TRENGGALEK - Kericuhan berujung pengrusakan Polsek Watulimo Trenggalek oleh anggota perguruan silat pada Senin (20/1) malam disayangkan banyak pihak.
Tak terkecuali Pemdes Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek yang menyayangkan peristiwa kericuhan yang melibatkan perguruan silat kembali terjadi.
Apalagi lokasi Polsek Watulimo Trenggalek berada di desa yang menjadi tujuan wisata utama di Trenggalek tersebut.
"Secara pribadi saya menyayangkan terjadinya peristiwa ini," katanya Kades Tasikmadu Wignyo Handoyo.
Dia mengaku, peristiwa kericuhan yang melibatkan perguruan silat bukan sekali dua kali terjadi di Desa Tasikmadu. Sudah cukup sering pada tahun-tahun sebelumnya.
Lokasi kejadian biasanya terjadi di wilayah sekitar pantai maupun pelabuhan.
"Di awal 2025 ini sudah dua kali terjadi peristiwa serupa," katanya.
Dia bersyukur, pada peristiwa itu tidak sampai menimbulkan kerusakan pada aset miliki warga desa setempat. Harapannya, peristiwa serupa tidak terulang lagi di kemudian hari dan semua pihak bisa menahan diri.
Seperti diberitakan sebelumnya, Suasana Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek pada Senin (20/1) malam mencekam.
Hal ini tidak lepas dari aksi anarkis yang dilakukan salah satu kelompok perguruan silat yang menggeruduk Polsek Watulimo Trenggalek.
Informasi yang dihimpun di lapangan, kelompok perguruan silat ini menuntut pembebasan salah satu rekan mereka yang diamankan polisi beberapa hari sebelumnya.
Bahkan aksi yang terjadi hingga menjelang Subuh itu berujung anarkis karena melempari Mapolsek Watulimo dengan batu.
Tak ayal aksi beringas mereka membuat kaca depan dan genteng Mapolsek Watulimo pecah berantakan.
Bahkan dari peristiwa ini membuat tiga polisi mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah