Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Bakal Miliki Gedung Rawat Inap 8 Lantai, Bupati: Bukan hanya Simbol Kemajuan, Tapi Pelayanan Berkualitas

Agus Muhaimin • Selasa, 23 April 2024 | 19:16 WIB
Graha Srikandi merupakan gedung rawat inap RSUD Ngudi Waluyo yang memilik 8 lantai.
Graha Srikandi merupakan gedung rawat inap RSUD Ngudi Waluyo yang memilik 8 lantai.

KABUPATEN BLITAR-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar kembali menambah fasilitas layanan kesehatan. Itu terungkap saat Bupati Rini Syarifah memulai tanda pembangunan gedung rawat inap 8 lantai di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, kemarin (22/4).

Tentu pembangunan tersebut menjadi bukti komitmen Pemkab Blitar terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Photo
Photo

Dalam rangkaian groundbreaking itu, Bupati Rini Syarifah didampingi pejabat di lingkup Pemkab Blitar, jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), serta tokoh lintas agama juga turut menyaksikan awal pembangunan Graha Srikandi tersebut.

Bahkan, Kepala RS Bhayangkara Surabaya, Kombespol dr Aris Sukarno turut hadir mewakili Kapolda Jatim, Irjen Imam Sugianto.

Di sela-sela groundbreaking, Bupati Rini Syarifah menyampaikan bahwa gedung ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan. Namun juga menjadi wadah kebutuhan masyarakat dalam pelayanan kesehatan lebih baik dan berkualitas.

Photo
Photo

”Jadi acara groundbreaking ini sebagai awal kita membangun mimpi bersama, untuk mewujudkan layanan kesehatan lebih baik bagi seluruh warga Kabupaten Blitar,” ujarnya.

Bupati optimistis gedung rawat inap baru itu semakin memperkuat infrastruktur kesehatan di Kabupaten Blitar. Maka masyarakat bisa dapat perawatan lebih cepat, efisien dan humanis.

”Meski kini ada bandara dan tol, kami tetap mengutamakan agar masyarakat tidak jauh-jauh berobat, cukup di Kabupaten Blitar. Kami terus berinovasi, membangun dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” tegasnya.

Photo
Photo

Dalam kesempatan tersebut, Mak Rini, sapaan akrab Bupati Blitar ini, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan mendukung terlaksananya pembangunan gedung rawat inap tersebut.

Harapannya, dengan kerja sama dan doa semua pihak, pembangunan gedung itu nanti dapat berjalan lancar dan selesai sesuai rencana telah ditetapkan.

Disinggung soal pemilihan nama Graha Srikandi pada gedung baru ini, bupati mengaku karena groundbreaking dilakukan tak jauh dari momen Hari Kartini.

Photo
Photo

Selain menjunjung tinggi perjuangan pahlawan, gedung tersebut juga bukti emansipasi wanita di Bumi Penataran.

”Direkturnya perempuan, wakil direkturnya perempuan, dan bupatinya juga perempuan,” ucapnya.

Di lokasi sama, Kepala RS Bhayangkara Surabaya, Kombespol dr Aris Sukarno mengaku tidak menutup kemungkinan RSUD Ngudi Waluyo menjadi sister hospital RS Bhayangkara.

”Kami siap backup karena kami juga titip anggota kami di Kabupaten Blitar yang butuh pengobatan di RSUD Ngudi Waluyo,” tandasnya.

Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr Endah Woro Utami mengungkapkan bahwa pembangunan gedung ini merupakan bagian proyek strategis pemkab.

”Gedung ini nanti memiliki 65 tempat tindur. Mulai dari kelas standar, VIP dan VVIP. Tidak ada lagi perbedaan kelas BPJS, semua ber-AC dan baik,” terangnya.

Anggaran pembangunan gedung rawat inap 8 lantai tersebut sebesar Rp 75 miliar (M). Namun melalui proses pengadaan, anggaran yang nanti digunakan sekitar Rp 71 M.

Dia tak lupa menyampaikan terima kasih atas peran seluruh pihak terkait pembangunan gedung rawat inap 8 lantai, termasuk peran serta Kejari Blitar, Polres Blitar, konsultan ahli dari fakultas teknik sipil Universitas Brawijaya dan LKPP Provinsi Jawa Timur.

“Kami juga minta pendampingan dari Kejati Jatim dan Polda Jatim agar pelaksanaan pembagunan sesuai harapan bersama,” tandasnya. (hai/din)

Editor : Anggi Septian A.P.
#RSUD ngudi waluyo Wlingi #groundbreaking #Bupati Rini Syarifah #kesehatan #Pemkab Blitar #rawat inap