BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Sebuah video yang memperlihatkan seorang lansia merasa terganggu dengan suara bising dari sound system atau “sound horeg” pada baru-baru ini viral di media sosial, memicu berbagai kecaman dari warganet. Kejadian ini diduga terjadi di Kediri, Jawa Timur.
Unggahan oleh akun Instagram @lambe_turah pada 30/10/2024 menampilkan lansia tampak protes dengan kesakitan akibat suara keras dari sound system yang dipasang dekat dengan rumahnya.
Insiden ini menimbulkan keprihatinan terkait polusi suara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, terutama lansia.
Dalam video tersebut, lansia itu terlihat menyampaikan rasa tidak nyaman dan kekesalannya karena suara bising yang mengganggu kesehatannya.
Video ini mendapatkan beragam respons dari netizen yang mempertanyakan mengapa sound system dengan volume tinggi dipasang begitu dekat dengan permukiman.
Salah satu komentar berbunyi, “Kenapa nggak di tengah lapangan aja yang jauh dari pemukiman warga?” mengemukakan keprihatinan terkait dampak gangguan suara di area permukiman.
Komentar lain menunjukkan simpati terhadap lansia tersebut, dengan beberapa netizen mengungkapkan rasa prihatin dengan berkata, “Ya Allah, kasihan sekali,” serta mempertanyakan tanggung jawab dari pihak penyelenggara acara.
Isu polusi suara telah lama menjadi bahan perdebatan di Indonesia, terutama mengenai penggunaan sound horeg dalam acara yang diselenggarakan dekat dengan kawasan permukiman padat.
Kejadian ini menunjukkan perlunya regulasi yang lebih ketat dan perhatian lebih besar terhadap kelompok rentan, seperti lansia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Meski pihak berwenang belum memberikan pernyataan terkait kasus ini, unggahan dari akun @lambe_turah ini telah memicu seruan untuk tindakan nyata guna mengatasi dampak acara dengan volume tinggi terhadap komunitas setempat.
Banyak yang berharap agar para penyelenggara acara lebih memprioritaskan kesejahteraan warga, terutama lansia, dengan memilih lokasi yang lebih tepat untuk kegiatan yang melibatkan sound system ber-volume tinggi. (*)
Editor : Adiba Maimanah Z.