Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Detik-Detik Gerombolan Pesilat Rusak Polsek Watulimo Trenggalek, Tiga Polisi Terluka, Kapolres Bilang Begini

Didin Cahya Firmansyah • Selasa, 21 Januari 2025 | 19:41 WIB

 

 

BIKIN ULAH: Tangkapan layar video netizen saat pesilat meluruh Polsek Watulimo pada Senin (20/1) malam.
BIKIN ULAH: Tangkapan layar video netizen saat pesilat meluruh Polsek Watulimo pada Senin (20/1) malam.

TRENGGALEK - Suasana Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, pada Senin (20/1) malam mencekam.

Hal ini tidak lepas dari aksi anarkis yang dilakukan salah satu kelompok perguruan silat yang menggeruduk Polsek Watulimo Trenggalek.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kelompok perguruan silat ini menuntut pembebasan salah satu rekan mereka yang diamankan polisi di Polsek Watulimo Trenggalek beberapa hari sebelumnya.

Dari video yang viral di platform WhatsApp, tampak ratusan anggota perguruan pencak silat berkerumun di depan Polsek Watulimo Trenggalek.

Di antara mereka ada yang mengibarkan bendera maupun membleyer-bleyer sepeda motornya saat melintas di sekitar Polsek Watulimo Trenggalek.

Bahkan aksi yang terjadi hingga menjelang Subuh itu berujung anarkis karena melempari Mapolsek Watulimo Trenggalek dengan batu.

Tak ayal aksi beringas mereka membuat kaca depan dan genteng Polsek Watulimo Trenggalek pecah berantakan.

Bahkan dari peristiwa ini membuat tiga polisi anggota Polsek Watulimo Trenggalek mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan.

Kapolres Trenggalek AKBP Indra Ranu Dikarta saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa ini.

Menurut dia, aksi beringas anggota perguruan pencak silat ini bermula dari penangkapan salah satu rekan mereka beberapa hari sebelumnya.

Yakni setelah ada gesekan antar perguruan pencak silat di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek beberapa waktu lalu.

Peristiwa ini membuat salah satu korban melaporkan kejadian itu ke polisi dan berujung penangkapan salah satu anggota perguruan silat.

"Pasca penangkapan itu ternyata membuat rekan pesilat yang kami amankan tidak terima dan meluruk ke Mapolsek Watulimo," katanya saat ditemui di Mapolsek Watulimo.

Polisi dua melati di pundak ini menambahkan, personel kepolisian sebenarnya sudah menjelaskan duduk perkara dan menindak sesuai SOP yang berlaku.

Namun penjelasan dari kepolisian tidak diindahkan dan justru berujung tindakan anarkis. "Peristiwa ini masih kami tindak lanjuti," ujarnya. (*)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#perusakan #trenggalek #polsek