JAKARTA - Lima pemain keturunan siap bela Timnas Indonesia dan kabar ini langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional. Dari akademi Arsenal hingga klub Italia Como 1907, sederet talenta muda diaspora mengaku terbuka memperkuat skuad Garuda di masa depan.
Fenomena pemain keturunan siap bela Timnas Indonesia memang bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan naturalisasi terbukti mendongkrak performa dan kedalaman skuad. Kini, muncul lagi lima nama yang secara terbuka menyatakan ketertarikan membela Merah Putih, baik melalui wawancara, komunikasi awal, maupun sinyal proses naturalisasi.
Kehadiran pemain diaspora dinilai bisa menjadi suntikan kualitas, terutama untuk menghadapi agenda besar seperti Kualifikasi Piala Dunia dan turnamen Asia. Lalu, siapa saja lima pemain keturunan siap bela Timnas Indonesia tersebut?
Demian Agustin, Gelandang Arsenal U-21
Nama pertama adalah Demian Agustin. Gelandang muda Arsenal U-21 ini memiliki darah Indonesia dari sang ibu. Pada Februari 2025, ia secara terbuka mengaku membuka peluang membela Indonesia jika kesempatan itu datang.
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Yussa Nugraha, Demian menyebut membela Indonesia akan menjadi hal indah dalam kariernya. Ia bahkan mengaku tak sabar jika bisa terbang ke Indonesia dan bermain untuk Timnas Indonesia.
Performa Demian juga sedang menanjak. Ia baru saja mencetak hattrick saat Arsenal U-21 menang 4-0 atas Leeds United U-21. Catatan itu semakin menguatkan potensinya sebagai gelandang kreatif masa depan.
Tristan P. Zoel, Bek Serba Bisa di Eropa
Nama kedua adalah Tristan P. Zoel. Bek yang mampu bermain sebagai full back kanan maupun bek tengah ini juga tidak menutup peluang memperkuat Timnas Indonesia.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Football Premier, Tristan mengaku mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia. Ia melihat pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir dan tidak mengecualikan kemungkinan membela Garuda di masa depan.
Meski saat ini masih fokus berkarier di Eropa, pernyataannya menjadi sinyal positif bagi PSSI untuk membuka komunikasi lebih lanjut.
Luke Fikri, Produktif di Liga Australia
Nama ketiga adalah Luke Fikri. Penyerang yang bermain di Liga Australia ini tampil produktif dengan koleksi lima gol dan tiga assist dari 18 laga musim ini.
Luke menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang berpeluang ia bela, selain Australia dan Amerika Serikat. Ia juga mengonfirmasi sudah ada komunikasi awal terkait kemungkinan tersebut.
Kecepatan dan fleksibilitasnya di lini depan membuatnya cocok dengan kebutuhan Timnas Indonesia saat ini. Jika proses naturalisasi berjalan lancar, ia bisa menjadi tambahan amunisi penting di sektor serang.
Laurin Ulrich, Kapten Jerman U-20
Nama berikutnya adalah Laurin Ulrich. Pemain milik VfB Stuttgart yang tengah dipinjamkan ke FC Magdeburg ini berstatus kapten Timnas Jerman U-20.
Meski saat ini memprioritaskan karier bersama Jerman, Laurin tidak sepenuhnya menutup peluang membela Indonesia. Dalam sebuah podcast klub, ia menyatakan tidak akan pernah bilang tidak untuk kemungkinan tersebut.
Statusnya sebagai kapten Jerman U-20 tentu menjadi daya tarik tersendiri. Jika suatu saat ia memilih Indonesia, lini tengah atau pertahanan Garuda akan mendapat tambahan pemain dengan pengalaman internasional elite.
Left Golden Stam, Talenta Como 1907 U-19
Nama terakhir adalah Left Golden Stam. Pemain muda keturunan Indonesia ini bermain di Como 1907 U-19 atau tim Primavera.
Berposisi sebagai bek kiri, ia telah tampil dalam enam pertandingan Primavera 2-A musim 2025-2026. Ia mengaku bangga memiliki darah Indonesia dan tidak menutup kemungkinan membela Timnas Indonesia di masa depan.
Menariknya, ia terinspirasi oleh Jay Idzes yang kini bermain di Serie A Italia. Meski saat ini masih berusaha menembus timnas Belanda, peluang untuk Indonesia tetap terbuka.
Sinyal Positif untuk Masa Depan Garuda
Munculnya lima pemain keturunan siap bela Timnas Indonesia menjadi angin segar bagi proyek jangka panjang sepak bola nasional. Dengan kombinasi pengalaman di Eropa dan semangat membela tanah leluhur, mereka berpotensi memperkuat skuad secara signifikan.
Tentu proses naturalisasi bukan perkara mudah. Ada regulasi FIFA, administrasi, serta keputusan pribadi yang harus dihormati. Namun satu hal yang pasti, ketertarikan terbuka dari para pemain ini menjadi modal penting bagi PSSI.
Kini publik menunggu langkah konkret berikutnya. Apakah kelima nama ini benar-benar akan mengenakan seragam Merah Putih? Waktu yang akan menjawab.
Editor : Novica Satya Nadianti