BLITAR - Mengulas sejarah letusan Gunung Api Ibu di Halmahera, Maluku Utara yang pertama kali meletus pada tahun 1911.
Dilansir dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Ibu adalah gunung berapi tipe strato dengan puncak setinggi 1.340 meter di atas permukaan laut, terletak pada koordinat 1° 29' LU dan 127° 38' BT.
Secara administratif, gunung ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.
Gunung Ibu telah tercatat mengalami sejumlah letusan, dengan letusan pertama tercatat sejak tahun 1911.
Pada letusan kedua, tahun 1998 mengakibatkan muncul sumbat lava yang kemudian tumbuh menjadi kubah lava. Pertumbuhan kubah lava ini disertai erupsi dengan intensitas lemah hingga sedang.
Pada tahun 1999 Gunung Ibu meletus sebanyak 3 kali. Gempa letusan Gunung Ibu kembali tercatat pada tahun 2001, 2004, 2008 dan 2019.
Dari pengamatan yang dilakukan PVMBG, tercatat sejak tahun 2020 - 2023 frekuensi erupsinya semakin berkurang jumlahnya setiap hari, namun kolom letusan cenderung bertambah tinggi.
Kondisi ini berhubungan dengan meningkatnya gempa-gempa Vulkanik Dalam dan Gempa Vulkanik Dangkal. Saat ini, kubah lava di Gunung Ibu telah melebihi dinding kawah, menyebabkan guguran lava mengarah ke utara dan barat laut.
Gunung Ibu menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan kembali pada awal tahun 2024. Pada erupsi kali ini tercatat terjadi 20 kali erupsi, yang menjadikannya salah satu gunung api paling aktif di Indonesia saat ini. (*/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah