan karakter bunga yang unik, aroma wangi, serta perawatan yang relatif mudah setelah melewati masa adaptasi, Anggrek Hitam Kalimantan dapat menjadi pilihan bagi penghobi yang ingin merawat anggrek spesies.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Kebun Tetangga