BLITAR – Banyak pensiunan yang tergiur dengan tawaran kredit pensiun Taspen karena prosesnya cepat dan syaratnya mudah. Namun, di balik kemudahan itu, ternyata ada sejumlah risiko yang patut diwaspadai, terutama soal bunga dan potongan gaji yang cukup besar setiap bulan.
Dalam video yang diunggah kanal YouTube Om Ardi Gendut bersama Queen of Soraya, mereka membedah tuntas tentang bagaimana mekanisme kredit pensiun bekerja, khususnya di Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai salah satu bank penyalur utama bagi para pensiunan Taspen.
Menurut penjelasan Ardi, kredit pensiun Taspen pada dasarnya diberikan kepada pensiunan yang memiliki nomor Taspen aktif dan rekening gaji yang sudah terdaftar. “Jadi nanti ketika mereka ngajuin, data pengajuan langsung masuk ke aplikasi yang terhubung dengan gaji Taspen. Setiap bulannya, cicilan akan otomatis dipotong dari gaji pensiun,” ujar Ardi.
Syarat Pengajuan Kredit Pensiun Taspen
Agar pengajuan disetujui, calon debitur wajib menyiapkan sejumlah dokumen, antara lain KTP suami-istri, SK pensiun, dan kartu Taspen. Data tersebut digunakan untuk memastikan bahwa calon peminjam memang terdaftar secara resmi sebagai penerima manfaat dari Taspen.
Soraya menambahkan, proses pencairan kredit bisa berjalan sangat cepat jika semua berkas lengkap. “Ada yang sehari langsung cair, terutama kalau keputusan disetujui oleh pimpinan unit bank. Tapi kalau harus lewat pimpinan cabang, biasanya butuh tiga sampai empat hari,” jelasnya.
Namun, ada satu syarat mutlak: rekening pensiun harus berada di bank yang sama dengan tempat pengajuan kredit. “Kalau pensiunan Taspen-nya di BRI, maka pengajuan kreditnya juga harus di BRI. Kalau rekeningnya di bank lain, kayak BPD atau BJB, itu nggak bisa cair,” tambah Ardi.
Besaran Angsuran dan Bunga Kredit
Dari sisi perhitungan, besaran cicilan maksimal tergantung dari total gaji pensiun yang diterima. Untuk di BRI, maksimum angsuran adalah 80 persen dari gaji pensiun bulanan. Sementara di beberapa bank lain seperti BTPN, angsuran bisa mencapai 90 persen. Artinya, hanya sekitar 10–20 persen sisa gaji yang bisa dibawa pulang oleh pensiunan setiap bulan.
Meskipun menawarkan plafon besar, bunga kredit pensiun Taspen dikenal cukup tinggi. Ardi menyebutkan, “Bunganya agak mahal sih, makanya banyak yang bilang ini kredit menyiksa pensiun. Tapi di sisi lain, dia sudah termasuk asuransi jiwa.”
Menurut Soraya, besaran premi asuransi jiwa tergantung pada jangka waktu kredit yang diambil, bukan pada usia peminjam. “Semakin panjang tenor pinjaman, premi asuransinya makin mahal. Tapi kalau tenornya pendek, preminya bisa jauh lebih ringan,” katanya.
Tenor dan Risiko bagi Pensiunan
Kredit pensiun biasanya diberikan dengan tenor maksimal 10 tahun. Artinya, jika seseorang berusia 55 tahun dan mengambil tenor penuh, maka pembayaran bisa berlangsung hingga usia 65 tahun. Karena itu, penting bagi calon peminjam untuk menghitung kemampuan finansial dengan cermat sebelum mengambil keputusan.
Soraya mengingatkan, tidak sedikit pensiunan yang akhirnya menunggak karena sisa gaji mereka terlalu kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Saya punya nasabah yang nunggak, dan itu jadi masalah karena pemotongan otomatis tetap berjalan sementara kebutuhan hidup makin naik,” ujarnya.
Selain itu, ada pula kasus di mana pensiunan memindahkan rekening Taspen ke bank lain tanpa melunasi utang sebelumnya. “Nah itu yang bahaya. Harusnya utang dilunasi dulu baru pindah bank, bukan sebaliknya,” tegas Ardi.
Proses Cepat, Tapi Perlu Waspada
Meskipun proses kredit pensiun Taspen terbilang cepat—bahkan bisa cair dalam satu hari—tidak berarti tanpa risiko. Ardi menegaskan bahwa kemudahan pengajuan sering kali membuat pensiunan kurang berhati-hati dalam membaca kontrak.
“Kredit yang digadang-gadang syarat mudah dan proses cepat itu sebenarnya punya beban bunga tinggi. Kalau nggak hati-hati, bisa terjerat cicilan panjang,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar calon peminjam tidak tergoda janji manis petugas bank yang menjual kredit dengan iming-iming “paling cepat cair”. Menurutnya, waktu pencairan bergantung pada seberapa aktif pimpinan unit memproses pengajuan. “Kalau pimpinannya lagi senggang, cepat cair. Tapi kalau sibuk, ya bisa molor beberapa hari,” tambahnya.
Tips Aman Mengajukan Kredit Pensiun
Untuk menghindari jeratan utang berkepanjangan, Soraya memberi tips agar pensiunan selalu membaca kontrak secara teliti, menghitung ulang kemampuan bayar, dan mempertimbangkan tenor yang realistis. “Jangan ambil plafon terlalu besar. Ambil sesuai kebutuhan saja, supaya gaji pensiun tidak habis buat bayar angsuran,” pesannya.
Kredit pensiun Taspen memang bisa membantu para pensiunan mendapatkan dana tambahan dengan cepat. Namun, bijak dalam mengambil keputusan tetap menjadi kunci utama agar masa tua tidak terbebani utang.
Editor : Axsha Zazhika