BLITAR - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum bisa dilaksanakan di Bumi Bung Karno. Pasalnya, Pemkot Blitar belum mendapat juknis MBG.
Selain itu, Kota Blitar tidak termasuk daerah yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana program subsidi makan gratis tersebut.
Setidaknya ada 17 daerah di Jawa Timur (Jatim) yang sudah ditunjuk BGN untuk melaksanakan program MBG. Sementara untuk Kota Blitar, pemkot masih menunggu informasi lebih lanjut dari pusat.
"Informasi yang saya terima, 17 daerah itu sudah ditunjuk kepala badan yang menangani program MBG di daerah. Namanya Badan Penanganan Peningkatan Gizi (BPPG)," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Blitar, Priyo Suhartono, Rabu (8/1/2025).
Meski belum ditunjuk, pemkot telah menyiapkan anggaran dan data sasaran penerima MBG yang merupakan anak-anak dan pelajar tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP. Baik itu dari sekolah negeri maupun swasta.
"Jumlah sasaran kami di Kota Blitar tercatat ada sekitar 27 ribu siswa. Itu belum termasuk dari pondok dan madrasah, karena yang menangani Kemenag (Kementerian Agama)," bebernya.
Di tahun ini, pemkot telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar untuk pelaksanaan program MBG. Anggaran tersebut diperkirakan belum mencukupi kebutuhan jumlah sasaran penerima MBG.
Berdasarkan perhitungan dari pemerintah pusat, setidaknya Kota Blitar butuh sekitar Rp 20 miliar (M) untuk menunaikan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut.(sub/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah