Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Fenomena Langka, Gurun Al-Jawf di Arab Saudi Diselimuti Salju untuk Pertama Kalinya

Arum Minatin • Selasa, 12 November 2024 | 03:00 WIB
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Gurun Al-Jawf di Arab Saudi turun salju
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Gurun Al-Jawf di Arab Saudi turun salju

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Gurun Al-Jawf di Arab Saudi, yang dikenal dengan kondisi panas dan keringnya, mendadak tertutup salju.

Fenomena tak biasa ini terjadi pada awal November 2024, ketika gurun tandus di wilayah utara Arab Saudi itu berubah menjadi negeri ajaib musim dingin.

Lapisan salju dan es menyelimuti gunung-gunung dan lembah-lembah, mengejutkan penduduk setempat serta menarik perhatian para ahli meteorologi dari seluruh dunia.

Turunnya salju ini terjadi setelah serangkaian hujan lebat dan hujan es yang melanda wilayah Al-Jawf, dimulai pada akhir Oktober.

Badai es kali ini cukup ekstrem, dengan butiran es dilaporkan mencapai ukuran sebesar bola golf, menutupi permukaan pasir gurun.

Gambar-gambar dari media sosial menunjukkan hamparan padang pasir yang biasanya gersang kini tertutup lapisan salju putih dan es, membuat kontras pemandangan yang menakjubkan di tengah iklim panas khas Timur Tengah.

Cuaca dingin dan salju di Al-Jawf merupakan hasil dari sistem tekanan rendah yang terbentuk di Laut Arab dan bergerak menuju kawasan Teluk.

Menurut Badan Meteorologi Arab Saudi, sistem tekanan ini membawa hujan deras, hujan es, dan suhu rendah yang jarang terjadi, terutama pada gurun pasir.

Lembah-lembah di Al-Jawf yang biasanya kering bahkan mengalami fenomena mirip air terjun akibat derasnya curah hujan, yang diperkirakan akan memengaruhi wilayah tersebut dalam waktu lama.

Fenomena ini tak hanya mencuri perhatian masyarakat lokal, tetapi juga dunia internasional. Arab Saudi, yang terkenal dengan suhu panasnya hingga 40 derajat Celsius, belakangan ini mengalami berbagai perubahan cuaca ekstrem.

Namun, turunnya salju di Al-Jawf tahun ini merupakan yang pertama kali terjadi dan sangat mengejutkan.

Salju yang menyelimuti Al-Jawf diharapkan akan memberikan dampak positif bagi lanskap gurun yang biasanya kering dan tandus. Curah hujan dan salju berpotensi menyuburkan tanah di kawasan ini, yang biasanya dipenuhi bunga liar musiman seperti lavender dan krisan saat musim semi.

Meski terlihat indah, otoritas setempat tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca buruk yang mungkin melanda.

Saudi Press Agency melaporkan bahwa angin kencang, badai petir, serta hujan lebat diperkirakan akan terus berlanjut di beberapa wilayah, termasuk Al-Jawf, Tabuk, Riyadh, hingga Mekkah.

Dalam catatan sejarah, wilayah-wilayah gurun di Arab Saudi sesekali mengalami hujan es dan suhu rendah, namun fenomena salju seperti yang terjadi di Al-Jawf ini amatlah jarang.

Pengamat meteorologi mencatat bahwa, meski suhu di gurun dapat turun drastis pada malam hari, biasanya salju mencair pada keesokan paginya. Al-Jawf yang tertutup salju menandakan perubahan iklim ekstrem yang mulai terjadi di wilayah Timur Tengah.

Perubahan iklim global memang menjadi faktor yang diyakini memengaruhi pola cuaca di seluruh dunia, termasuk Timur Tengah.

Fenomena ini sekaligus memberikan gambaran tentang bagaimana dampak dari perubahan suhu dan kelembapan bisa membawa pemandangan alam yang tak terduga bahkan di kawasan paling gersang di dunia.

Pemandangan salju di Al-Jawf ini memberikan kesan unik yang tidak hanya langka, tapi juga menambah keindahan alam di wilayah gurun tersebut.

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#gurun Al Jaws #turun salju #arab saudi