Jenang Ketan Hitam Bu Djaelani Blitar Bertahan Sejak 2000, Harga Mulai Rp 5 Ribu dan Punya Sertifika

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 12:00 WIB
LEZAT: Sajian jenang ketan hitam ala Bu Djaelani yang manis dan menyegarkan dengan tambahan es batu.
LEZAT: Sajian jenang ketan hitam ala Bu Djaelani yang manis dan menyegarkan dengan tambahan es batu.

BLITAR KAWENTAR  – Jenang Ketan Hitam Bu Djaelani menjadi salah satu pilihan kuliner tradisional yang masih bertahan di Kota Blitar. Berdiri sejak 2000, usaha ini mempertahankan cita rasa khas jenang ketan hitam yang digemari pelanggan. Berlokasi di Jalan Melati, jenang legendaris ini ditawarkan dengan harga mulai sekitar Rp 5 ribu.

Jenang Ketan Hitam Bu Djaelani menarik perhatian pencinta kuliner tradisional karena perjalanan usahanya yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Selain jenang ketan hitam, pelanggan juga dapat menikmati sejumlah pilihan jajanan tradisional lain dengan harga yang relatif terjangkau.

Keberadaan kuliner ini menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati sajian tradisional di tengah beragamnya pilihan makanan modern. Lokasinya yang berada di kawasan Kota Blitar juga membuatnya mudah dijangkau dari sejumlah titik penting.

Baca Juga: Begal Kepraktisan Matic: Mengintip Ketangguhan Spesifikasi Honda Blade 125 Berbalut Fitur Modern

Berawal dari Rumah, Pindah ke Jalan Melati pada 2004

Perjalanan Jenang Ketan Hitam Bu Djaelani bermula dari usaha rumahan pada 2000. Pada awalnya, pelanggan dilayani langsung dari rumah sebelum usaha tersebut berpindah lokasi ke Jalan Melati pada 2004.

Sejak menempati lokasi tersebut, usaha jenang ini terus bertahan dan melayani pelanggan hingga sekarang. Perjalanan panjang itu menjadi bagian dari kisah kuliner tradisional yang tetap memiliki tempat di tengah masyarakat.

Baca Juga: Begal Pasar Underbone! Intip Ketangguhan Spesifikasi Honda Winner R yang Berbalut Fitur Modern

Mempertahankan usaha selama bertahun-tahun tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku kuliner. Di tengah berkembangnya tren makanan baru, sajian tradisional seperti jenang tetap menawarkan pilihan rasa yang berbeda sekaligus mengingatkan pelanggan pada kuliner khas yang telah dikenal sejak lama.

Jenang Ketan Hitam Bu Djaelani mempertahankan resep dan cita rasa tradisional sebagai ciri khasnya. Hal tersebut menjadi salah satu identitas usaha yang telah dikenal pelanggan selama bertahun-tahun.

Punya Sertifikat Halal dan Pilihan Jenang Beragam

Selain menjaga cita rasa, Jenang Ketan Hitam Bu Djaelani juga telah mengantongi sertifikat halal. Sertifikat tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen usaha dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan.

Pilihan menu yang tersedia juga tidak terbatas pada jenang ketan hitam. Pelanggan dapat menikmati aneka sajian tradisional lain, seperti dawet, jenang grendul, dan jenang sumsum.

Beragam pilihan tersebut memberikan alternatif bagi pengunjung yang ingin mencoba jajanan tradisional dalam satu tempat. Jenang ketan hitam menjadi sajian andalan, sementara menu lainnya dapat dipilih sesuai selera.

Keberadaan beberapa jenis jenang juga memperlihatkan beragamnya olahan jajanan tradisional yang masih dapat dinikmati masyarakat. Sajian seperti jenang grendul dan jenang sumsum dikenal dengan karakteristik masing-masing, sedangkan dawet menawarkan pilihan minuman tradisional yang menyegarkan.

Harga Mulai Rp 5 Ribu, Cocok untuk Berburu Kuliner

Baca Juga: Cerita Pelaku Usaha Kuliner Brownies Ketan Sidoarjo: Berawal dari Dapur Rumah, Kini Tembus Pasar Global

Salah satu daya tarik Jenang Ketan Hitam Bu Djaelani adalah harganya yang ramah di kantong. Aneka sajian tradisional di tempat ini ditawarkan mulai sekitar Rp 5 ribu, sehingga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati kuliner tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Dengan harga tersebut, pelanggan bisa menjadikan tempat ini sebagai salah satu tujuan berburu jajanan tradisional di Kota Blitar. Pengunjung yang ingin mencicipi jenang ketan hitam maupun menu lainnya dapat datang langsung ke lokasi penjualan.

Bagi pencinta kuliner lokal, tempat ini juga bisa menjadi alternatif untuk mengenal jajanan tradisional yang telah bertahan selama bertahun-tahun. Perpaduan harga terjangkau, pilihan menu, dan perjalanan usaha yang panjang menjadi daya tarik tersendiri.

Baca Juga: Tembus 18 KM Per Liter! Menguji Ketangguhan Mesin Honda BR-V N7X Edition dan Kecanggihan Fitur Honda Sensing

Buka Setiap Hari hingga Pukul 14.00 WIB

Jenang Ketan Hitam Bu Djaelani di Jalan Melati, Kota Blitar, buka setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 14.00 WIB. Pengunjung dapat menyesuaikan waktu kedatangan dengan jam operasional tersebut.

Selain lokasi utama di Jalan Melati, usaha ini juga telah memiliki cabang di Jalan Lawu. Kehadiran cabang tersebut memberikan pilihan lokasi bagi pelanggan yang ingin membeli sajian jenang Bu Djaelani.

Lokasinya juga relatif dekat dengan sejumlah titik penting di Kota Blitar. Dari Alun-Alun Kota Blitar dan Stasiun Blitar, jaraknya masing-masing sekitar 850 meter. Sementara itu, Terminal Patria Blitar berjarak sekitar 2,6 kilometer.

Dengan perjalanan usaha sejak 2000, pilihan menu tradisional, sertifikat halal, serta harga mulai Rp 5 ribu, Jenang Ketan Hitam Bu Djaelani tetap menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati kuliner tradisional di Kota Blitar.

Editor : Regina Gavin Agata
Jenang Ketan Hitam Bu Djaelani jenang ketan hitam wisata kuliner blitar kuliner blitar jajanan tradisional