BLITAR - Kereta api yang berangkat dari stasiun wilayah daops 7 Madiun tetap berangkat tepat waktu. Namun, hanya satu KA yang terdampak, yakni KA Majapahit relasi Pasarsenen-Jakarta.
"Terlambat datangnya sekitar 103 menit karena lalu lintas perjalanan KA yang meningkat. Jadi antre melintas," kata Manager Daop 7 Madiun, Kuswardojo, Sabtu (25/1/2025).
Kereta Api Indonesia (Persero) pun meminta memohon maaf kepada seluruh pelanggan KA yang naik KA atas ketidaknyamanan para penumpang karena dampak banjir Semarang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah perjalanan KA harus kembali memutar karena penutupan kembali jalur di petak Karangjati-Gubug setelah terdampak luapan air banjir.
Saat ini, KAI telah mengerahkan ratusan petugas prasarana dan alat berat untuk menangani banjir di lokasi terdampak. “Proses penanganan dilakukan secara intensif untuk memastikan jalur tersebut dapat segera digunakan kembali. Upaya ini terus dilakukan demi memulihkan situasi dan mengurangi dampak perjalanan kereta api lainnya,” jelasnya.
KAI juga mengimbau masyarakat khususnya pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintas di perlintasan sebidang. Sebab, jalur antara Semarang dan Surabaya belum dapat dilalui, sehingga perjalanan kereta api dari Surabaya dialihkan melalui Daop 7 Madiun.
Kondisi ini menambah frekuensi perjalanan KA reguler yang melintas di daop 7. "Intinya tetap hati-hati karena akan sering KA melintas di daop 7 Madiun termasuk Blitar. tandas Kuswardojo. (jar/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah