BLITAR – Dalam pengajian terbaru menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Muhammad Iqdam Kholid atau yang akrab disapa Gus Iqdam, mengingatkan jemaah bahwa bertemu dengan bulan Ramadan adalah takdir terindah yang harus disyukuri.
Beliau mengibaratkan Ramadan sebagai masa "promo besar-besaran" pahala dari Allah SWT yang tidak boleh disia-siakan.
Gus Iqdam menekankan bahwa puasa adalah kewajiban bagi setiap mukmin sesuai Surah Al-Baqarah ayat 183.
Tujuan utamanya adalah meraih derajat takwa (la’allakum tattaqun). Menurutnya, orang yang bertakwa akan diberikan keistimewaan luar biasa oleh Allah, yaitu jalan keluar dari setiap kesulitan hidup dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (min haitsu la yahtasib).
Namun, Gus Iqdam juga memberikan peringatan keras. Beliau mengutip hadis Nabi SAW tentang banyaknya orang berpuasa yang hanya mendapatkan lapar dan haus saja.
Hal ini terjadi karena mereka tidak menjaga lisan dan perilaku, seperti tetap melakukan ghibah (merasan-rasani), namimah (adu domba), dan berkata dusta. Beliau mengajak jemaah untuk menjalankan puasa yang berkualitas, bukan sekadar menahan haus, tapi juga mempuasakan panca indera dari kemaksiatan.
Selain itu, Gus Iqdam menegaskan bahwa bekerja bukan merupakan alasan (uzur) untuk meninggalkan puasa, kecuali jika kondisi pekerjaan tersebut benar-benar membahayakan nyawa.
Sebaliknya, puasa justru dapat meningkatkan kualitas hasil kerja, sebagaimana sejarah mencatat kemenangan Perang Badar terjadi saat Rasulullah dan para sahabat sedang berpuasa.(*)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama